Pdt. R. Bambang Jonan
“Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkanNya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.” (Yoel 2:23)
Tahun 2001 ini tuntunan Tuhan sangat jelas bagi kita yaitu suatu masa dimana hujan awal dan hujan akhir telah turun dengan lebatnya. Hari-hari ini adalah masa dimana Tuhan sedang mencurahkan pengurapan dan berkatNya yang berlimpah-limpah. Banyak orang menanti-nantikan hujan itu, namun bagi kita gerejaNya, tuntunan Tuhan jelas yaitu sekaranglah waktunya hujan awal dan hujan akhir itu sedang dicurahkan dengan deras.
Masalahnya adalah ketika hujan yang lebat telah turun, apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasinya? Sebab kalau kehilangan momentum lawatan Allah, kita tidak tahu kapan hal itu akan terjadi lagi.
Saudara yang mengikuti Retreat Pengerja di Berastagi atau Doa Pengerja di Jakarta bulan Desember 2000 lalu telah mengetahui bahwa tahun ini Tuhan memberikan prioritas kepada kita untuk menoleh dan melayani ke bangsa-bangsa. Sebelumnya pada Retreat Pengerja bulan Desember 1999 Tuhan memberitahukan bahwa kita harus mengotonomkan cabang-cabang yang ada. Dan itu sudah dilakukan sepanjang tahun 2000 yang lalu sampai sekarang. Otonomisasi tersebut dilakukan karena mulai tahun 2001 dan seterusnya kita akan melihat penuaian besar-besaran yang akan terjadi dalam pelayanan ini. Saudara akan lihat tahun 2001 Rayon IV yang meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akan mengalami hujan yang sangat besar. Nubuatan ini sudah lama saya dapat namun baru disampaikan sekarang.
Pada akhir tahun 2000 lalu saya mendapatkan nubuatan untuk melangkah ke bangsa-bangsa, melayani dari satu benua ke benua lain. Oleh sebab itu saya merasakan perlu untuk mengangkat deputi gembala di rayon IV yang akan menangani operasional pelayanan sehari-hari. Karena tahun 2001 ini tugas saya akan lebih banyak dalam hal berdoa berpuasa mencari wajah Tuhan dan melangkah ke bangsa-bangsa untuk menyampaikan pesan Tuhan.
Untuk melangkah ke bangsa-bangsa tentunya ada urutan yang harus dilalui. Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, setelah itu baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi. Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil apabila daerah Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik. Yudea dan Samaria berbicara tentang jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. Kalau ini tidak dikelola dengan baik, saya percaya pelayanan ke bangsa-bangsa itu tidak akan ada artinya. Karena Tuhan akan mempercaya-kan perkara yang kecil terlebih dahulu. Kalau kita lulus dalam perkara yang kecil baru Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar.
Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus kita lewati untuk sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu saya melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggungjawab Saudara. Saudara yang akan melayani di wilayah Yudea dan Samaria, baru nanti pelayanan daripada Saudara akan menentukan keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa. Dan sebaliknya, pada waktu saya memberkati bangsa-bangsa, maka berkat bangsa-bangsa akan memberkati kita. Siapa yang akan mendapat berkat bangsa-bangsa? Tentunya Saudara. Namun keber-hasilan saya sangat tergantung kepada Saudara juga yang melayani di wilayah Yudea dan Samaria.
Oleh sebab itu tahun 2001 ini kita tidak bisa melayani sendiri-sendiri. Tahun 2001 ini kita harus bersama-sama dalam satu program yang terpadu. Satu program yang betul-betul terpola dengan baik. Pada waktu saya mulai mengotonomkan masing-masing cabang, otomatis tanpa perlu disuruh lagi, Yesaya 54:2-3 menjadi beban Anda.
“Lapangkanlah tempat kemahku, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah meng-hematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah tali-tali kemahmu dan pancang-kanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”
Apakah saudara mau mendukung pelayanan di bangsa-bangsa? Saudara dapat melakukan itu dengan melayani sebaik-baiknya di Yudea dan Samaria. Jangan tinggalkan wilayah Yudea dan Samaria. Jangan puas hanya punya satu gereja. Hujan awal hujan akhir, hujan yang lebat telah turun. Berkat yang berlimpah-limpah bagi umat Nya. Banyak sekali manfaat daripada hujan sehingga ia identik dengan berkat yang berlimpah-limpah.
Kalau Saudara mau menerima lawatan dan berkat yang seperti hujan, maka Tuhan akan berkata, “Mana wadahnya?” Siapkan wadah, tempat untuk menampung air hujan itu. Kalau Anda tidak siapkan wadahnya, hujan akan terbuang dengan sia-sia. Namun kalau Saudara siapkan wadah sebanyak-banyaknya, tempat itu bisa menampung air hujan dalam volume yang besar. Sehingga hujan awal dan hujan akhir ini Saudara bisa simpan baik-baik.
Coba perhatikan kegerakan / lawatan Tuhan yang secara besar-besaran di seluruh dunia. Lawatan ini biasanya berlangsung tidak lama, singkat, hanya beberapa tahun. Wales tahun 1904 -1905 hanya sekitar dua tahun. Kupang, Ambon, Menado, lawatan Tuhan berlangsung tidak lama. Di Menado api pernah turun dari langit sampai pemadam kebakaran datang. Namun itu juga tidak lama. Saya percaya hujan itu juga tidak lama. Jadi kalau Saudara tidak siap ketika hujan turun, akan sangat rugi besar. Lihat Wales, dari 1904 sekarang tahun 2001, hampir seratus tahun lawatan yang sama itu belum kembali juga. Oleh sebab itu hari-hari ini saya mulai ingatkan lagi Yesaya 54:2-3.
Peter Wagner, pengarang banyak buku tentang pertumbuhan gereja menuliskan dalam bukunya bahwa, “Penginjilan paling efektif di muka bumi ini adalah dengan membuka gereja baru”. Anda bisa punya menara doa yang luarbiasa di gereja dan berdoa minta hujan turun namun ketika itu terjadi dan Saudara tidak punya wadahnya, air hujan akan ter-curah begitu saja tanpa dapat di-tampung. Atau kalaupun di-tampung namun hanya punya satu wadah yang kecil, air hujan itu hanya dapat ditampung sebatas tempat yang engkau sediakan.
Tuhan mengatakan bahwa, “Hujan mengakibatkan tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak” (Yoel 2:23-24). Namun yang menjadi pertanyaan adalah, kalau Anda tidak punya tempat pengirikan, apakah Tuhan akan mengirimkan gandumnya? Kalau anda tidak punya tempat pemerasan, apakah anggur dan minyaknya dikirim oleh Tuhan? Jawabannya pasti tidak sebab hal itu akan mengakibatkan gandum dan anggur serta minyak akan terbuang dengan sia-sia. Kalau hari-hari ini anda mempersiapkan diri untuk membuka wadah yang baru, untuk terus membuka cabang-cabang yang baru, dan terus membuka tempat sebanyak-banyaknya, maka saya percaya hujan akan turun dengan sangat lebatnya dalam kehidupan Saudara. Amin.
PEMBANGUNAN BAIT SUCI MENDATANGKAN BERKAT
Hagai pasal 2 ayat 16, 19 dan 20 dengan jelas menyebutkan bahwa pembangunan Bait Suci men-datangkan berkat.
“Maka sekarang, perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya. Sebelum ditaruh orang batu demi batu untuk pembangunan bait TUHAN. Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya – mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”
Firman tersebut menggetarkan iblis sebab ia tidak suka bila kita diberkati. Namun pesan saya, jangan takut untuk membuka gereja dan cabang baru. Mungkin Saudara akan menghadapi goncangan yang makin besar karena hal itu. Namun makin besar goncangannya, makin besar berkat yang akan Saudara terima dari Tuhan. Jangan takut Anda kekurangan akibat usaha membuka banyak gereja dan cabang tersebut. Saya sangat yakin akan berkat dari hujan awal dan hujan akhir itu. Saya percaya kalau Saudara berjalan benar dengan Tuhan, berkat pasti tidak akan habis-habisnya. Saya percaya pasti Tuhan siapkan berkat untuk membiayai semua itu.
Sekarang hujan telah turun bagi kita. Lakukan ketiga hal ini dalam kehidupan dan pelayanan Saudara.
Pertama, siapkan wadah sebanyak-banyaknya. Jangan ditahan-tahan, nanti Saudara akan sangat rugi. Mulai perhatikan kalau ada gedung-gedung atau tempat-tempat yang kosong. Mulai membuka ibadah di tempat itu. Hujan telah turun, Tuhan akan memberkati Anda dengan sangat luarbiasa.
Kedua, unity. Dua tahun yang lalu Tuhan pernah berbicara pada kita tentang Penuaian Besar seperti apa yang dilukiskan dalam kitab Yohanes pasal 21. Satu waktu Yesus mendatangi murid-muridNya di pantai Danau Tiberias dan bertanya, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?” Jawab mereka, “Tidak ada.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Seratus lima puluh tiga ekor ikan besar-besar namun jala mereka tidak koyak.
Saya beli satu buku di Inggris yang menceritakan mengenai tradisi Yahudi pada waktu Tuhan Yesus hidup. Ketika Kisah 20 saya buka di buku itu ternyata buku itu menceritakan dua perahu berjalan seiring bersama-sama dan ditengah-tengahnya jala berjalan seperti pukat harimau. Dalam Yohanes 21 dikatakan bahwa jalanya tidak robek dan semua ikan yang didapat itu dapat ditampung. Mereka semua bersatu (unity) untuk membawa ikan itu ke darat. Ini adalah kunci penuaian. Penuaian 2001 tidak lagi bisa dilakukan sendirian karena lebatnya hujan yang akan turun. Harus bekerjasama dengan gereja yang lainnya.
Ini adalah penting karena Tuhan mulai berbicara kepada saya dari tahun lalu bahwa kita ini adalah gembala kota. Saya akan bertanya berapa banyak penduduk kotamu, dan berapa persen dari antaranya ada di gerejamu? Kita harus bekerjasama dengan yang lainnya supaya bisa memenangkan kota. Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan para pemimpin gereja untuk berdoa bersama. Dalam pertemuan itu saya diminta untuk memimpin dalam doa peperangan. Beberapa hari kemudian, sebelas bom tersebar di Medan. Seharusnya bom ini diledakkan pada jam ibadah sedang berlangsung. Tapi aneh bin ajaib, bom yang ada di Medan semuanya disetel untuk meledak pada pukul 24.00 wib. Sangat tidak masuk akal. Saya percaya mereka sebenarnya berencana menyetel jam 19.00 wib namun dibutakan oleh Tuhan sehingga disetel jam 24.00 wib. Allah kita dahsyat.
Kenapa Tuhan melindungi kota Medan dari serangkaian teror bom di malam Natal lalu? Karena gereja-gereja yang ada di Medan bersatu (unity). Sekarang ini bukan masanya lagi membanggakan gereja sendiri. Yang top itu Tuhan Yesus, kita ini hanya hamba. Begitu kita mau unity, kita percaya Tuhan akan memberkati berlimpah-limpah. Haheluya!
Ketiga, serius dengan Tuhan. Hari-hari ini jangan main-main, seriuslah dengan Tuhan. Lakukan segala sesuatu dalam pelayanan seperti untuk Tuhan dan bukannya manusia. Jangan anggap enteng kehadiran Tuhan. Karena lawatan Tuhan sekarang ini tergantung dari kesiapan kita menerimanya. Terhadap orang yang setia Tuhan berlaku setia. Terhadap orang yang tidak bercela, Tuhan berlaku tidak bercela. Terhadap orang yang menganggap enteng, Tuhan juga berlaku seperti itu. Ada hukum tabur tuai, apa yang kita tabur itu juga yang akan dituai.
“Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mataNya. Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang-orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.” (2 Samuel 22:26-27).
“Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!” (Yeremia 48:10)
Jangan lalai melaksanakan pekerjaan Tuhan. Kalau Tuhan yang suruh, ikuti saja tanpa perlu membantah. Saya ingat pengalaman sewaktu mulai membuka ibadah di Medan Plaza. Waktu itu tidak ada uang sama sekali namun begitu mulai melangkah seketika itu juga Tuhan menyediakan segala yang diperlukan. Roma 1:17 berkata, “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Seriuslah dengan Tuhan. Kalau kita setia pada perkara yang kecil maka Tuhan memberikan perkara yang lebih besar. Kalau perkara kecil sudah tidak setia bagaimana Tuhan sediakan hal yang lebih besar lagi. Tahun 2001 ini beberapa kontrak gedung tempat ibadah kita sudah habis masa kontraknya. Hati-hati. Mungkin kelihatannya kecil namun kalau tidak diperhatikan, bisa menghambat terselenggaranya ibadah di tempat tersebut. Saya ingat Januari 2000 tahun lalu sempat hampir tidak bisa ibadah di HDTI karena lalai memperhatikan masa kontrak gedung tersebut. Waktu kita perhatikan perkara-perkara yang kecil Tuhan akan mempercayakan perkara yang lebih besar lagi sehingga DIA membawa kita dari satu kemuliaan kepada kemuliaan berikutnya. Amin.
From: Bethanyr4.or.id