Sesaat, mataku terbuka
Dari lelapnya kemilau kota
Kuterbangun dari bisingnya kehidupan
Terpukau bersama takjub yang lama mengusik rasa
Sesaat, jemariku menyentuh titik cakrawala
Oh Penciptaku…
Siapakah aku ini di balik kubah cakrawalaMu?
Nan luas terbentang sepanjang mata memandang
Sesaat, kerinduanku meluap tak terbendung
Dari kejauhan terdengar irama dedaunan
Dan suara alam memanggilku penuh kemesraan
Jiwaku bergejolak ingin rasanya segera pulang…
Menuntaskan dendam akan liarnya belantara
Sesaat, tanah bergambut serasa menelan langkahku
Bola mataku liar memandang rindangnya pepohonan
Kini ku berteman kicauan burung meredam gundah di hati
Langkahku terhenti diantara embun yang bergelantungan diatas daun
Sungguh mempesona memanjakan gairah didada
Kian membiru rasa ditelan gemercik air mengalir diantara bebatuan
Seolah membisikkan ketenangan tiada tara
Sesaat, ingin rasanya tubuhku memeluk kokohnya gunung
Ingin kulucuti pesona perbuktitan terjal menantang
Terbang bersama hembusan angin yang menyambut tubuhku
Jiwaku meronta ingin segera keluar dari raga
Jiwaku memohon perdamaian dengan alam semesta
Segera akan ku tuntaskan rindu…
Bersama keagunganMu Tuhanku
01.08.10
۩ ۩ ۩

2 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
2 Agustus 2010 pada 2:25 am
cahayadejavu
mhmm…
…..rasanya,
kesejukan mengalir disepanjang nadiku
seakan aku berada dalam aliran darahmu
hingga dapat kupeluk gumpalan rindu
dalam detak jantungmu
… Sob,
perjuangan hidupmu masih panjang
seperti rumput yang selalu kan jadi rerumputan
kutitipkan jiwa dan ragamu
agar tetap sehat dan semangat… !
Salam Cahaya.
8 Agustus 2010 pada 8:19 pm
cahayadejavu
kemanakah kamu ?
lama tak menulis…
aku rindu tulisanmu
aku rindu kata kata yang kamu untai
begitu indah dan gagah
bagi hatiku yang lelah
tulis lagi ya Sob,
tentang apa saja
aku pasti suka…..