Disini aku menangis berkalung api
Masih tetap disini seperti terakhir engkau tinggalkan
Menyusu bersama air mata
Bermain dengan tanda tanya

Aku tumbuh seliar rimba 
Dan ahli dalam memintal kesepian
Gagahku adalah semerbak jalanan
Duka adalah ayah kandungku
Nestapa adalah saudara sejatiku

Ibunda jangan pernah tangisi aku
Pergilah dan jangan titipkan iba setitikpun
Damailah meninggalkanku dalam doa
Pergilah rahim yang mengandungku
Bersama kebahagian terselip disenyumku

Disini aku tersungkur
Masih tetap disini seperti terakhir engkau titipkan
Rebah dan bahkah terkapar
Dirawat bersama kepedihan
Terobati oleh jeritan

Mulutku disuapi penghinaan
Mataku dimanjakan penghianatan
Akalku dijejali kecurigaan
Hatiku ditanami fitnah

Ibu… jangan hentikan langkahmu
Pergilah dan berlalu tinggalkan deritaku
Jangan menatap beban yang merangkul nafasku

Ibu… teruslah melangkah
Pergilah bersama damai anakmu
Panjatkan rayu kepada Sang Baginda
Agar sudi mengangkat aku yang terluka ini
Dari medan perang yang aku tidak pernah tahu
Kapan akan berakhir….

Ibu…
Jangan pernah sia-siakan air mata mu
Pergilah ibu…
Demi aku buah hatimu…

28.07.10

۩ ۩ ۩

Share/Bookmark