From: GotQuestions

JcGenerationsPertanyaan: Apa artinya Allah adalah kasih?

Jawaban: Apa artinya Allah adalah kasih? Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).

Ini adalah cara Allah menggambarkan kasih. Allah adalah seperti yang digambarkan itu, dan orang Kristen perlu menjadikan ini sebagai tujuan mereka (walaupun selalu dalam proses). Ekspresi yang paling utama dari kasih Allah dikomunikasikan kepada kita dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Dari ayat-ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sangat menginginkan kita bersama-sama dengan Dia dalam rumahNya yang kekal, Surga. Dia telah membuka jalan dengan membayar harga dosa-dosa kita. Dia mengasihi kita karena Dia memilih untuk melalukan hal itu. ”Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8). Kasih mengampuni. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).

Kasih (Allah) tidak memaksakan diri pada orang lain. Orang-orang yang datang kepadaNya, datang kepadaNya sebagai respons terhadap kasihNya. Kasih (Allah) menyatakan kemurahan pada semua orang. Kasih (Yesus) berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang bulu. Kasih (Yesus) tidak cemburu pada apa yang orang lain miliki, hidup sederhana tanpa mengeluh. Kasih (Yesus) tidak membesar-besarkan diri sekalipun Dia dapat mengalahkan semua orang lain. Kasih (Allah) tidak menuntut ketaatan. Allah tidak menuntut ketaatan dari sang Anak, namun sang Anak secara sukarela menaati BapaNya di surga. ”Dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 14:31). Kasih (Yesus) selalu memperhatikan kepentingan orang lain.

Gambaran singkat mengenai kasih ini mengungkapkan hidup yang tidak mementingkan diri sendiri, sesuatu yang bertentangan dengan hidup mementingkan sendiri dari dunia ini. Yang luar biasa, Tuhan telah memberikan kepada mereka yang menerima AnakNya, Yesus, sebagai Juruselamat mereka dari dosa, kemampuan untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi. Dia memberikan ini melalui kuasa Roh Kudus (lihat Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1, 23, 24). Suatu tantangan dan hak istimewa yang luarbiasa!

By: Pdt. R. Bambang Jonan

From: Bethanyr4.or.id

JcGenerationsHai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkanNya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. (Yoel 2:23)

Tahun 2001 ini tuntunan Tuhan sangat jelas bagi kita yaitu suatu masa dimana hujan awal dan hujan akhir telah turun dengan lebatnya. Hari-hari ini adalah masa dimana Tuhan sedang mencurahkan pengurapan dan berkatNya yang berlimpah-limpah. Banyak orang menanti-nantikan hujan itu, namun bagi kita gerejaNya, tuntunan Tuhan jelas yaitu sekaranglah waktunya hujan awal dan hujan akhir itu sedang dicurahkan dengan deras.

Masalahnya adalah ketika hujan yang lebat telah turun, apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasinya? Sebab kalau kehilangan momentum lawatan Allah, kita tidak tahu kapan hal itu akan terjadi lagi.

Saudara yang mengikuti Retreat Pengerja di Berastagi atau Doa Pengerja di Jakarta bulan Desember 2000 lalu telah mengetahui bahwa tahun ini Tuhan memberikan prioritas kepada kita untuk menoleh dan melayani ke bangsa-bangsa. Sebelumnya pada Retreat Pengerja bulan Desember 1999 Tuhan memberitahukan bahwa kita harus mengotonomkan cabang-cabang yang ada. Dan itu sudah dilakukan sepanjang tahun 2000 yang lalu sampai sekarang. Otonomisasi tersebut dilakukan karena mulai tahun 2001 dan seterusnya kita akan melihat penuaian besar-besaran yang akan terjadi dalam pelayanan ini. Saudara akan lihat tahun 2001 Rayon IV yang meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akan mengalami hujan yang sangat besar. Nubuatan ini sudah lama saya dapat namun baru disampaikan sekarang.

Pada akhir tahun 2000 lalu saya mendapatkan nubuatan untuk melangkah ke bangsa-bangsa, melayani dari satu benua ke benua lain. Oleh sebab itu saya merasakan perlu untuk mengangkat deputi gembala di rayon IV yang akan menangani operasional pelayanan sehari-hari. Karena tahun 2001 ini tugas saya akan lebih banyak dalam hal berdoa berpuasa mencari wajah Tuhan dan melangkah ke bangsa-bangsa untuk menyampaikan pesan Tuhan.

Untuk melangkah ke bangsa-bangsa tentunya ada urutan yang harus dilalui. Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,

JawabNya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, setelah itu baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi. Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil apabila daerah Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik. Yudea dan Samaria berbicara tentang jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. Kalau ini tidak dikelola dengan baik, saya percaya pelayanan ke bangsa-bangsa itu tidak akan ada artinya. Karena Tuhan akan mempercaya-kan perkara yang kecil terlebih dahulu. Kalau kita lulus dalam perkara yang kecil baru Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar.

Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus kita lewati untuk sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu saya melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggungjawab Saudara. Saudara yang akan melayani di wilayah Yudea dan Samaria, baru nanti pelayanan daripada Saudara akan menentukan keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa. Dan sebaliknya, pada waktu saya memberkati bangsa-bangsa, maka berkat bangsa-bangsa akan memberkati kita. Siapa yang akan mendapat berkat bangsa-bangsa? Tentunya Saudara. Namun keber-hasilan saya sangat tergantung kepada Saudara juga yang melayani di wilayah Yudea dan Samaria.

Oleh sebab itu tahun 2001 ini kita tidak bisa melayani sendiri-sendiri. Tahun 2001 ini kita harus bersama-sama dalam satu program yang terpadu. Satu program yang betul-betul terpola dengan baik. Pada waktu saya mulai mengotonomkan masing-masing cabang, otomatis tanpa perlu disuruh lagi, Yesaya 54:2-3 menjadi beban Anda.

“Lapangkanlah tempat kemahku, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah meng-hematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah tali-tali kemahmu dan pancang-kanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”

Apakah saudara mau mendukung pelayanan di bangsa-bangsa? Saudara dapat melakukan itu dengan melayani sebaik-baiknya di Yudea dan Samaria. Jangan tinggalkan wilayah Yudea dan Samaria. Jangan puas hanya punya satu gereja. Hujan awal hujan akhir, hujan yang lebat telah turun. Berkat yang berlimpah-limpah bagi umat Nya. Banyak sekali manfaat daripada hujan sehingga ia identik dengan berkat yang berlimpah-limpah.

Kalau Saudara mau menerima lawatan dan berkat yang seperti hujan, maka Tuhan akan berkata, “Mana wadahnya?” Siapkan wadah, tempat untuk menampung air hujan itu. Kalau Anda tidak siapkan wadahnya, hujan akan terbuang dengan sia-sia. Namun kalau Saudara siapkan wadah sebanyak-banyaknya, tempat itu bisa menampung air hujan dalam volume yang besar. Sehingga hujan awal dan hujan akhir ini Saudara bisa simpan baik-baik.

Coba perhatikan kegerakan / lawatan Tuhan yang secara besar-besaran di seluruh dunia. Lawatan ini biasanya berlangsung tidak lama, singkat, hanya beberapa tahun. Wales tahun 1904 -1905 hanya sekitar dua tahun. Kupang, Ambon, Menado, lawatan Tuhan berlangsung tidak lama. Di Menado api pernah turun dari langit sampai pemadam kebakaran datang. Namun itu juga tidak lama. Saya percaya hujan itu juga tidak lama. Jadi kalau Saudara tidak siap ketika hujan turun, akan sangat rugi besar. Lihat Wales, dari 1904 sekarang tahun 2001, hampir seratus tahun lawatan yang sama itu belum kembali juga. Oleh sebab itu hari-hari ini saya mulai ingatkan lagi Yesaya 54:2-3.

Peter Wagner, pengarang banyak buku tentang pertumbuhan gereja menuliskan dalam bukunya bahwa, “Penginjilan paling efektif di muka bumi ini adalah dengan membuka gereja baru”. Anda bisa punya menara doa yang luarbiasa di gereja dan berdoa minta hujan turun namun ketika itu terjadi dan Saudara tidak punya wadahnya, air hujan akan ter-curah begitu saja tanpa dapat di-tampung. Atau kalaupun di-tampung namun hanya punya satu wadah yang kecil, air hujan itu hanya dapat ditampung sebatas tempat yang engkau sediakan.

Tuhan mengatakan bahwa, “Hujan mengakibatkan tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak” (Yoel 2:23-24). Namun yang menjadi pertanyaan adalah, kalau Anda tidak punya tempat pengirikan, apakah Tuhan akan mengirimkan gandumnya? Kalau anda tidak punya tempat pemerasan, apakah anggur dan minyaknya dikirim oleh Tuhan? Jawabannya pasti tidak sebab hal itu akan mengakibatkan gandum dan anggur serta minyak akan terbuang dengan sia-sia. Kalau hari-hari ini anda mempersiapkan diri untuk membuka wadah yang baru, untuk terus membuka cabang-cabang yang baru, dan terus membuka tempat sebanyak-banyaknya, maka saya percaya hujan akan turun dengan sangat lebatnya dalam kehidupan Saudara. Amin.

PEMBANGUNAN BAIT SUCI MENDATANGKAN BERKAT

Hagai pasal 2 ayat 16, 19 dan 20 dengan jelas menyebutkan bahwa pembangunan Bait Suci men-datangkan berkat.

“Maka sekarang, perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya. Sebelum ditaruh orang batu demi batu untuk pembangunan bait TUHAN. Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya - mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”

Firman tersebut menggetarkan iblis sebab ia tidak suka bila kita diberkati. Namun pesan saya, jangan takut untuk membuka gereja dan cabang baru. Mungkin Saudara akan menghadapi goncangan yang makin besar karena hal itu. Namun makin besar goncangannya, makin besar berkat yang akan Saudara terima dari Tuhan. Jangan takut Anda kekurangan akibat usaha membuka banyak gereja dan cabang tersebut. Saya sangat yakin akan berkat dari hujan awal dan hujan akhir itu. Saya percaya kalau Saudara berjalan benar dengan Tuhan, berkat pasti tidak akan habis-habisnya. Saya percaya pasti Tuhan siapkan berkat untuk membiayai semua itu.

Sekarang hujan telah turun bagi kita. Lakukan ketiga hal ini dalam kehidupan dan pelayanan Saudara.

Pertama, siapkan wadah sebanyak-banyaknya. Jangan ditahan-tahan, nanti Saudara akan sangat rugi. Mulai perhatikan kalau ada gedung-gedung atau tempat-tempat yang kosong. Mulai membuka ibadah di tempat itu. Hujan telah turun, Tuhan akan memberkati Anda dengan sangat luarbiasa.

Kedua, unity. Dua tahun yang lalu Tuhan pernah berbicara pada kita tentang Penuaian Besar seperti apa yang dilukiskan dalam kitab Yohanes pasal 21. Satu waktu Yesus mendatangi murid-muridNya di pantai Danau Tiberias dan bertanya, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?” Jawab mereka, “Tidak ada.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Seratus lima puluh tiga ekor ikan besar-besar namun jala mereka tidak koyak.

Saya beli satu buku di Inggris yang menceritakan mengenai tradisi Yahudi pada waktu Tuhan Yesus hidup. Ketika Kisah 20 saya buka di buku itu ternyata buku itu menceritakan dua perahu berjalan seiring bersama-sama dan ditengah-tengahnya jala berjalan seperti pukat harimau. Dalam Yohanes 21 dikatakan bahwa jalanya tidak robek dan semua ikan yang didapat itu dapat ditampung. Mereka semua bersatu (unity) untuk membawa ikan itu ke darat. Ini adalah kunci penuaian. Penuaian 2001 tidak lagi bisa dilakukan sendirian karena lebatnya hujan yang akan turun. Harus bekerjasama dengan gereja yang lainnya.

Ini adalah penting karena Tuhan mulai berbicara kepada saya dari tahun lalu bahwa kita ini adalah gembala kota. Saya akan bertanya berapa banyak penduduk kotamu, dan berapa persen dari antaranya ada di gerejamu? Kita harus bekerjasama dengan yang lainnya supaya bisa memenangkan kota. Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan para pemimpin gereja untuk berdoa bersama. Dalam pertemuan itu saya diminta untuk memimpin dalam doa peperangan. Beberapa hari kemudian, sebelas bom tersebar di Medan. Seharusnya bom ini diledakkan pada jam ibadah sedang berlangsung. Tapi aneh bin ajaib, bom yang ada di Medan semuanya disetel untuk meledak pada pukul 24.00 wib. Sangat tidak masuk akal. Saya percaya mereka sebenarnya berencana menyetel jam 19.00 wib namun dibutakan oleh Tuhan sehingga disetel jam 24.00 wib. Allah kita dahsyat.

Kenapa Tuhan melindungi kota Medan dari serangkaian teror bom di malam Natal lalu? Karena gereja-gereja yang ada di Medan bersatu (unity). Sekarang ini bukan masanya lagi membanggakan gereja sendiri. Yang top itu Tuhan Yesus, kita ini hanya hamba. Begitu kita mau unity, kita percaya Tuhan akan memberkati berlimpah-limpah. Haheluya!

Ketiga, serius dengan Tuhan. Hari-hari ini jangan main-main, seriuslah dengan Tuhan. Lakukan segala sesuatu dalam pelayanan seperti untuk Tuhan dan bukannya manusia. Jangan anggap enteng kehadiran Tuhan. Karena lawatan Tuhan sekarang ini tergantung dari kesiapan kita menerimanya. Terhadap orang yang setia Tuhan berlaku setia. Terhadap orang yang tidak bercela, Tuhan berlaku tidak bercela. Terhadap orang yang menganggap enteng, Tuhan juga berlaku seperti itu. Ada hukum tabur tuai, apa yang kita tabur itu juga yang akan dituai.

Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mataNya. Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang-orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. (2 Samuel 22:26-27).

Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah! (Yeremia 48:10)

Jangan lalai melaksanakan pekerjaan Tuhan. Kalau Tuhan yang suruh, ikuti saja tanpa perlu membantah. Saya ingat pengalaman sewaktu mulai membuka ibadah di Medan Plaza. Waktu itu tidak ada uang sama sekali namun begitu mulai melangkah seketika itu juga Tuhan menyediakan segala yang diperlukan. Roma 1:17 berkata, “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Seriuslah dengan Tuhan. Kalau kita setia pada perkara yang kecil maka Tuhan memberikan perkara yang lebih besar. Kalau perkara kecil sudah tidak setia bagaimana Tuhan sediakan hal yang lebih besar lagi. Tahun 2001 ini beberapa kontrak gedung tempat ibadah kita sudah habis masa kontraknya. Hati-hati. Mungkin kelihatannya kecil namun kalau tidak diperhatikan, bisa menghambat terselenggaranya ibadah di tempat tersebut. Saya ingat Januari 2000 tahun lalu sempat hampir tidak bisa ibadah di HDTI karena lalai memperhatikan masa kontrak gedung tersebut. Waktu kita perhatikan perkara-perkara yang kecil Tuhan akan mempercayakan perkara yang lebih besar lagi sehingga DIA membawa kita dari satu kemuliaan kepada kemuliaan berikutnya. Amin.

By: Pdt. R. Bambang Jonan

From: Bethanyr4.or.id

Berawal dari Perjumpaan Pribadi dengan Tuhan

JcGenerations“Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau - entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu tentang orang itu - entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh di ucapkan manusia.” (2 Korintus 12:1-4)

Ayat diatas menuliskan tentang pengalaman Paulus ketika bertemu dengan Tuhan. Ia melihat surga tingkat ketiga dan Tuhan membawanya ke suatu taman yang disebut Firdaus. Dan di situ Paulus juga mendengar perkataan-perkataan malaikat yaitu kata-kata yang tak terkatakan oleh manusia.

Betapa indahnya bertemu dengan Tuhan di Surga yang mulia. Pertumbuhan GBI Kemah Daud Medan pada awalnya mulai tahun 1993 berjalan biasa saja. Namun sejak tahun 1997 Tuhan mengadakan pelipatgandaan bagi gereja ini. Dari 2000 jemaat tiba-tiba meningkat menjadi 4000, lalu 6000 dan seterusnya sampai hari ini Tuhan percayakan sekitar 17.000 jiwa yang beribadah setiap minggunya. Namun dalam doa puasa kami akhir tahun 2000, saya tidak lagi berdoa untuk pelipatgandaan. Terserah Tuhan mau mempercayakan berapa jiwa kepada kami. Doa saya hanya, agar Tuhan mengijinkan saya untuk bertemu Tuhan dengan cara seperti Musa. Umat Israel hanya melihat Tuhan dalam bentuk tiang awan dan tiang api. Tetapi Musa adalah orang kepada siapa Tuhan berbicara layaknya seorang sahabat. Saya sangat iri kepada Hamba Tuhan yang bernama Musa ini.

Terbakar oleh Api Cinta kepada Tuhan
Billy Graham dalam bukunya “Angel” menuliskan tentang begitu banyaknya malaikat yang Tuhan sediakan untuk melayani kita. Saya sangat tertarik dengan malaikat Serafim yang memiliki tiga pasang sayap. Sepasang sayap dipakai untuk menutupi muka, sepasang sayap menutupi kaki, dan sepasang lagi dipakai untuk terbang. Serafim adalah malaikat yang diutus Tuhan untuk bertemu dengan nabi Yesaya. Allah memakai malaikat ini untuk menguduskan bibir dan lidah nabi Yesaya sehingga ia mulai diutus Tuhan mengucapkan kata-kata yang dipesankan olehNya (Yesaya 6).

Serafim adalah malaikat yang melayani di sekeliling tahta Tuhan (Yesaya 6:2-3, Wahyu 4:8). Serafim mempunyai dua arti yaitu terbakar dan cinta. Sehingga Serafim berarti malaikat yang seluruh kehidupannya terbakar oleh api cinta kepada Tuhan. Tuhan berkata, “Ketika seluruh kehidupanmu terbakar oleh api cinta kepadaKu, pada waktu itulah engkau akan bertemu dengan Aku”

Begitu mendapat pengertian ini, tiba-tiba pengurapan turun atas saya dan kami semakin mengerti bahwa pusat seluruh pelayanan hanya satu yaitu Tuhan Yesus Kristus. Saya mulai mengajar kepada jemaat, mari datang beribadah kepada Tuhan hanya karena kita mengasihi Dia. Pujian penyembahan di gereja kami mulai berubah menjadi lebih banyak mencurahkan air mata tanda cinta kepada Tuhan. Air mata yang lahir dari hati yang sangat mengasihi Dia. Ini yang saya sebutkan dengan “Pujian Penyembahan plus Hati yang Mengasihi”

Mengalami Seluruh Kepenuhan Allah (Trance, Ekstasis)
Pujian penyembahan plus hati yang mengasihi ini, ternyata membawa kami kepada pengalaman dan pengertian yang lebih dalam lagi mengenai apa yang terjadi pada Paulus dalam 2 Korintus 12:1-4 diatas.

Para theolog mulai menyelidiki kapan Tuhan membawa Paulus untuk naik ke tingkat ketiga dari surga. Lalu kemudian mereka mendapati kenyataan bahwa Paulus mengalami hal itu ketika sedang berdoa di Yerusalem.

Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. (Kisah Rasul 22:17)

Ketika Paulus sedang berdoa di Yerusalem, tiba-tiba dia dikuasai dan diliputi oleh kuasa Allah. Kata ‘diliputi oleh kuasa ilahi’ dalam bahasa Inggris adalah ‘trance’. Dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata ‘ekstasis’. Pada waktu Paulus berdoa tiba-tiba dia dikuasai oleh kuasa ilahi, dimana dia mengalami keadaan yang namanya trance. Trance di sini bukan kesurupan tapi satu kondisi dimana pada waktu itu Paulus dipenuhi, diliputi, dibanjiri oleh seluruh kuasa ilahi. Ketika Paulus sedang trance itulah, tiba-tiba Tuhan memberikan suatu kepekaan kepada telinga dan matanya untuk mendengar dan melihat. Paulus mulai melihat surga tingkat yang ketiga dan mendengar perkataan-perkataan malaikat.

Beberapa Pribadi Lain yang Mengalami Trance
Petrus adalah contoh lain dari orang yang mengalami trance (ekstasis) dalam Perjanjian Baru.

“Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.” (Kisah Rasul 10:10)

Apa yang terjadi pada waktu kuasa Allah meliputi (memenuhi) Petrus? Petrus mengalami trance dan melihat kain turun dari surga.

“Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.” (Kisah Rasul 11:5)

Yehezkiel berkata, tiba-tiba kuasa ilahi mulai memenuhi aku. Dan apa yang terjadi? Di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan ia mendapat penglihatan-penglihatan serta petunjuk Tuhan.

“Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.” (Yehezkiel 1:1)

Habakuk pada waktu diliputi oleh kuasa Tuhan, dia katakan, “Aku berdiri di tempat yang tinggi dan mulai menanti-nantikan Firman yang mau Dia sampaikan kepadaku.” Dia mulai mencatat dan menyampaikan apa yang dia lihat serta dengarkan dari Tuhan.

“Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankanNya kepadaku, dan apa yang akan dijawabNya atas pengaduanku.” (Habakuk 2:1)

Yohanes pada waktu di Pulau Patmos, tiba-tiba dikuasai oleh Roh Tuhan dan ia mulai mendapat penglihatan-penglihatan tentang apa yang akan terjadi pada hari-hari terakhir.

Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.” (Wahyu 1:10-11)

Memiliki Mata yang Melihat dan Telinga yang Mendengar
Orang yang dibanjiri oleh kuasa Allah, trance, dimana kepenuhan ilahi memenuhi seluruh kehidupannya, dia akan memiliki mata yang melihat dan telinga yang mendengar. Saya berdoa agar seluruh Hamba Tuhan mengalami kedua pengalaman ini. Kedua Hamba Tuhan ini baik Paulus maupun Petrus, keduanya mengalami trance, ekstasis ketika sedang berdoa. Saya percaya banyak yang mengalami hal ini ketika doa, pujian dan penyembahan, membawa ukupan yang menyenangkan hati Tuhan. Saya percaya kalau Tuhan hadir maka kehadiranNya akan memenuhi seluruh kehidupan Saudara. Saudara akan mengalami pengalaman-pengalaman yang pernah dialami oleh para nabi.

Saya percaya ketika mengalami hal ini, maka doa-doa kita akan menjadi sangat menyenangkan. Karena Tuhan mulai perlihatkan kepada kita, apa yang harus kita lakukan. Apa yang harus kita kerjakan. Tuhan memberikan petunjuk-petunjuknya dengan jelas kepada kita.

Petunjuk yang Jelas Menjadikan Gereja Efektif
Mengapa Tuhan Yesus dalam waktu yang sangat singkat, tiga setengah tahun, seluruh pelayanannya selesai? Dikatakan begini, pagi-pagi benar maka Yesus naik ke atas gunung dan mulai berdoa. Dia berkata, “Segala sesuatu yang Aku kerjakan, Aku lihat bagaimana Bapa mengerjakannya sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh Bapa. Maka Aku mulai mengerjakan persis seperti apa yang Kulihat.” (Yohanes 8:38 )

Saya percaya gereja akan menjadi sangat efektif, kalau mengerti dan mengalami pengalaman-pengalaman ini. Kita tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Tapi kalau kita melihat Bapa, apa yang sedang Bapa lakukan, Saudara lakukan persis seperti yang Bapa lakukan, saya percaya semuanya itu akan berjalan dengan baik karena kita mulai mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang Bapa kita kerjakan. Dan saya percaya hari-hari ini yang Bapa kerjakan cuma satu, hari-hari ini Bapa sedang sibuk mengumpulkan orang-orang pilihan, bangsa-bangsa untuk datang kepadaNya. Bapa sibuk mengirimkan malaikat-malaikatNya sehingga pertobatan bukan hanya muncul secara sporadis tetapi pertobatan pada hari-hari terakhir dikatakan, bangsa-bangsa, suku-suku bangsa, kaum dan bahasa akan berbalik kepada Tuhan Yesus Kristus (Yesaya 45:23).

Kita tidak tahu bagaimana caranya memenangkan negeri ini. Tetapi kalau kita melihat apa yang Bapa sedang kerjakan, saya percaya Saudara pasti tahu apa yang harus dilakukan untuk memenangkan negeri ini.

Pengalaman Pindah Tempat (Metatitheni)
Saya mencatat bukan hanya Paulus yang mengalami trance sehingga dapat melihat dan mendengar perkara-perkara ilahi dengan jelas. Henokh adalah seorang yang berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Sekian tahun Henokh berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Apa yang terjadi? Henokh hilang terangkat hidup-hidup sampai hari ini tidak kembali. Henokh mengalami pengalaman Metatitheni / pindah tempat.

“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.” (Ibrani 11:5)

Begitu juga dengan Filipus. Ketika sedang melayani sida-sida, tiba-tiba Tuhan pindah tempatkan lebih cepat dari sida-sida.

“Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.” (Kisah Rasul 8:39-40)

Demikian juga dengan Elia. Pada waktu Ahab akan pulang, tiba-tiba Roh Tuhan memenuhi Elia. Dan dia dipindah tempatkan lebih cepat dari Ahab.

“Tetapi kuasa Tuhan berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.” (1 Raja-raja 18:46)

Mereka mengalami pengalaman-pengalaman trance, dilingkupi, dipenuhi, dikuasai oleh Roh sehingga mendapati kejadian-kejadian yang supranatural.

Musa adalah contoh lain lagi, yang bertemu secara pribadi (muka dengan muka) dengan Tuhan. Dan apa yang terjadi. Alkitab berkata, wajah Musa menyinarkan kemuliaan Tuhan sehingga orang tidak tahan melihat kemuliaan Allah yang bersinar di dalam dia (Keluaran 34:29-30)

Bayar Harga untuk Bertemu Tuhan
Saya sering menyaksikan film tentang “Sepuluh Perintah Tuhan”. Film tersebut menceritakan ketika Musa melarikan diri ke Midian (Keluaran 2:15). Di situ dia bertemu dengan Zipora yang sedang menggembalakan kambing domba di kaki gunung Sinai. Ayah Zipora berkata kepada Musa, mereka nanti akan beribadah kepada Tuhan di atas gunung Sinai. Dan kemudian Musa melihat ada awan yang menggulung hitam di atas gunung Sinai. Zipora berkata begini kepada Musa, “Musa kalau Allah sedang hadir maka ada bunyi gemuruh yang kuat di atas gunung. Tapi kalau Allah tidak hadir maka gunung itu sunyi senyap.” Dan pada waktu mereka mulai melihat ada bunyi gemuruh yang kuat di atas gunung Sinai, Musa bertanya kepada Zipora, “Apakah sekarang Tuhan hadir?”. Zipora katakan, “Ya.” Musa katakan aku mau bertemu dengan Tuhan. Zipora berkata begini, “Ketika bertemu dengan Tuhan pada waktu itu kamu akan mati.”

Lagi firmanNya: “Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” (Keluaran 33:20)

Harga yang harus kita bayar untuk perjumpaan dengan Tuhan adalah kematian. Dalam bahasa aslinya dikatakan “hanya orang mati yang bisa lihat Tuhan” Apakah Saudara bersedia mati hanya untuk satu kali perjumpaan dengan Tuhan?

Musa tidak perduli dengan nyawanya. Ia mau mengambil resiko apapun yang akan terjadi akibat keputusannya itu. Karena baginya, lebih baik satu orang mati daripada ribuan orang Israel mati karena Tuhan memalingkan mukaNya dari bangsa ini (Keluaran 34:9). Dia melihat seluruh orang Israel berada dalam perhambaan Mesir selama 400 tahun. Dan Musa tidak tahan melihat bagaimana Mesir menganggap mereka bukan manusia.

Miliki Tujuan yang Jelas Untuk Bertemu Tuhan

Musa punya purpose (tujuan) waktu bertemu dengan Tuhan. Jangan datang bertemu Tuhan hanya untuk menjadi penonton. Pada waktu tabut perjanjian Allah pulang kembali kepada orang Israel, dikatakan di Kiryat Yearim dalam 1 Samuel 6:19, ‘maka kemudian orang Israel penasaran untuk melihat apa yang ada di dalam tabut itu.’ Alkitab mencatat pada waktu orang Israel mencoba untuk melihat-lihat, tidak punya tujuan dan beban apa-apa, seketika itu mereka mati terkena murka Tuhan.

Miliki tujuan yang jelas untuk bertemu dengan Tuhan. Jangan hanya sekedar melihat-lihat. Lama saya merenungkan konsekuensi dari perjumpaan dengan Tuhan ini. Saya ingat keluarga, jemaat dan orang-orang yang saya kasihi. Sampai satu waktu saya dapat berkata, “Tuhan, saya datang dengan satu tujuan. Supaya pengetahuan saya tentang sorga membawa bangsa ini kembali kepada Tuhan. Biarlah setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku, bahwa Yesus adalah Tuhan”

Terlalu banyak orang hari-hari ini yang ingin melakukan suatu perjalanan perjumpaan dengan Tuhan tetapi hanya ditujukan bagi dirinya sendiri. Saya percaya Tuhan tidak menyukai yang seperti ini. Tetapi kalau perjumpaan dengan Tuhan, punya satu tujuan yang jelas, Ia akan memberikan jalan keluar bagi kita semuanya. Mari setiap kita berdiri di hadapan Tuhan untuk membela negeri ini sampai kemuliaanNya turun atas Indonesia. Kalau Saudara katakan, “Aku mau berdiri membela negeri ku”, perjumpaan Anda dengan Tuhan akan membawa berkat yang besar. Karena begitu Saudara bertemu dengan Tuhan, Saudara akan berkata, “Tuhan, kapan Indonesia. Kapan bangsa-bangsa Tuhan?” Dan saya percaya kalau Saudara punya beban itu, Tuhan akan memberikan hikmat dan jalan keluarNya bagi kita.

7 Kunci Membuka Pintu Surga
Ada tujuh kunci (otoritas) untuk membuka pintu Kerajaan Sorga dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

  1. Kuasa Darah Yesus
    Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri. (Ibrani 10:19-20)

    Tuhan memanggil Musa dan memberikan blueprint tentang Kerajaan Sorga. Musa diberikan satu petunjuk untuk membangun kemah suci (tabernakel) yang dipisah menjadi tiga ruangan. Halaman, ruang kudus dan ruang maha kudus. Di pelataran ada beberapa benda. Ada mezbah bakaran, kolam pembasuhan. Dalam ruang kudus ada tiga perkakas. Ada meja roti pertunjukan, ada kaki dian lambang dari karunia-karunia Roh Kudus dan kemudian ada mezbah ukupan (mezbah dupa). Namun dalam ruang maha kudus ada tabut perjanjian Allah yaitu lambang kehadiran Allah, dimana Allah akan berbicara kepada manusia di situ. Itu adalah tempat kediaman Tuhan. Di catat dalam peraturan umat Israel tidak boleh ada orang masuk dalam ruang maha kudus kecuali Imam Besar dan itu pun hanya boleh satu tahun sekali pada waktu hari raya Yom Kippur. Imam Besar pada waktu perayaan itu masuk menghadap Tuhan di ruang maha kudus. Ada peraturan kalau Imam Besar masuk ke ruang maha kudus dalam keadaan tidak kudus, dia akan mati. Tetapi kalau kudus, masuk ruang maha kudus, maka dia harus membawa doa permohonan bangsa Israel kehadapan Tuhan. Imam besar agung masuk dengan satu tujuan yakni dia membawa doa dan permohonan dari negerinya dihadapan Tuhan.

    Betapa susahnya pada waktu itu orang untuk bertemu dengan Tuhan. Tetapi pada waktu Yesus menyerahkan dirinya di kayu salib, dan Ia berkata, “Sudah genap”, tirai bait suci yang membatasi Allah dengan manusia, tiba-tiba robek dari atas ke bawah sehingga apa yang tidak boleh dilihat dahulu, kini terbuka. Jalan menuju ke ruang maha kudus terbuka. Kalau dulu hanya imam besar yang boleh masuk ke tempat maha kudus tapi sejak kematian Yesus di kayu salib, jalan jadi terbuka. Dalam ayat 20 dikatakan, ‘Kristus telah membuat jalan yang baru dan yang hidup bagi kita sehingga dengan penuh keberanian kita dapat menghampiri Bapa di tempat maha kudus.’

    Apa yang terjadi waktu bertemu Tuhan di tempat kudusNya? Saudara akan bertemu dengan kedahsyatan dan kuasaNya. Anda akan bertemu dengan anugerahnya yang akan mengubahkan seluruh kehidupan kita. Kita khususnya dan gereja umumnya belum sempurna. Tetapi kalau gereja ini mempunyai keberanian masuk dan bertemu dengan Dia di tempat kudusNya, maka Tuhan akan menyempurnakan gerejaNya dari hari ke sehari.
    Baptisan adalah cara menerima kematian Yesus di kayu salib yang membuka jalan untuk kita. Baptisan itu artinya kematian, kuburan. Barangsiapa dibaptis, dia ikut dikuburkan, dipersatukan dalam kematian Kristus dan dibangkitkan dengan kuasa Kristus. Mau ketemu dengan Tuhan yang maha kuasa, ketemu dengan Dia di tempat kudusNya, harus dibaptis. Apa yang terjadi waktu Yesus dibaptis? Langit terbuka dan Roh Kudus turun atas Dia. Syarat baptisan, bertobat dan memberi diri dibaptis. Setelah dibaptis, baru diajar.

  2. Manusia Baru
    Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. (Efesus 2:14-16)

    Dosa membuat manusia terpisah dari Allah dan sesama. Dosa mengakibatkan Adam dan Hawa saling mempersalahkan satu dengan yang lainnya. Begitu umat Tuhan saling mempersalahkan dan saling tuding, itu menunjukkan ada dosa diantara kita yang menyebabkan manusia kehilangan persekutuan dengan manusia. Hari-hari ini roh yang menguasai dunia adalah disunity / roh perpecahan. Ini bukan waktunya lagi untuk saling menuding, melainkan waktu untuk saling mengulurkan tangan karena Kristus mati supaya kita unity dan tidak bertengkar. Kita mulai buka tangan yang selebar-lebarnya, pintu maaf yang sebesar-besarnya. Inilah karakter manusia baru.

    Dan setelah Tuhan memper-satukan sesama manusia, tidak ada kulit, ras, dan golongan lagi, maka manusia kemudian dipersatukan dengan Allah. Manusia beroleh perdamaian dengan Tuhan. Pertanyaannya, mungkinkah manusia bisa bersekutu dengan Tuhan?

    Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Seperti ada tertulis:

    “Manusia pertama, Adam menjadi mahluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.” (1 Korintus 15:44-47)

    Ada Adam pertama, dan ada Adam kedua yaitu Kristus. Adam pertama diciptakan dari debu tanah. Adam kedua bukan diciptakan dari debu tanah tapi disebut ‘Man From Heaven’. Adam kedua adalah Kristus yang adalah Allah itu sendiri. Kalau orang belum menerima Kristus sebagai Tuhan dalam kehidupan-nya ia hanya Adam yang pertama yaitu manusia yang diciptakan dari debu tanah. Ada hukum debu kembali kepada debu (Kej 3:19). Mati kembali menjadi debu. Dari kesia-siaan kembali kepada ke sia-siaan. Tetapi Adam yang kedua, Adam yang rohani datang. Adam yang kedua membangkitkan, melahirkan kita dari air dan roh. Ada benih ilahi dalam kehidupan kita yang mengakibatkan kita tidak bisa mati tetapi akan hidup kekal bersama-sama dengan Dia.

    Manusia baru tidak berbuat dosa lagi karena kuasa dosa mati di dalam Dia. Manusia baru lepas dari kuasa dosa.

    Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17-18 )

    Manusia jasmani kita yang terbuat dari debu, manusia alamiah kita mati bersama dengan Kristus dan bangkit dalam kemuliaanNya. Dosa tidak berkuasa atas kita, seisi keluarga dan gereja. Gereja akan tampil suci, kudus dan penuh kemuliaan Tuhan. Manusia baru yang akan bertemu dengan Tuhan karena darah dan daging tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Selama tubuh alamiah kita belum mati, kita tidak bisa bangkit. Yang dibangkitkan itu adalah tubuh kemuliaan kita. Manusia rohani kita akan dibangkitkan dan itu terjadi pada waktu kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

  3. Kasih
    Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. (1 Korintus 14:1)

    Kalau kita tidak mempunyai kasih, apapun yang dimiliki semuanya tidak berguna. Segala pengetahuan, iman, bahkan berbahasa roh sekalipun tanpa kasih, akan sia-sia. Bukannya orang yang berseru, “Tuhan, Tuhan” akan masuk dalam Kerajaan Sorga tapi dia yang mengeluarkan buah yang baik, melayani dengan penuh kasih. Kasih itu adalah dasar.

    Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. (1Korintus 8:3 )

    Tuhan mengenal orang yang mengasihi Dia karena kita mempelaiNya. Jangan sampai Tuhan berkata, “Enyahlah engkau pembuat kejahatan, Aku tidak kenal engkau” karena kehidupan yang tanpa kasih ini.

  4. Persembahan
    Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Matius 19:21)

    Lebih berbahagia memberi daripada menerima, mengasihi daripada dikasihi. Mengasihi identik dengan memberi. Gereja yang sempurna adalah gereja yang memberi, bukan meminta. Alkitab berkata,


    “Hendaklah kamu sempurna sama seperti Bapamu sempurna.” (Matius 5:48).

    Orang yang berbahagia adalah orang yang memberi. Waktu kita memberi akan berbahagia. Makin banyak memberi makin berbahagia. Matius 19:21 diatas berkata, “Pergi, juallah seluruh hartamu maka engkau akan memperoleh kebahagiaan.”

    “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” (Maleakhi 3:10)

    Ini adalah rahasia dalam memberi yaitu pemberian itu membukakan tingkap-tingkap langit. Windows of heaven / floodgates of heaven yang artinya adalah pintu atau jendela surga. Persepuluhan bukan hanya berbicara uang. Waktu memberi perpuluhan, Tuhan membukakan pintu surga dan mencurahkan berkat berkelimpahan atas kita. Perpuluhan kunci membuka pintu surga. Kalau surga isinya hanya uang, orang kaya tidak tertarik sebab mereka memiliki banyak uang. Tetapi surga berbicara mengenai damai sejahtera, kebenaran dan sukacita oleh Roh Kudus serta kuasa (Roma 14:17). Damai tidak bisa dibeli. Hati yang gembira adalah obat. Kesembuhan terus mengalir. Salomo mempunyai segalanya tetapi tidak mempunyai damai. Kalau Saudara mempunyai damai, Saudara akan puas dan tidak akan terpengaruh dengan godaan dunia ini. Bawalah persepuluhan, maka damai Tuhan akan memenuhi hidup kita. Jika kita tidak bayar perpuluhan maka kita akan rugi besar.

  5. Unity
    “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga.” (Matius 18:19)

    Dua orang ‘in one accord’ / sepakat / unity, minta apa saja doa akan dikabulkan. Suami istri jangan bertengkar (1Petrus 3:7-8). Kalau bertengkar, doanya tidak akan dijawab. Kalau suami istri mengasihi Tuhan rumah tangga pun akan damai sejahtera.

  6. Aniaya
    “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Rasul 1:8 )

    Kata saksi berasal dari kata martir. Yesus menjadi martir, dianggap penjahat nomor satu pada masanya, sehingga orang lebih memilih Barabas daripada membebaskanNya.

    Stefanus dianiaya, dilempar dengan batu sampai mati (Kisah Rasul 7:55-56). Tetapi ia melihat surga terbuka dan terlihat Yesus berdiri menyambut . Bagi martir, berbahagialah karena Tuhan akan memberikan penghormatan yang seperti ini.

  7. Doa, Pujian dan Penyembahan
    “Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umatKu, dan umatKu, yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2 Tawarikh 7:13-14)

    Dalam bahasa aslinya ‘surga’ adalah ‘HASHAAMAYIM’, yaitu Surga tempat kediaman Tuhan. “…dan umatKu yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa mereka.” Waktu pintu surga tertutup, langit menutup berkatnya dan kesusahan melanda negeri.

    Di dalam Surga terdapat air, dan hujan (Ayub 38:29, Yesaya 55:10, Mazmur 147:16-17). Air melambangkan berkat Tuhan. Dalam Yesaya 55:10 dikatakan seperti hujan yang turun ke atas bumi yang tidak pernah kembali. Air, hujan masuk ke dalam tanah dan memberikan pertumbuhan kepada setiap benih yang ada, air tidak pernah kembali dengan sia-sia. Ketika pintu surga terbuka, maka hujan awal dan hujan akhir turun atas negeri ini. Hujan awal dan hujan akhir turun. Hujan awal dan hujan akhir berbicara tentang lawatan Allah dan berkat Tuhan. Waktu pintu surga dibuka, gereja mau berdoa memuji dan menyembah Tuhan, perkara dari surga turun atas negeri kita dan kutuk akan berhenti. Keterpurukan akan berhenti. Karena kalau Tuhan melawat, ada berkat yang berkelimpahan di situ. Padang gurun Tuhan ubahkan menjadi taman yang permai. Selama 40 tahun Tuhan memelihara umatNya dipadang gurun, gua singa adalah akhir dari orang-orang yang hidup di jaman Daniel. Tetapi gua singa menjadi tempat yang sangat indah bagi Daniel karena Tuhan ubahkan yang tidak baik menjadi baik. Lembah air mata adalah suatu tempat yang bagi setiap orang ingin dihindari. Pemazmur masuk lembah air mata, mengubahkan-nya menjadi mata air, karena ada Tuhan disitu. Sekalipun kita masuk dalam lembah bayang-bayang air mata tidak akan takut karena tongkat dan gadanya menyertai kita. Tuhan menyediakan hidangan dihadapan lawan kita dan piala kita akan penuh melimpah. Dimanapun kita berada kalau pintu surga terbuka, kita akan merasa aman.

Pakai setiap kunci untuk membuka dan mendatangkan berkat Tuhan. Surga tidak hanya punya satu pintu tetapi dikatakan windows of heaven. Masuk dan buka. Kita punya tujuan datang pada Tuhan, kita mulai membawakan negeri ini dihadapan Tuhan. Kapan Engkau akan memulihkan negeri ini? Kapan kami melihat setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku? Kapan kita bisa melihat kerajaanMu ditegakkan di Indonesia? KemuliaanMu seperti air menutupi lautan. Kita berdoa, “Tuhan Engkau berjanji akan membukakan pintu surga dan mencurahkan berkatMu berlimpah-limpah kepada setiap orang tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan. Kita berdoa semuanya dipenuhi Roh Kudus. Kita berdoa mengangkat beban negeri ini.

By: Pdt. R. Bambang Jonan

From: Bethanyr4.or.id

JcGenerationsHanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati seusai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, kemanapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Yosua 1:7-8

Tuhan tidak ingin melihat ada seorang pun diantara kita yang gagal dan berkekurangan. Kehendak Bapa di Surga yaitu agar semua anak-anakNya berhasil serta diberkati berlimpah-limpah. Bagaimana kiat untuk meraih keberhasilan itu?. Daud seorang gembala yang sangat miskin, kekayaannya hanya tiga ekor kambing domba. Tapi dia diangkat tinggi oleh Tuhan dan dijadikan berhasil. Menuliskan rahasia keberhasilannya Daud berkata begini,

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3)

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari kedua ayat diatas yaitu: perkatakan Firman Tuhan, merenungkannya siang dan malam serta bertindak hati-hati sesuai dengan Firman yang kita dengar dan mengerti. Apabila ketiga hal ini kita mengerti dan lakukan, saya percaya apapun yang Anda kerjakan pasti berhasil dan beruntung.

Permasalahannya:
Bagaimana Firman itu bisa bekerja dalam kehidupan kita sehingga apa yang dikerjakan dan lakukan akan berhasil?

Lukas 8:4-15 menceritakan perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang penabur yang sedang berjalan hendak menaburkan benih. Benih pertama jatuh dipinggir jalan, lalu datanglah burung memakan benih itu dan hilang lenyap. Benih kedua jatuh di tanah berbatu-batu, batu menghimpit benih itu sehingga tidak bisa berbuah. Benih ketiga jatuh ditanah yang ada semak duri. Benih itu tumbuh tetapi dihimpit oleh semak duri dan tidak bisa berbuah. Benih keempat jatuh di tanah yang subur dan berbuah seratus kali lipat.

Benih yang jatuh di pinggir jalan, yaitu orang yang mendengar Firman tetapi tidak percaya. Dia berkata, Firman ini bukan buat saya tetapi buat orang lain. Kalau Anda tidak percaya pada kekuatan Firman, benih itu tidak bisa bertumbuh dalam kehidupan kita.

Benih yang jatuh di tanah berbatu-batu, yaitu orang yang mendengar Firman, menerimanya dengan gembira tetapi tidak berakar. Percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Pada hari-hari terakhir banyak orang senang diajar dan senang mendengar firman Tuhan tetapi tidak mau menjadi pelaku. Iman tumbuh karena pendengaran akan firman Tuhan namun ia hanya akan menjadi sempurna apabila disertai dengan perbuatan. Iman tanpa perbuatan sama dengan nol besar. Orang yang tidak berpegang teguh pada Firman, perjanjian Tuhan, cepat atau lambat akan murtad.

Benih yang jatuh di semak duri, yaitu orang yang telah mendengar Firman itu dan oleh perkembangan selanjutnya terhimpit oleh kenikmatan, kekayaan dan kemakmuran hidup sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Dulu sebelum diberkati senang doa puasa, rajin ibadah rajin. Tapi begitu diberkati, mulai jauh dari Tuhan. Semak duri mulai menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Benih yang jatuh di tanah subur, yaitu orang yang setelah mendengar firman itu menyimpannya dengan baik dan tekun sehingga mengeluarkan buah. Benih itu berbuah seratus kali lipat.

Saya berdoa agar kehidupan saudara adalah tanah yang subur sehingga berbuah seratus kali ganda. Tuhan hanya memberikan satu persyaratan yang sederhana untuk berhasil dan beruntung yaitu kuatkan dan teguhkan hatimu.

Tetapi semua orang yang menerima Nya diberi Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:12-13)

Ayat tersebut merupakan kalimat kunci dari seluruh Firman Tuhan ini. Ada dua dampak yang terjadi pada saat kita menerima Firman Yang Hidup yaitu Tuhan Yesus Kristus. Yang pertama, Saudara akan menerima kuasa atau exousia. Artinya kemampuan, otoritas, power untuk dapat melakukan pekerjaan sehingga apa yang Tuhan lakukan, itu juga akan saudara lakukan. Jangan lupa langit bumi dan isinya diciptakan oleh Allah Bapa dengan perkataan (Firman) yang keluar dari mulut Nya. Yang kedua, firman itu akan menjadikan kita manusia baru. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Anda dilahirkan oleh Allah dan Roh sehingga dapat memanggil Nya Abba, Bapa.

Periksa dan renungkan apakah kelahiran baru yang kita terima itu sudah sempurna sehingga berhak memanggil Allah itu Bapa. Ada lima ciri dari anak-anak Tuhan.

Ciri yang Pertama, Tidak Dapat Berbuat Dosa

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (1 Yohanes 3:9)

Dunia berkata, bagaimana mungkin tidak berbuat dosa?. Kalau Anda berkata tidak mungkin maka Firman ini akan dimakan burung dan hilang. Mari rubah pola pikir kita. Percayai Firman Tuhan dan katakan, “Saya bisa hidup kudus” supaya dosa tidak punya kekuatan dalam diri kita. Bagaimana firman bekerja dalam hidup kita?

Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan Nya dan dengan kekuatan Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus. (2 Tes.1:11)

Paulus pernah berkata dalam Roma 7:13-26 sebagai manusia celaka karena di dalam dirinya tidak ada sesuatu pun yang baik. Yang dimiliki Paulus sebagai seorang manusia adalah hanya kehendak tetapi bukan kemampuan untuk berbuat hal yang baik sehingga setiap kali mau berbuat baik, dia justru hal melakukan hal yang tidak baik. Paulus berkata bahwa itu bisa terjadi karena ada kuasa dosa dalam hidupnya yang mengakibatkan dia senantiasa melakukan yang tidak baik. Itu pula yang membuat setiap orang yang terikat dengan dosa berkata, mau berhenti tetapi tidak mampu. Tetapi terpujilah nama Tuhan karena Dia menganugerahkan Roh Kudus yang memberikan kekuatan kepada kita untuk dimampukan hidup kudus. Kekuatan Tuhan yang memampukan untuk hidup kudus.

Bahkan kalau ada seorang yang bisa berbuat baik kepada orang lain, masyarakat, atau gereja, dan berhasil dalam hidupnya, itu adalah karena kekuatan Tuhan yang memberikan kemampuan kepada orang itu sehingga ia hanya dapat berkata, “Semua karena anugerah Nya” Jangan ada seorangpun yang berkata, “Oleh karena kekuatan tanganku lah aku melakukan semuanya” Biarlah Yesus yang ditinggikan lebih dari segalanya.

Ciri yang kedua, Hanya melakukan kebenaran semata

Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada Nya. (1 Yoh.2:29)

Kalau Allah itu adalah Bapa kita maka perbuatan kita seharusnya juga adalah kebenaran semata. Pohon yang baik pasti akan mengeluarkan buah yang baik. Semua jadi orang benar. Dan kalau jadi orang benar, Alkitab berkata berkat Tuhan ada di atas kepala orang benar (Amsal 10:6) Saudara tidak usah mencari berkat, berkat Tuhan akan mencari Anda. Kemanapun Anda pergi pasti berhasil dan beruntung karena Allah memberkati berlimpah-limpah.

Ciri yang ketiga, Saling mengasihi satu dengan yang lain

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (1 Yoh.4:7)

Beberapa waktu lalu, Saudara-saudara kita di beberapa daerah Pulau Nias tertimpa bencana banjir dan tanah longsor. Gereja harus bersikap nyata menunjukkan kasih menghadapi hal ini. Pikirkan bagaimana seandainya yang ditimpa bencana itu saudara kita sendiri. Saya menghubungi bagian keuangan gereja untuk segera mengirimkan bantuan ke Nias. Bahkan GBI Bethany Jakarta dan Bandung pun turut serta mengambil bagian mengirimkan bantuan bagi Nias melalui GBI Kemah Daud Medan.

Ini waktunya bagi gereja untuk tidak menjadikan kasih itu sebagai sloganistis belaka tapi mewujudkannya dalam tindakan nyata. Jangan sampai tembok gereja membatasi kita dengan lingkungan sehingga tidak merasakan penderitaan orang lain.

Ciri yang keempat, Mengalahkan dunia

Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? (1 Yoh.5:4)

Pada waktu menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan katakan, “Beranakcuculah, penuhilah bumi, dan taklukkan itu.” (Kejadian 1:28 ) Tuhan memberikan otoritas dan kuasa kepada kita untuk menaklukkan bumi ini. Alkitab menggunakan kata conqueror yang artinya adalah pemenang, penakluk. Orang yang menang terhadap dunia. Kalau Saudara mengikuti petunjuk firman Tuhan untuk merenungkan Firman itu siang malam dan melakukannya maka kemanapun engkau pergi pasti akan berhasil.

Ciri yang kelima, Iblis tidak bisa berkuasa atas kita

Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya. (1 Yoh.5:18 )

Setiap yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Begitu Anda menerima Kristus, Firman Yang Hidup dan mengijinkan Firman itu bertumbuh terus sehingga mencapai kesempurnaan berlipat seratus kali ganda maka Firman itu akan melindungi serta menjadi perisai bagi dirinya. Sesuatu yang jahat tidak bisa menjamah kehidupan saudara (Amsal 30:5). Artinya Iblis tidak memiliki hak sedikitpun dalam kehidupan saudara dan Allah akan memberikan kemenangan yang luarbiasa dalam hidup Anda.

Mari buka hati Saudara supaya Firman Tuhan itu bisa tumbuh subur dalam kehidupanmu dan segala apa yang dikerjakan akan dibuatNya berhasil. Tuhan memberkati.

By: Pdt. R. Bambang Jonan

From: Bethanyr4.or.id

JcGenerations“Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” ( Matius 24:32-36)

Injil Matius pasal 24 & 25 adalah dua pasal yang paling penting dalam menghadapi datangnya hari-hari terakhir, sebelum dan setelah kedatangan Tuhan Yesus untuk kali kedua di bumi ini. Dalam kedua pasal ini Tuhan Yesus memberitahukan tanda-tanda kedatanganNya yang kedua dan apa yang akan terjadi setelah itu. KedatanganNya yang pertama sudah digenapi 2.000 tahun yang lalu, dimana Ia lahir sebagai Juruselamat dunia dan saat ini kita semua sedang menantikan kedatanganNya yang kedua dimana Ia akan datang untuk memerintah dunia selama 1.000 tahun sebagai Raja diatas segala raja.

Dalam Alkitab: Pohon ara selalu berbicara tentang Israel sebagai suatu bangsa. Pada tahun 70M, Israel dikalahkan oleh kerajaan Romawi, yang mengakibatkan terpencarnya mereka ke seluruh dunia, dan selama lebih dari 1.875 tahun, Israel tidak memiliki tanah air. Mereka tinggal sebagai orang asing/pendatang di bangsa-bangsa. Baru pada tahun 1948, atas prakarsa dari Inggris Raya, Israel dilahirkan kembali sebagai suatu bangsa dan memperoleh pengakuan dari PBB, sehingga mereka kembali ke tanah perjanjian.

Lahirnya Israel sebagai suatu bangsa telah menggenapi nubuatan Tuhan Yesus mengenai perumpamaan tentang pohon ara. Kita tahu apabila ranting-rantingnya telah melembut dan mulai bertunas, maka waktu kedatanganNya sudah dekat. Lalu apa yang harus dilakukan oleh murid-murid untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua ?

Matius 24:14 adalah jawaban yang paling Alkitabiah, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Pemberitaan Injil Kerajaan adalah panggilan kepada seluruh tubuh Kristus dalam menyambut dan mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, sebagai Raja Damai. Berikut di bawah ini adalah renungan singkat tentang ba-gaimana cara kita sebagai gereja memberitakan Injil Kerajaan pada hari-hari terakhir.

  1. Apa arti dari kata “Injil Kerajaan” ?

Suatu pagi saya datang ke kantor gereja lebih awal dari yang lain. Saat itu belum ada seorang pengerjapun yang tiba, keadaan kantor masih sangat sunyi. Saya mengambil Alkitab dan mulai membaca. Sementara larut dalam pembacaan tersebut, tiba-tiba Roh Kudus bertanya kepada saya: “HambaKu, menurut engkau apa arti dari Injil ?”, tiba-tiba saya teringat ayat dalam Roma 1:16-17 lalu saya menjawab:” Injil adalah rahasia kekuatan Allah yang menyelamatkan orang yang percaya.” . Kemudian Roh Kudus bertanya untuk kedua kalinya: “Sebutan apa yang diberikan oleh Alkitab bagi orang yang memberitakan Injil ?”, kembali saya teringat ayat dalam II Kor 5:18-19 dan menjawab: “Pelayan pendamaian, Tuhan, dan pelayanannya disebut pelayanan pendamaian.” Suara itupun berhenti.

Pagi itu Roh Kudus mengajarkan suatu pengertian yang sangat berharga kepada saya, yaitu bahwa berita Injil adalah berita pendamaian yang menceritakan karya agung Tuhan Yesus. Ia telah memperdamaikan manusia yang berdosa dengan diriNya yang tanpa dosa. Dengan jelas saya melihat bahwa melalui Injil, murid-murid Tuhan Yesus membawa kabar damai kepada dunia. Sebagai orang percaya kitapun disebut murid-murid Yesus, bila kita punya permasalahan yang membuat kita sulit untuk berdamai dengan sesama orang percaya atau sesama hamba Tuhan, dapatkah kita memberitakan Injil yang isinya adalah berita tentang pendamaian ?

Fil 1: 15, “Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang meberitakan-Nya dengan maksud baik (karena kasih).”

Saya berdoa agar kita semua memberitakan Injil bukan karena dengki dan perselisihan, melainkan hanya oleh karena kasih.

  1. Bagaimana cara murid-murid memberitakan Injil ?

Tidak dapat dipungkiri bahwa metode atau cara penginjilan akan selalu mengalami perubahan dari jaman ke jaman sesuai dengan tuntunan yang Tuhan berikan. Alkitab mencatat pada hari-hari terakhir akan muncul nabi-nabi palsu, guru-guru palsu. Siapakah mereka ? Mereka adalah orang–orang yang hidup dalam hawa nafsu dan keserakahan (2Pet2:2-3). Lalu bagaimana cara kita mengenali mereka ? Alkitab dalam Matius 7:20 dengan jelas menyatakan bahwa dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Gereja, saya percaya bahwa pemberitaan Injil yang paling effektif dan sangat Alkitabiah pada hari-hari terakhir adalah pemberitaan Injil melalui cara hidup kita sebagai hamba-hamba Tuhan yang melayani. Apakah cara hidup kita membuahkan buah Roh atau buah yang lain.

Firman Tuhan tidak pernah mencatat bahwa seorang hamba Tuhan akan dikenal melalui karunia-karunia Roh yang ada padanya, melainkan melalui buah Roh yang keluar dari kehidupannya.

Hari-hari ini muncul semacam gerakan yang dilakukan oleh sebagian dari para hamba Tuhan internasional, dimana mereka mulai memisah-misahkan pelayanan menurut karunia-karunia Roh yang ada pada hamba-hamba Tuhan tertentu (sesuai dengan yang ada dalam Efesus pasal 4:11). Mereka mendirikan organisasi Para Rasul, organisasi Para Nabi dan sebagainya.

Alangkah baik dan indah bila orang dapat mengenal kita sebagai seorang hamba Tuhan karena BUAH ROH dan bukan karena KARUNIA ROH.

Mengapa ‘buah’ menjadi begitu penting pada hari-hari terakhir ? Galatia 5:6 “ …….,hanya iman yang bekerja oleh kasih.”

Banyak orang senang mengejar karunia Roh seperti : karunia mujijat untuk mengadakan tanda-tanda ajaib, karunia kesembuhan untuk menyembuhkan banyak orang, mengusir setan dll. Namun tidak banyak yang mau mengejar kehidupan yang mengeluarkan buah Roh. Karunia-karunia Roh tentu baik dan bagus, tetapi kasih adalah buah Roh yang pertama, dan Alkitab mengajarkan bahwa : iman (karunia) hanya akan bekerja oleh karena buah (kasih). Buah akan membawa kita kepada akhir karena karunia akan berhenti, tetapi buah akan tinggal tetap.

Buah dan karunia tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kita boleh punya segala sesuatu tetapi apabila kita tidak memiliki kasih maka semua akan sia-sia. Kita boleh memiliki karunia-karunia Roh yang luar biasa, tetapi tanpa buah Roh, kita adalah gong yang gemerincing.

Jadi mana yang harus kita utamakan, mengejar buah atau mengejar karunia ? Saya percaya bahwa pelayanan pemberitaan Injil melalui pendekatan buah Roh seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikkan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri, adalah metode penginjilan yang paling tepat pada hari-hari terakhir ini, karena tidak ada satu hukumpun yang dapat menentang hal-hal itu.”

  1. Apa yang terjadi bila gereja tidak memberitakan Injil ?

Pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar, bangsa akan bangkit melawan bangsa, perpecahan terjadi dimana-mana, orang hanya akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Ini juga yang sedang melanda gereja Tuhan. Ketika kita melihat semuanya itu terjadi, apa yang harus kita lakukan ? Tidak ada jalan lain kecuali memberitakan kabar baik, yaitu berita Injil.

Wahyu 19:10 “ …..Karena kesaksian Kristus adalah roh nubuat.”

Nubuat adalah karunia Roh Kudus yang diberikan Tuhan untuk gerejaNya. Karunia nubuat adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Apabila gereja berhenti memberitakan kabar baik hanya karena alasan adanya masa yang sukar, maka gereja akan kehilangan kemampuan untuk membuka rahasia tentang apa yang akan Tuhan lakukan pada masa-masa yang akan datang. Itu berarti gereja akan berjalan di dalam kegelapan. Jadi, sesuai dengan apa yang Alkitab ajarkan : Baik atau tidak baik waktunya, jangan berhenti menginjil.

Tuhan Yesus memberkati.

JcGenerations

Written by: Fernando Ortega

VERSE 1:
           C             Am
In the morn-ing when I rise,
           F2            C
In the morn-ing when I rise,
           Am            F  Fmaj7  F6  Dm  G  C
In the morn-ing when I rise give   me  Je  -  sus.

CHORUS:
         Em   Am            F   C
Give me Je - sus, give me Je - sus.
         F/A            C/G
You can have all this world,
              F2  C
But give me Je - sus.

 Csus      C         Csus
[ / / / / | / / / / | / / / / ]

VERSE 2:
     C           Am
And when I am alone,
         F           C2  C
Oh, and when I am alone,
     F2          C/E         Dm7  G  C
And when I am alone give me Je   -  sus.

VERSE 3:
     C              Am
And when I come to die,
         F              C2  C
Oh, and when I come to die,
     F2             C/E          Dm7  G  C
And when I come to die, give me Je   -  sus.

TAG:
         F/A            C/G  Cmaj7/G
You can have all this world,
         F2             C/E
You can have all this world,
         Dm7            C/E
You can have all this world,
              F2  C
But give me Je - sus.

JcGenerations

Written by: Gerrit Gustafson, Eugene Greco & Don Moen

G   G/B   C2    Am
Might is our God
G   G/B   C2    Am
Mighty is our Lord
G   G/B    C2    Em
Mighty is our King
Am   Dsus   D
Ruler of everything

G   G/B   C2    Am
Might is our God
G   G/B   C2    Am
Mighty is our Lord
G   G/B    C2    Em
Mighty is our King
C        D    G
Ruler of everything

            F
His name is higher
                G
Higher than any other name
             F     (B) Am
His pow'r is greater
                   D
for He has created everything.

JcGenerations

Written by: Don Moen

D
Blessed be the name of the Lord,
G                          G  A2
blessed be the name of the Lord,
D			   G         A2
Blessed be the name of the Lord Most High

D
Blessed be the name of the Lord,
G                          G  A2
blessed be the name of the Lord,
D			   G         D
Blessed be the name of the Lord Most High

D
The name of the Lord is
G         D    (G-D)
A strong tower
                   A2  G
The righteous run into it
     G        D
And they are saved (2x)

Holy is the name of the Lord
Holy is the name of the Lord
Holy is the name of the Lord on high

Glory to the name of the Lord
Glory to the name of the Lord
Glory to the name of the Lord on high

JcGenerations

Written by: Matt Redman & Chris Tomlin

C2
You spread out the skies over empty space
E7sus
Said, "Let there be light;" to a dark and formless world
               C2   D G/B
Your light was born

C2
You spread out Your arms over empty hearts
Em7
said, "Let there be light;" to a dark and hopeless world
             C2
Your Son was born

    Am7                G/B             C2
You made the world and saw that it was good
    Am7            G/B              C2
You sent Your only Son, for you are good

D/F#                 C2
    What a wonderful Maker
                     Em7
    What a wonderful Savior
                        C2
    How majestic Your whispers
D/F#                    G
    and how humble Your love
                            C2
    With a strength like no other,
                       Em7
    and the heart of a Father
                      C2
    How majestic Your Whispers
D/F#                 Gsus  G
    What a wonderful God

C2
No Eye has fully seen how beautiful the cross
    Em7
and we have only heard the faintest whispers of
              C2
How great you are
    Gsus  G  Gsus
You God
    G             C2     D/F#
How majestic your whispers
                 Db2(#4)
What a wonderful God

JcGenerations

Written by: Chris Tomlin

E
We fall down
    B       C#m
We lay our crowns
          A           B
At the feet of Jesus

E               B       C#m
The greatness of mercy and love
           A          B
At the feet of Jesus

    E   B     A     C#m    B
And we cry, "Holy, Holy, Holy"
    E   B     A    C#m    B
And we cry, "Holy, Holy, Holy"
    E   B     A    C#m    B
And we cry, "Holy, Holy, Holy"
           E
Is the Lamb

Next Page »