Disini aku menangis berkalung api
Masih tetap disini seperti terakhir engkau tinggalkan
Menyusu bersama air mata
Bermain dengan tanda tanya
Aku tumbuh seliar rimba
Dan ahli dalam memintal kesepian
Gagahku adalah semerbak jalanan
Duka adalah ayah kandungku
Nestapa adalah saudara sejatiku
Ibunda jangan pernah tangisi aku
Pergilah dan jangan titipkan iba setitikpun
Damailah meninggalkanku dalam doa
Pergilah rahim yang mengandungku
Bersama kebahagian terselip disenyumku
Disini aku tersungkur
Masih tetap disini seperti terakhir engkau titipkan
Rebah dan bahkah terkapar
Dirawat bersama kepedihan
Terobati oleh jeritan
Mulutku disuapi penghinaan
Mataku dimanjakan penghianatan
Akalku dijejali kecurigaan
Hatiku ditanami fitnah
Ibu… jangan hentikan langkahmu
Pergilah dan berlalu tinggalkan deritaku
Jangan menatap beban yang merangkul nafasku
Ibu… teruslah melangkah
Pergilah bersama damai anakmu
Panjatkan rayu kepada Sang Baginda
Agar sudi mengangkat aku yang terluka ini
Dari medan perang yang aku tidak pernah tahu
Kapan akan berakhir….
Ibu…
Jangan pernah sia-siakan air mata mu
Pergilah ibu…
Demi aku buah hatimu…
28.07.10
۩ ۩ ۩

8 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
27 Juli 2010 pada 7:25 pm
IstanaPujangga
Thanks sob..
27 Juli 2010 pada 6:11 pm
astrid
aku jatuh cinta
pada puisi kamu yang ini…
luar biasa … Sob !
28 Juli 2010 pada 7:24 am
IstanaPujangga
Thanks bro atas kunjungannya… Apa yang bro Rudy rasakan, itu juga yang aku rasakan.. Kita sama-sama ditinggalkan oleh ibu yang kita sayangi… Tetap semangat bro… sukses selalu…
28 Juli 2010 pada 3:31 am
Rudy
Broo Puisi ini mengingatkan ku pada ibu ku yg tlah di panggil ke alam kubur . . .
tp hebat Broo Puisi mu ini ku sungguh terharu dan ingin menagis klo membaca puisi ini . . .
28 Juli 2010 pada 1:12 pm
IstanaPujangga
Karena itu pengalaman bathinku sista (???)
, but thanks atas kunjungannya sista…
28 Juli 2010 pada 12:22 pm
indah
puisi nya sedih euyy…but aku suka semua puisi2 mu bro….
like this
28 Juli 2010 pada 7:56 pm
Leonardo
Salam hangat… Teriring dengan Saya membaca puisi anda, ada perasaan mendalam yang memberikan suatu perasaan yang teramat-sangat hebat. Karya yang dapat memberikan nafas semangat baru dalam mengelolah kehidupan yang lebih baik. Saya yakin setiap orang yang dengan perasaan menghayatinya akan mendapatkan makna-makna dalam kehidupan. Maju terus karena disetiap perjuangan akan menghasilkan kebebasan.
1 Agustus 2010 pada 2:29 am
IstanaPujangga
Salam hangat dalam kasih…
Terima kasih atas kunjungan serta masukan terhadap puisinya, sukses selalu saudaraku…