<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Joshua Cyber Generation's Indonesia</title>
	<atom:link href="http://jcgenerations.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jcgenerations.wordpress.com</link>
	<description>"Menjadi Garam Dan Terang Bagi Dunia Maya..."</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Mar 2009 01:05:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jcgenerations.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e10f25326ec33729557e4fcb57061117?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Joshua Cyber Generation's Indonesia</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Memberikan Pipi Kirimu</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/memberikan-pipi-kirimu/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/memberikan-pipi-kirimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 09:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[KHOTBAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[
Pdt. Eric Chang

Hari ini kita akan mempelajari Matius 5:38-42, kita membaca:
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=172&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong><br />
Pdt. Eric Chang</strong></span>
</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini kita akan mempelajari Matius 5:38-42, kita membaca:</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita semua tahu bahwa ajaran ini merupakan inti dari Khotbah diatas Bukit. Bahkan orang non-Kristen pun sangat familier dengan pasal Alkitab ini, meski mereka tidak tahu akan hal yang lain. Mereka semua telah mendengar tentang pasal ini. Pasal ini sangat terkenal. Mereka tahu ada yang unik dari ajaran Yesus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa Artinya Memberikan Pipi kiri?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apa arti dari pasal ini? Bagaimana kita dapat mengerti hal ini? Mungkin kita mendengar banyak orang berpendapat, &#8220;Ini berarti bahwa Yesus berkata kita tidak boleh membalas.&#8221; Apakah hanya itu yang ingin Yesus katakan-bahwa kita tidak seharusnya membalas? Jika itu yang Yesus maksudkan, mengapa Ia tidak hanya berkata, &#8220;Jika seseorang menamparmu, janganlah kamu membalas.&#8221; Mengapa Ia berkata &#8220;Siapapun yang menampar pipi kananmu berikanlah padanya pipi kirimu&#8221;? Bukankah ini memiliki arti lebih dari hanya tidak membalas? Jadi sebenarnya apa yang ingin Tuhan Yesus katakan? Bagaimana kita dapat memahami pasal ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saat membaca pasal ini akan muncul banyak pertanyaan dalam benak kita. Kita bertanya tentang: Apa manfaat, atau apa nilai spiritual jika pipi kanan ditampar dan kita memberikan pipi kiri untuk ditampar juga? Apa arti dari semuanya ini? Apa inti dari ajaran ini? Apa yang mau dicapai dengan semuanya ini? Jadi kita perlu mencari maknanya. Ada orang mengusulkan: &#8220;Artinya, di tahap yang lebih dalam, adalah anda harus mati kepada diri sendiri.&#8221; Makna itu sangat dekat dengan ajaran Yesus: mati kepada diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya adalah: Apakah maknanya &#8220;mati kepada diri sendiri&#8221;? Dalam gereja, kita telah terbiasa menggunakan istilah-istilah, yang artinya kita paham hanya secara samar-samar. Kita tidak begitu jelas apa makna yang sesungguhnya dari: &#8220;mati kepada diri sendiri&#8221;. Apa maknanya? Kita sering kali  menggunakan istilah-istilah yang kita pikir bahwa kita mengerti padahal kita tidak sesungguhnya mengerti apa yang mau disampaikan oleh istilah-istilah tersebut.  Banyak orang berpikir mereka bahwa mereka mengerti Firman Tuhan, tetapi saat dihadapkan dengan pertanyaan, mereka tidak dapat menjelaskan pemahaman mereka, dan mereka sadar bahwa mereka tidak sesungguhnya mengerti apa yang mereka katakan. Kita tidak ingin berada pada posisi ini. Kita mau mengetahui dengan tepat apa yang Firman Tuhan katakan pada kita. Dan kita tidak akan puas hanya dengan pengetahuan yang samar-samar yang sebenarnya sangat berbahaya karena kita beranggapan bahwa kita mengerti padahal sesungguhnya kita tidak begitu mengerti. Jika saya menanya kembali saat anda berkata, &#8220;Kita perlu mati kepada diri sendiri&#8221;, kira-kiranya sejauh mana anda dapat menjawab, kira-kiranya sejauh mana pemahaman anda akan artinya kalimat ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memukul Dengan Punggung Tangan &#8211; Menambah Penghinaan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengerti hal ini lebih lanjut, saya harus menunjukkan beberapa poin teknik, untuk membantu kita mengerti pasal ini dengan lebih tepat.  Perhatikan apa yang dikatakan: &#8220;Jika siapapun menampar pipi kananmu&#8230;&#8221;.  Dikatakan pipi kanan, sekarang pandanglah orang lain dan lihat bagaimana anda dapat menampar pipi kanan seseorang. Renungkan ini sejenak. Pipi kanannya di sebelah ini. Jika saya menghadapnya dan saya mau menamparnya, saya menampar pipi kirinya, bukan pipi kanannya. Satu-satunya cara saya dapat menampar pipi kanannya adalah dengan membalikkan tangan dan memukulkan dalam cara ini. Apakah anda memperhatikan itu? Firman Allah itu sungguh luar biasa! Tidak ada yang sia-sia, selalu ada poin yang sempurna di dalamnya. Anda ingin menampar pipi kanannya? Anda coba. Anda tidak dapat menamparnya dengan cara ini: anda harus membalikkan tangan ke belakang. Menggunakan pukulan belakang (backstroke), atau &#8216;backhand stroke&#8217; seperti pukulan yang digunakan seorang pemain tenis atau bulu tangkis.  Jadi untuk menampar pipi kanannya, anda harus menggunakan punggung tangan. Adakah signifikan dalam hal ini? Ini sangat berarti! Pukulan tersebut merupakan pukulan  yang sangat menghina, pukulan yang sangat menyinggung. Bahkan hari ini bagi orang Arab, memukul seseorang dengan punggung tangan merupakan penghinaan tertinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya telah meneliti hukum Yahudi tentang hal ini sebelumnya. Topik ini sangat menarik. Di bawah hukum Yahudi dikatakan bahwa jika anda menghina seseorang dan menamparnya, anda harus membayar denda atas kesalahan itu. Membayar denda sebesar 200 zuz menurut hukum Yahudi, yaitu sebanyak 200 dinar dalam peraturan Romawi. Jika anda memukul dengan telapak tangan, dan ia membawa anda ke pengadilan Yahudi, di hadapan satu atau tiga hakim, pengadilan kecil Yahudi, anda akan didenda 200 zuz. Itu jumlah yang banyak. Dengan uang 200 zuz cukup untuk membeli sebuah jaket yang bagus. (Saya memberitahukan anda hal ini karena zuz tidak berarti bagi anda) Berbicara dalam bahasa modern, anda dapat membeli jaket yang sangat sangat mahal dan bagus dengan uang 200 zuz. Anda akan didenda dengan uang sejumlah itu. Saya tidak tahu berapa harga jaket sekarang. Saya belum pernah belanja. Perkiraan saya mungkin sekitar 100 dolar. Saya tidak begitu yakin berapa harga sebuah jaket. Tapi bagaimanapun kita tahu, dendanya cukup tinggi.<br />
Tetapi, untuk sebuah tamparan yang menggunakan punggung tangan, anda akan didenda dua kali lipat di bawah hukum Yahudi. Anda akan dihukum dua kali lipat, yaitu, 400 zuz karena menampar seseorang menggunakan bagian belakang tangan anda.
</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi anda lihat, untuk memahami PB secara rinci, sering kali sangat penting untuk kita mengerti hukum Yahudi karena itu akan membantu kita untuk mengerti banyak hal dengan lebih jelas. Sayangnya, banyak karya-karya teknis ini tidak tersedia bagi pemimpin-pemimpin, tapi kita harus menguraikan detail-detail ini untuk membantu kita lebih jelas memahami Firman Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi kita lihat bahwa tamparan menggunakan punggung tangan dianggap sebagai penghinaan ganda dengan harga denda 2 kali lipat. Menampar seseorang bermakna merusak martabat seseorang, dan dibawah hukum Yahudi itu satu serangan yang sangat amat terhadap seseorang. Anda telah merusak martabatnya; anda telah merendahkan dia. Tapi menampar dengan membalikkan tangan, anda telah melipatgandakan penghinaan ke atasnya. Jadi ini satu poin teknis yang perlu kita perhatikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Prinsip Keadilan &#8211; Mata Ganti Mata</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada ayat 38 dikatakan: &#8220;Mata ganti mata, gigi ganti gigi&#8221;. Apa itu? Ini adalah prinsip keadilan. Prinsip keadilan ini juga terdapat dalam Taurat Musa. Prinsip ini bukan bagian dari 10 Firman Allah, tapi terdapat dalam Taurat Musa. &#8220;Mata ganti mata, gigi ganti gigi&#8217;. Ini adil atau tidak adil? Bukankah kita harus memiliki keadilan? Anda mengambil mata seseorang; anda kehilangan mata anda sendiri. Jika anda memenggal tangan seseorang, tangan anda akan dipenggal. Jika anda membunuh seseorang, maka anda juga mati. Nyawa ganti nyawa! Inilah prinsip keadilan. Inilah keadilan. Ini pantas. Harus begini! Harus ada cara untuk menegakkan keadilan di dunia. Kita tidak dapat hidup di dunia ini jika tidak ada keadilan. Anda dapat melihat bahwa masyarakat harus ada keadilan. Renungkan sejenak, jika tidak ada keadilan di dunia ini, apa akan terjadi?</p>
<p style="text-align:justify;">Pikirkan sejenak bagaimana jika tidak ada polisi. Saya dengar bahwa polisi di Montreal pernah mogok kerja. Menakjubkan! Polisi bisa mogok kerja!  Saya belum pernah mendengarkan hal itu sebelumnya. Tapi bagaimanapun, jika polisi mogok kerja, maka anda tahu apa akan terjadi. Dengan segera akan ada perampokan dan akan ada pembunuhan. Tentu saja akan terjadi banyak perampokan, karena ini kesempatan untuk melakukannya, pecahkan saja jendela toko saat polisi tidak ada di sana. Tiba-tiba kekacauan terjadi karena tidak ada yang menegakkan hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">Seluruh prinsip hukum berdasarkan prinsip &#8220;Mata ganti mata, gigi ganti gigi&#8221;, ini tidak selalu dilakukan secara leterlek, tapi gantirugi yang  sepadan akan dituntut. Sebagai contoh saat kita mengemudi mobil dan menabrak seseorang yang menyebabkan orang itu terluka. Nah, apa  yang pengadilan lakukan? Katakanlah anda menyebabkan matanya yang sebelah buta, anda harus bayar denda 50,000 dolar. Wah! Sebaiknya ambil mata anda saja. Mata anda lebih murah. Anda tidak mampu membayar 50,000 dolar. Anda  mematahkan kakinya, mereka menghukum anda 50,000 dolar lagi, atau 100,000 dolar atau berapapun jumlah dendanya. Saya tidak tahu pasti berapa besar denda yang harus dibayar untuk ini. Karena itulah begitu banyak orang  membeli asuransi karena tidak ada yang sanggup membayar denda sebesar ini. Anda tidak punya uang untuk membayar. Jadi daripada mengambil mata anda sebagai ganti-ini masih mata ganti mata, kaki ganti kaki, tangan ganti tangan-tapi daripada melakukannya secara harafiah, mereka menjatuhkan denda yang menurut mereka sepadan dengan harga kaki yang patah. Semahal mana harga sebelah kaki? Saya tidak pasti apakah 50,000 dolar atau 100,000 dolar? Jadi prinsip ini masih berlaku. Ia adalah dasar dari seluruh hukum. Inilah caranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hukum tidak ada pengampunan.  Perkataan itu tidak berguna di hadapan hakim. Mungkin anda berkata &#8220;Oh, Pak hakim saya minta maaf! Saya tidak akan melakukan hal itu lagi. Saya sungguh- sungguh menyesal&#8221; Dan anda berpikir hakim akan berkata &#8220;Ok! Ok! Kamu sungguh menyesal. Lupakan semuanya!&#8221; Tapi ia akan menjawab &#8220;Kakinya patah, aku tidak peduli seberapa besar penyesalanmu. Kamu harus membayar gantirugi.&#8221; Itulah prinsip hukum. Tidak ada pengampunan dalam hukum. Yang ada hanya keadilan. Seperti yang Yesus katakan dalam Mat 5:26: &#8220;Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana sampai engkau membayar hutangmu sampai lunas&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hukum Diperlukan untuk Mengontrol Dosa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi hukum merupakan kontrol bagi dosa. Mengingat masyarakat ini adalah masyarakat yang berdosa, anda harus menegakkan hukum untuk mengontrol dosa. Jika tidak, dosa akan merajalela. Sifat manusia kalau tidak dikontrol, tidak terbayangkan kejahatannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya telah mengingatkan sebelumnya, apa yang dapat manusia lakukan secara alami saat batasan hukum tidak ada lagi. Itulah alasan mengapa tentara yang pergi berperang di negara yang asing berperilaku seperti binatang liar-karena mereka tidak lagi di bawah hukum entah hukum negara mereka sendiri-karena mereka berada di negara asing-atau negara tempat mereka berada, karena ia dalam keadaan perang.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentara akan melakukan segala macam kejahatan, jika diberi kesempatan, kecuali Panglima Tertinggi mengontrolnya dengan ketat dan akan menghukum keras tentaranya sendiri. Bagaimanapun, biasanya kontrol agak longgar. Mereka mengizinkan tentara untuk memiliki cukup kebebasan, dan setelah itu apa terjadi? Pembantaian, perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan &#8211; segala sesuatu terjadi atau akan terjadi karena tidak ada batasan hukum.  Inilah alasannya mengapa tentara Jepang berperilaku seperti binatang liar di Negeri Cina, tetapi hal ini benar bagi banyak negara yang lain juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi kalau memang ini keadaannya dan hukum adalah suatu keharusan di dalam suatu masyarakat, maka mengapa anda berkata bahwa anda harus memberikan pipi kiri? Itu bertentangan dengan hukum. Bukankah ini suatu penghapusan hukum, jika anda berkata, &#8220;Ya, hukum mewajibkan mata ganti mata dst&#8221;, tapi kemudian anda tidak mematuhi hukum dan berkata, &#8220;Aku tidak keberatan ditampar beberapa kali, aku agak menikmatinya. Lanjutkan!&#8221; Apa ini? Apa yang terjadi di sini? Tampaknya ada sadisme yang terbalik, dimana anda menikmati penderitaan ketika dipukul. Jadi ajaran apa ini? Baiklah, apakah Yesus mengajarkan hal-hal yang seperti ini? Tidak sama sekali! Tapi bagaimana kita dapat mengerti hal ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memberikan Pipi Kiri &#8211; Penalaran Tuhan lwn Penalaran Manusia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memahami pasal ini, kita harus mengerti satu prinsip spiritual. Prinsip spiritual apa? Prinsip spiritual mengenai perbedaan di antara penalaran manusia dan penalaran ilahi. Dan poin ini yang kita harus, oleh kasih karunia Allah, memperjelaskan kepada setiap orang di sini- perbedaan vital antara penalaran manusia dan penalaran ilahi. Cara pikir Allah dan cara pikir kita, yaitu cara pikir manusia sama sekali berbeda. Seperti yang dikatakan Yesaya, Tuhan berkata &#8220;Sebab pikiran-Ku bukanlah pikiranmu, jalan-Ku bukanlah jalanmu.&#8221; [Yes 55:8] Apakah anda mengerti maksudnya? Lihat pasal ini dan anda akan melihat betapa besar perbedaan di antara jalan Allah dibandingkan dengan jalan manusia. Sama sekali berbeda! Dan pada hakikatnya menjadi Kristen berarti seluruh pikiran kita diperbaharui, ditransformasi dan diubahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya saat ini, gereja dipenuhi dengan orang-orang yang akal budinya belum diubahkan. Pikiran mereka masih pikiran yang lama. Mereka memakai pakaian baru, tapi di dalamnya masih lama. Mereka berperilaku, berpikir, dan berbicara seperti orang non-Kristen namun mereka mengakui diri sebagai orang Kristen. Dalam minggu-minggu ini, hati saya merasakan sangat berat dan sakit saat saya memperhatikan bahwa gereja kita, sama dengan gereja yang lain, dipenuhi dengan orang-orang yang berpikiran seperti manusia lama &#8211; pikiran duniawi, pikiran manusia. Saya tidak dapat menyembunyikan kekecewaan dan kejijikan saya akan semunya itu. Terus terang terkadang itu membuat saya sakit dan muak, sehingga saya mau berhenti. Saya hanya mau menyerah. Saya mengakui kepada kalian kelemahan saya. Terkadang saya merasa begitu frustrasi sehingga saya ingin meninggalkan semuanya. Saya ingin mengatakan, &#8220;Lihat! Jika kalian tidak mau diubahkan, tidak mau menjadi ciptaan yang baru, lanjutkan saja, jalankan gereja ini dengan caramu dan aku akan keluar. Lakukan dengan cara Tuhan atau lakukan dengan caramu sendiri dan jangan melibatkan aku.&#8221; Terdapat penghakiman, kritikan dan pikiran manusia-kita tidak boleh terus berada di dalam gereja dalam keadaan ini. Saudara-saudara, kita tidak dapat terus berada di dalam gereja dalam keadaan ini, kita harus diperbaharui.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ada di sini hanya untuk melakukan satu hal. Saya tidak di sini untuk membangunkan gereja demi membangunkan gereja apa saja. Saya tidak tertarik dengan ini. Saya di sini untuk membangun murid. Tuhan Yesus berkata, &#8220;Pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku.&#8221; [Mat 28:19] Dan apa itu murid ? Murid-murid adalah orang-orang yang mempunyai suatu cara berpikir yang seluruhnya baru. Itulah yang mau diajarkan oleh seluruh Khotbah di Bukit, bukan untuk memberikan kita suatu kode etika. Khotbah di Bukit memberitahu kita bagaimana kita berperilaku sebagai ciptaan yang baru. Saya mau bertanya pada anda: &#8220;Apakah anda mau menjadi orang yang baru? Ini juga ditujukan pada pemimpin-pemimpin gereja. Anda ingin menjadi orang yang baru atau anda tidak mau menjadi orang yang baru? Jika anda tidak mau menjadi orang yang baru, maka lanjutkan saja sendiri dan jangan libatkan saya, karena saya tidak dapat dibeli dan saya tidak berhasrat untuk menempuh jalan lain selain jalan Tuhan. Saya tidak peduli jika saya menginjak kaki orang atau menyinggung perasaan semua orang di sini. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya di Liverpool, saya akan menyampaikan Firman Allah dan saya tidak peduli jika semua orang merasa tersinggung dan ingin pergi. Mereka semua boleh pergi. Saya akan tetap menyampaikan Firman Tuhan tanpa kompromi. Hal yang menggelikan adalah: mereka masih tidak mau pergi. Di Liverpool mereka masih tetap datang, meskipun saya terus membuat mereka tersinggung. Ada beberapa dari mereka, saya membuat mereka tersinggung selama 2 tahun penuh, setiap minggu mereka seakan dipukul palu. Kadang saya tertanya-tanya bagaimana mereka dapat bertahan begitu lama. Ini sungguh membingungkan saya. Mereka akan kembali minggu berikutnya untuk menerima pukulan demikian pula seterusnya. Saya berpikir, &#8220;Berapa lama mereka akan bertahan sebelum akhirnya mereka dipatahkan atau mereka pergi?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada dua hal yang akan terjadi di gereja ini, saudara-saudara. Seorang itu entah sama sekali meninggalkan gereja ini atau ia akan berubah. Tidak ada cara lain. Tidak ada yang dapat duduk lama-lama di gereja ini dan bertahan terhadap pengajaran ini. Entah ia akan berpaling dan berkata, &#8220;Sudah cukup! Aku tidak ingin mendengar perkataannya lagi&#8221;, atau Allah akan mengubah dia melalui Firman-Nya. Di Liverpool, beberapa orang sanggup bertahan 2-3 tahun, dan pada akhirnya, mereka tidak datang lagi (seperti perkiraan saya yang pertama, tapi saya tertanya-tanya, mengapa mereka tidak pergi sejak awal?). Sedangkan yang lainnya diubahkan. Jadi ingatlah saudara-saudara, hanya dua hal yang akan terjadi: entah Firman Tuhan sendiri yang akan mengubahkan anda atau anda tidak ingin mendengarkan lagi semuanya itu. Inilah yang diajarkan melalui Khotbah di Bukit &#8211; transformasi pikiran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pembaharuan pikiran &#8211; Berfungsi dalam Logika Rohani</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Roma 12:1-2 seharusnya lebih dikenali oleh semua orang Kristen. Saya akan membacakan sekali lagi Roma 12:1-2. Khususnya jika anda orang Kristen yang baru dan tidak tahu pasal ini, saya mau kalian mengenal ayat ini dengan baik: &#8220;Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati&#8221; &#8211; ibadahmu yang sejati. &#8220;Janganlah kamu menjadi&#8221; &#8211; perhatikan ayat 2-&#8221;serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna&#8221;. Tapi berubahlah oleh pembaharuan budimu-inilah artinya menjadi Kristen. Saya tidak tertarik dengan sejauh mana pengetahuan anda tentang Alkitab; saya tidak terkesan dengan semuanya itu. Saya dapat dengan penuh keyakinan berkata bahwa saya mengenal Alkitab lebih dari semua yang ada di sini. Saya tidak terkesan dengan pengetahuan Alkitab.  Jangan bermegah dan memberitahu pada saya dan berkata, &#8220;Saya telah banyak membaca buku-buku penafsiran Alkitab.&#8221;  Jika anda mau bermegah, maka seperti yang Paulus katakan, &#8220;Aku juga boleh bermegah dan menjadi orang bodoh [2 Ko 11:16], saya menghabiskan waktu selama 6 tahun untuk mempelajari dasar Alkitab dan Teologi. Saya juga sudah banyak melakukan penelitian. Jangan ada yang datang dan bermegah tentang pengetahuan Alkitab. Ini bukan persoalan sebanyak mana yang anda tahu. Ini adalah persoalah sejauh mana pikiran anda sudah diubahkan. Itulah yang penting! Jadi kita harus memahami ini. Di sini Firman Tuhan memberitahu kita-Tuhan Yesus sedang berkata &#8211; bahwa jika kita mau mengerti pasal ini, pikiran kita harus seluruhnya diubahkan. Bagaimana pikiran kita dapat diubahkan? Dengan cara apakah pikiran kita dapat diubahkan?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama saya akan menunjukkan cara pikir lama, yaitu cara pikir dunia. Saya telah menggunakan istilah &#8216;logika dunia&#8217; dan &#8216;logika rohani&#8217;. Logika adalah sistem, cara pikir. Logika manusia adalah sesuatu yang masuk di akal. Berdasarkan penilaian manusia, itu sangat masuk akal. Kita baru saja melihat bahwa ia sangat masuk akal: mata ganti mata , gigi ganti gigi itu. Ini sangat pantas. Berdasarkan apa yang dianggap bernilai oleh dunia, logika ini sempurna. Tidak dapat dipersoalkan; tidak dapat dikritik. Bagaimana dunia ini jika tidak ada hukum? Dapatkah anda bayangkan jika tidak ada polisi? Dapatkah kita bayangkan jika tidak ada pemerintah? Tolstoy membuat kesalahan besar. Ia berpikir bahwa dunia dapat mengambil ajaran Yesus dan mengikut ajaran itu. Ini hanya satu impian kosong. Dunia tidak dapat mengikuti ajaran Yesus. Ajaran Yesus di sini adalah untuk murid-muridNya, bukan untuk dunia. Ajaran-Nya adalah untuk orang-orang yang, menurut istilah mereka, telah &#8216;lahir baru&#8217;. Ini bermakna sudah diubahkan, ditransformasi. [Jangan gunakan istilah-istilah seperti 'lahir baru' - tidak ada seorangpun yang tahu apa maknanya.]</p>
<p style="text-align:justify;">Secara persis ‘lahir baru&#8217; dapat diartikan bahwa seluruh kehidupan anda, seluruh arah kehidupan anda telah berubah. Seluruh karakter, seluruh sifat telah berubah. Anda telah menjadi orang yang baru. &#8220;Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.&#8221; [2 Ko 5:17]. Dan ajaran Yesus ditujukan untuk orang baru; untuk manusia baru. Bukan untuk masyarakat umum. Bagaimana anda dapat berharap dunia untuk hidup dalam ajaran ini? Tentu saja mereka tidak akan dapat hidup di dalamnya. Dan Yesus tidak memberikan ajaran ini untuk dipraktikkan oleh dunia. Ajaran ini untuk Kerajaan Allah. Sehingga tidak timbul pertanyaan, &#8220;Bagaimana orang-orang dapat mempraktikkannya?&#8221; Tidak ada seorangpun yang berkata bahwa dunia dapat mempraktikkannya, jika mereka belum lahir baru, jika mereka bukan ciptaan baru. Mereka tidak dapat mempraktikkan ajaran ini. Ini bukan untuk dunia, tapi untuk Kerajaan Allah, jadi tidak ada masalah di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi mengertilah hal ini &#8211; bahwa dalam sistem dunia, cara pikir dunia sangat masuk akal. Logika yang sempurna. Kita mengerti bahwa harus ada hukum. Manusia harus memiliki hak. Jika manusia tidak memiliki hak, ia akan diinjak-injak. Ia akan diinjak-injak di bumi. Ia harus memiliki hak. Oleh karena itu harus ada hukum. Dan jika ada seorang yang melanggar hak anda, yang menyebabkan anda terluka, maka orang tersebut harus merasakan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada anda. Itulah logika yang sempurna dan sangat dapat diterima.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Logika Rohani Bekerja di Tingkat yang Berbeda Dengan Logika Dunia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lanjutkan untuk mempertimbangkan hal ini. Kita akan melihat bahwa pikiran dunia sangat logis. Sebagai contoh: sangat logis dan masuk akal jika dikatakan, &#8220;Saya perlu pekerjaan; saya perlu bekerja; saya perlu membeli rumah; saya perlu menikah; saya perlu punya anak; saya harus punya keturunan&#8217;, dan seterusnya. Di dalam sistemnya [penalaran dunia] sendiri, logikanya sangat sempurna. Tentu saja anda membutuhkan semua itu. Itu hal yang alami. Dan anda berkata, &#8220;Ya, saya perlu pergi bekerja; jadi saya butuh membeli mobil; saya perlu pendidikan&#8221;, dan seterusnya. Itu semuanya sangat logis. Saat anda lulus, tentu saja anda tidak mencari pekerjaan yang buruk; anda mencari pekerjaan yang baik. Semakin baik, lebih baik. Itu sungguh logis. Anda tidak perlu menjadi orang yang jenius untuk mengetahui hal itu. Di dalam sistem pikiran dunia, logikanya sempurna. Jadi di manakah letak perbedaan logika dunia dengan logika rohani? Logika spiritual berbeda karena ia bekerja di tingkat yang berbeda-pahamilah hal ini! Ia beroperasi di tingkat yang berbeda sama sekali dan anda akan menemukan bahwa di dalam tingkat logika spiritual itu sendiri, semuanya juga sangat masuk akal.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin kedua-duanya masuk akal pada saat yang bersamaan? Karena keduanya beroperasi pada level yang berbeda. Ini adalah tipe logika yang berbeda. Ia bekerja pada tingkat yang berbeda. Karena itulah jika anda manusia rohani, anda berpikir dengan logika rohani, maka anda akan mengalami kesulitan berbicara pada orang non-Kristen karena pikiran mereka berdasarkan logika manusia. Ia tidak akan mengerti apa yang anda katakan. Ia akan berkata, &#8220;Saya tidak mengerti apa yang kamu katakan, mengapa kamu melakukan hal ini?&#8221; Ia tidak mengerti tindakan anda, cara hidup anda, karena logika anda, seluruh kehidupan anda beoperasi pada level yang berbeda sama sekali. Namun ia tidak dapat menemukan kesalahan dengan hal itu. Dia tahu bahwa entah bagaimana apa yang anda lakukan itu masuk akal juga, tapi sulit baginya untuk mengerti hal itu, karena cara Tuhan bukan cara manusia. Mereka berkata, &#8220;Saya tidak mengerti. Saya dapat melihat bahwa terdapat alasan dalam cara Tuhan bekerja, namun saya tidak dapat mengerti sepenuhnya&#8221;. Tapi jika ia sepenuhnya orang dunia, yaitu jika pikirannya hanya terbatas pada pikiran duniawi, ia bukan saja tidak dapat mengerti pikiran anda, barangkala ia akan menyerang pikiran anda. Ia bukan hanya akan mengkritik pikiran anda, ia akan menyerang anda. Ia akan berkata bahwa anda gila, bahwa anda tidak waras.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah tidak mengejutkan bahwa Yesus dituduh gila. Apa yang mengejutkan tentang hal itu? Mereka tidak dapat mengerti jalan pikiran-Nya. Paulus juga dituduh sudah gila. John Sung juga disangka gila. Menurut dunia mereka semua gila. Karena dunia tidak mengerti hal yang berhubungan dengan Allah. Seperti yang dikatakan Paulus manusia duniawi tidak menerima hal-hal rohani. Jadi kita harus memahami adanya dua penalaran  dan kedua-duanya  sempurna dengan tersendiri. Sekarang, sebagai orang yang sudah terbiasa, yang pernah berada di dalam dunia, anda dapat memahami pikiran orang dunia. Anda harus dapat mengerti. Seringkali kesalahan terbesar orang Kristen adalah tidak dapat membedakan dua tipe logika ini. Jadi mereka menggunakan logika rohani untuk berdebat dengan orang non-Kristen.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang non-Kristen tidak tahu apa yang anda bicarakan. Anda tidak dapat berkomunikasi dengan dia karena anda sedang berbicara dari tingkat logika yang berbeda. Sebagai contoh, orang tua anda yang tidak kenal Tuhan dan anda berbicara tentang Kristus pada mereka. Mereka memperhatikan anda dan berkata, &#8220;Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan dia. Kita berpikir ia pergi ke Kanada untuk belajar sesuatu yang masuk akal, tetapi ia kembali dan bicara tentang hal-hal yang tidak berguna. Kita tidak mengerti dia sama sekali&#8221;. Bagi mereka semuanya sampah; tidak masuk akal, karena mereka beroperasi di level yang berbeda. Pada kenyataannya, anda dapat mengerti mengapa mereka berpikir bahwa anda tidak masuk akal karena anda sendiri pernah berpikir dengan cara mereka berpikir. Jadi, karena anda tidak mengerti bahwa mereka berfungsi di tingkat logika yang berbeda dengan anda, maka ini sudah membuka satu jurang pemisah dalam komunikasi dan membutuhkan banyak kemahiran spiritual untuk menutupi jurang itu.  Memerlukan banyak kemahiran untuk memahami mengapa mereka tidak mengerti. Terkadang sangat menyedihkan  melihat seorang Kristen dan seorang non-Kristen berdebat. Mengapa? Kesalahannya terletak pada orang Kristen. Seharusnya orang Kristen memahami, bahwa non- Kristen tidak dapat memahami hal ini, sehingga diperlukan cara pendekatan yang berbeda, untuk menghilangkan jurang pemisah dalam komunikasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sifat dari manusia rohani</strong><br />
<em> 1) Manusia Rohani Suka Memberi daripada Mengambil</em>
</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita perhatikan sifat atau ciri-ciri dari cara pikir baru yang harus dimiliki orang Kristen sejati. Kita mempunyai cara pikir yang 100% baru. Apa itu cara pikir yang baru? Apa ciri-ciri dari logika rohani ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, perhatikan. Seraya kita melihat pada ajaran Tuhan (kita harus berhati-hati dalam penguraian kita dengan melihat pada ajaran Tuhan dan tidak mengembara ke tempat lain), mari kita melihat ini. Bacakan sekali lagi: &#8220;Jika seseorang menampar pipi kananmu, berikan pipi kirimu, yaitu berikan pipi yang satu lagi. Jika seseorang mengingini bajumu, berikanlah, biarkan mereka mengambil jubahmu. Saya tidak tahu mengapa dalam terjemahan bahasa Inggris [dan juga Indonesia] menggunakan istilah &#8216;jubah&#8217; ini. Kita tidak memakai jubah hari ini. Terjemahan &#8216;jubah&#8217; tidak berarti bagi kita. Apakah anda sedang mengenakan jubah? Tentu tidak. Jadi manfaat apa yang diperoleh dari terjemahan kata &#8216;jubah&#8217;? Terkadang saya tidak mengerti sama sekali, mengapa si penterjemah tidak menggunakan kata &#8216;bajumu dan jaketmu&#8217; atau sweatermu atau rompimu atau jaketmu? Bahasa itu akan lebih mudah dimengerti. Sedangkan kata &#8216;jubah&#8217;? Kita tidak memakai jubah. Tidak ada gunanya menggunakan kata seperti ini. Jadi poin yang ingin ditunjukkan di sini adalah: jika seseorang ingin mengambil baju anda, jangan katakan, &#8220;Tunggu sebentar, baju ini sangat bagus, harganya 15 dolar&#8221;. Tidak, tidak demikian! Jika ia ingin bajumu, maka lepaskan jaket anda dan katakan, &#8220;Kamu boleh memiliki ini juga&#8221;. Ia ingin mengambilnya-anda memberikan padanya. Anda memberinya yang lain juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika seseorang datang pada anda dan berkata, &#8220;Kamu harus berjalan sejauh 1 mil&#8221;, ini merupakan cara orang Romawi memperlakukan umat jajahannya, di mana orang di bawah jajahannya disyaratkan, yaitu, diwajibkan untuk membawa barang-barang milik pemerintah untuk jarak tertentu. Jika ada yang memaksa anda untuk berjalan sejauh 1 mil, (sesuai dengan hukum yang berlaku di waktu itu; ia tidak dapat memaksa anda untuk berjalan lebih jauh dari jarak tersebut), dengan senang hati anda berjalan 2 mil.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika seorang pengemis datang meminta pada anda karena kebutuhannya, jangan menolak dia. Berikan padanya apa yang menjadi kebutuhannya. Berikan kepada dia. Perhatikan apa yang ditunjukkan di sini? Apakah anda dapat melihatnya? Tidak tahu? Ciri pikiran dunia adalah mengambil. Sedangkan ciri dari pemikiran rohani, pikiran Allah adalah memberi. Perhatikan perbedaan pertama. Dunia ingin mengambil, mengambil, mengambil, dan mengambil sebanyak mungkin! Ambillah! Pikiran rohani adalah memberi-memberi melampaui semua alasan. Tidak masuk akal untuk memberi; anda tidak punya apa-apa, tetapi anda masih memberi yang terbaik. Memberi! Memberi! Memberi! Itulah pola pikir manusia rohani. Anda masih memberi. Mengapa anda melakukannya? Karena pikiran anda telah diubahkan. Penalaran anda sudah berubah. Anda senang memberi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menguji Diri-Apakah kita Suka Memberi atau Mengambil?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di sini saya mau anda menguji diri sendiri. Kita menuju pada hal yang nyata. Apakah anda suka memberi? Tadi apabila saya berkata gereja penuh dengan Kristen duniawi, penuh dengan orang yang belum diubahkan, walaupun secara eksternal mereka mungkin Kristen, boleh jadi anda berkata pernyataan saya tidak adil. Anda berkata, &#8220;Mungkin ia tidak adil, memberikan pernyataan yang begitu umum&#8221;. Baik, mari kita lihat apakah itu pernyataan yang wajar atau tidak. Mari saya bertanya kepada anda, &#8220;Apakah anda benar-benar suka memberi atau anda lebih suka mengambil? Jujurlah pada diri sendiri, anda suka mengambil atau anda suka memberi? Jika saya minta anda untuk memilih. Sejujurnya mana yang menjadi pilihan anda? Memberi atau mengambil? Saya khawatir mungkin jawabannya, anda lebih senang menerima atau mengambil.</p>
<p style="text-align:justify;">Perasaan saya berkecamuk ketika mendengar orang Kristen berkata, &#8220;Oo, Tuhan sangat baik padaku, kau tahu mengapa? Aku dapat liburan gratis, segala kebutuhanku dipenuhi. Aku tidak perlu memberi apa-apa&#8221;. Saya ingin katakan, &#8220;Saudara-saudaraku, semuanya dicukupkan? Pasti ada yang harus membayar tagihannya&#8221;. Ia lebih senang memperoleh, dan ia berpikir itu adalah berkat Tuhan. Banyak orang Kristen yang berkata, &#8220;Tuhan berapa banyak yang dapat Kau berikan padaku?&#8221; Ini sama halnya dengan berapa banyak yang dapat kita ambil dari Tuhan. &#8220;Alasan mengapa saya ada di gereja adalah karena aku mau Tuhan memberikan aku yang ini! Tuhan berikan aku yang itu!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ada kasus yang menarik dan benar-benar terjadi, saat saya berbicara dengan seorang saudara yang menurut pandangan saya adalah seorang yang baik. Ia berkata, &#8220;Kamu tahu, Tuhan sangat baik padaku&#8221;. Saya bertanya, &#8220;Ya? Bagaimana Ia bisa begitu baik padamu?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Aku tidak perlu bayar apa pun untuk liburan kali ini&#8221;. &#8220;Sungguh? Bagaimana itu bisa terjadi?&#8221; &#8220;Segala kebutuhanku sudah ditanggung. Semua orang memperhatikan dan menyediakan semua kebutuhanku&#8221;. Apakah ini sungguh baik? Tidakkah terlintas dalam benaknya &#8211; mereka, orang lain &#8211; yang  harus menyediakan segala biaya kebutuhannya. Mereka yang harus memberi sehingga ia tidak perlu membayar. Saya berpikir sendiri, hal seperti ini begitu lazim, begitu lazim dalam pemikiran orang Kristen. Jika anda pergi makan malam dan seseorang membayar untuk anda, anda berkata, &#8220;Puji Tuhan, Tuhan sangat baik, aku bisa makan gratis&#8221;. Tidak terpikirkah anda bahwa seseorang yang harus mengeluarkan uangnya membayar untuk anda?</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk apa anda bersyukur? Jika anda punya uang di kantong, anda tidak membayar dan orang lain yang membayar untuk anda dan anda mengatakan, &#8220;Tuhan sangat baik padaku&#8221;. Inilah yang saya sebutkan sebagai pemikiran duniawi yang dikemas dengan pakaian agama. Tapi semuanya dilakukan tanpa mereka menyadarinya. Tetapi di sini kita dapat melihat bahwa logikanya masih berupa logika manusia duniawi. Berapa banyak yang dapat aku peroleh? Kesukaannya adalah dalam memperoleh, bukan dalam memberi, dengan itu pikirannya bukan: &#8220;Betapa bagusnya karena aku dapat memberi! Begitu bagus di mana aku punya kesempatan untuk memberi!&#8221; Pernahkah anda merasa bahagia dalam memberi? Mungkin tidak, anda berkata, &#8220;Mengapa aku harus membayar untuk makanan ini? Mengapa bukan tiga orang ini, dua orang itu, atau siapapun, mengapa bukan mereka yang membayarnya?&#8221; Itulah pikiran yang menguasai kita. Ujilah sekarang dan lihat sejauh mana pikiran anda benar-benar rohani.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sifat Dosa- Selalu Mengambil!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi kita dapat menguji pikiran kita untuk mengetahui ciri-ciri manusia duniawi. Mari kita melangkah lebih jauh untuk lebih memahami hal ini &#8211; memahami bahwa sifat dari dosa adalah selalu memperoleh dan bukan memberi, dan kita akan mengerti mengapa manusia rohani lebih suka memberi daripada memperoleh. &#8220;Adalah berbahagia memberi daripada menerima.&#8221; [Kisah 20:35] Anda tahu mengapa? Karena sifat dari dosa adalah selalu mengambil. Lihat pada 10 Firman itu. Apakah 10 Firman melarang anda untuk memberi sesuatu? Perintah mana yang melarang anda untuk memberi? Dalam ke-10 Firman tersebut, setiapnya melarang anda untuk mengambil sesuatu yang bukan milik anda, karena sifat dosa bukan hanya mengambil tetapi juga mengambil apa yang bukan menjadi hak anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Sifat dosa adalah selalu mengambil. Jangan mengingini, jangan mencuri, jangan berzinah, jangan melakukan ini. Semuanya ingin kita ambil, mengambil bahkan apa yang bukan menjadi hak kita. Sifat dosa adalah selalu mengambil. Mengambil di luar apa yang sudah ditentukan, itulah yang akhirnya menjadi dosa. Tetapi jika keinginan untuk mengambil itu sudah ada dalam diri anda, anda tidak perlu pergi terlalu jauh sebelum anda mengambil apa yang tidak menjadi hak anda. Terdapat benda-benda yang tidak bisa anda ambil. Jika anda bekerja di kantor, bolehkah anda mengambil barang-barang kantor? Anda berkata, &#8220;Saya kerja di sini.&#8221; Apakah itu memberi hak pada anda untuk mengambil barang di kantor? Kapan anda melewati batas &#8211; dari mengambil menjadi mencuri? Kapan anda melewati batas itu? Tepatnya saat kita berpikir bahwa mengambil barang kecil, bukan mencuri. Hanya mengambil barang yang besar, yang disebut mencuri. Di mana letak perbedaan di antara mengambil penghapus yang seharga beberapa sen atau mengambil mesin ketik atau mengambil sesuatu yang lain, yang lebih berharga? Adakah perbedaan dalam prinsip? Tidak kira besar atau kecil nilai barangnya, anda sudah mengambil apa yang bukan menjadi milik anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Sifat dosa adalah selalu mau memperoleh. Inilah sifat dosa. Anda harus memahami hal ini. Oleh karena itu, jika kita menjauhi dosa, saat kita telah diubahkan dari sifat yang dipenuhi dosa, kita tidak tertarik lagi untuk selalu memperoleh. Kita lebih tertarik untuk memberi. Sikap manusia spiritual sudah berubah. Kamu mau menampar saya, silakan tampar lagi. Saya katakan ini bukan karena menantang, &#8220;Kamu mau menampar aku? Ayo! Ayo! Ayo pukul lagi! (dengan nada geram)&#8221;. Itu adalah tantangan. Saya melihat suami isteri bertengkar. Suami menampar wajah isterinya. Dan isterinya tambah marah dan berkata, &#8220;Baiklah, bunuhlah aku! Ayo! Ambil pisau! Bunuhlah aku!&#8221; &#8220;Wow&#8221;, anda berkata, &#8220;Ia memenuhi ajaran Yesus. Ia mau berjalan mil yang kedua! Ia tidak hanya memberikan pipi kiri, bahkan ia meminta suaminya untuk mengambil nyawanya!&#8221;. Itulah sebabnya mengapa saya katakan bukan apa yang anda lakukan, yang penting adalah dengan sikap apa anda melakukannya. Anda mengerti? Ini berkaitan dengan sikap! Bukan berkata, &#8220;Kemari! Engkau menampar aku. Aku tidak cukup kuat untuk membalas, jadi ayo! Ayo! Tampar lagi!&#8221;. Itu bukan sikapnya. Jadi kita harus tahu bahwa ajaran Yesus tidak dapat dipenuhi dengan cara ini. Ajaran Yesus melibatkan sikap batiniah dari pemikiran rohani.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>2) Manusia Rohani Melepaskan Haknya</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus melanjutkan kepada prinsip kedua tentang manusia rohani. Untuk hari ini kita hanya membahas tiga poin. (Mungkin untuk poin kedua dan poin ketiga, kita tangani dengan lebih cepat untuk menyingkat waktu). Prinsip kedua adalah ini: dalam ayat 38 tersirat bahwa keadilan mensyaratkan bahwa tuntutan yang sama diberikan pada penyerang; maknanya, &#8220;Mata ganti mata, gigi ganti gigi&#8221;, tetapi, &#8220;Aku katakan padamu&#8230;&#8221; &#8211; apa yang Yesus katakan? Apakah kita tidak punya hak untuk menuntut keadilan? Tentu, anda punya hak. Jika ia menampar dengan punggung tangan, ia didenda dengan 400 zuz karena kesalahannya. Denda! Apakah saya tidak berhak membawanya ke pengadilan dan berkata, &#8220;Lihat! Ia telah menampar saya. Denda dia!&#8221; Anda memang berhak. Itu memang hak anda. Jadi apa yang ingin Yesus katakan? Yesus berkata, &#8220;Lepaskan hakmu. Buang hakmu!&#8221; Bukankah itu yang Ia katakan? Ia menampar saya, saya bisa saja menuntut keadilan, tapi saya mengesampingkan hak saya. Oo, itu sangat sulit! Sekarang, anda paham apa artinya, &#8220;mati terhadap diri sendiri?&#8221; Tahukah anda, kita di sini sedang berbicara tentang, &#8220;mati terhadap diri sendiri&#8221;. &#8220;Mati terhadap diri sendiri&#8221; tidak punya arti lain kecuali seluruh pikiran kita diubahkan. Lebih baik &#8220;memberi&#8221; daripada &#8220;menerima&#8221; &#8211; melepaskan hak kita. Jika ia berbuat seperti itu pada saya, saya punya hak untuk membalas, tapi saya tidak akan menuntut hak saya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang saya merasa, saat saya memenuhi ajaran ini, saya merasa seperti orang yang sepenuhnya bodoh. Di dunia ini, anda benar-benar bodoh! Saat saya di London, saya terlibat dalam satu kecelakaan mobil dengan seorang wanita. Saya tidak tahu apakah dia sedikit mabuk atau menelan terlalu banyak obat yang membuat pikirannya kacau atau apa yang telah ia lakukan. Saya mengemudi di jalan dan wanita ini muncul dari samping dan menabrak saya. Ia tiba-tiba muncul dan langsung menabrak samping mobil. Bang! Ia menabrak pintu mobil. Jadi, saya memajukan mobil dan berhenti untuk melihat apa yang terjadi. Dengan segera, dari arah belakang ia menabrak mobil saya sekali lagi. Jadi sekarang mobil tertabrak dan hancur di bagian samping dan belakang. Saya keluar dan berkata padanya, &#8220;Nyonya, apa yang sebenarnya anda lakukan? Apa yang sebenarnya terjadi? Tidakkah kamu tahu bahwa kamu tiba-tiba keluar dari cabang jalan dan menabrak pintu saya? Saya berhenti untuk berbicara dengan anda dan anda menghancurkan bagian belakang mobil saya. &#8220;Oh&#8221;, ia berkata, &#8220;Remku rusak&#8221;. Ia sangat gugup. Seluruh tubuhnya gemetar. &#8220;Lihat, remku rusak&#8221;. Saya berkata, &#8220;Oke, Nyonya, tunggu di sini sebentar, saya akan mengatur segala yang diperlukan&#8221;. Terdapat prosedur khusus yang harus diselesaikan dalam kasus kecelakaan di Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;">Polisi datang dan ia berkata, &#8220;Remku rusak&#8221;. Polisi itu masuk ke dalam mobil dan mencoba remnya dan rem itu baik-baik saja, dapat berfungsi dengan baik. Tidak ada yang salah sedikitpun dengan remnya! Jelas sekali, dalam kebingungannya, ia bukan menginjak rem tetapi menginjak kopling. Saya rasa banyak yang tahu apa itu kopling. Kopling yang memutuskan hubungan dengan mesin saat anda memasukkan gigi. Mobil di Inggris kebanyakannya tidak punya mesin otomatis, mobil-mobil tersebut berjalan dengan gigi. Jadi, saat ia dalam keadaan kebingungan itulah yang ia lakukan. Itu belum terlalu buruk. Saya pernah menyaksikan kecelakaan serius yang diakibatkan pengendara mobil menginjak gas dan bukan rem karena salah membedakan gas dan rem dan tentunya itu orang yang baru belajar mengemudi. Tetapi dalam kasus ini, wanita itu tidak sedang belajar mengemudi, dan ia melakukan hal seperti ini. Polisi mencoba remnya dan menemukan tidak ada yang salah dengan rem itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kerusakan pada mobil saya sangat-sangat serius. Dapat anda bayangkan, biaya memperbaikinya sangat besar. Tetapi saya melihat bahwa ia adalah orang Yahudi. Saya berbicara dengannya, dan ia tampak begitu gugup dan bingung,  saya kasihan padanya. Lagi pula ia seorang Yahudi. Saya merasa begitu kasihan padanya dan melakukan hal terbodoh dalam hidup saya &#8211; saya mengatakan tidak akan menuntut gantirugi apa pun darinya. Saya ingin ia tahu bahwa saya melakukan hal sederhana ini demi Kristus &#8211; saya berbicara padanya tentang hal ini. Tentu saja, akhirnya, asuransi saya melambung tinggi, harus membayar kerusakan baginya karena saya sudah melepaskan hak saya-hak saya untuk mengklaim dari asuransinya.Terkadang orang Kristen tampaknya melakukan hal yang bodoh di mata dunia. Tetapi jika kesaksian saya memberi arti untuk dia, maka semua yang saya bayar itu tidak rugi. Karena keprihatinan saya adalah keselamatannya, bukan mobil saya, itu adalah hal yang lain. Dalam poin kedua ini, kita melepaskan hak kita. Kita punya hak tapi kita melepaskannya. Kita bisa saja menuntutnya, tapi kita juga dapat melepaskannya. Menjadi Kristen adalah di mana pikiran kita diperbaharui dan kita melepaskan hak kita secara terus-menerus. Kita punya hak yang dapat dituntut secara legal &#8211; tetapi kita tidak perlu menuntut hak itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kita Punya Hak, tetapi Kita Memilih untuk Melepaskannya Demi Kepentingan Kristus</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di I Korintus 9, Paulus menyatakan sesuatu yang sangat menyentuh hati saya. Dalam pasal ini, kita tidak punya waktu untuk membacanya sekarang, tetapi saya harap anda dapat membaca seluruh pasal ini nanti, di I Korintus 9:3-15 seluruh pasal ini mengenai hak. Dalam pasal ini Paulus berkata, &#8220;Tidakkah kami punya hak sebagai hamba Tuhan? Tidakkah kami punya hak untuk untuk keluar dan bekerja untuk membiayai hidup? Apakah menurut kamu, kami pelayan Tuhan tidak punya hak ini-bahwa hanya kamu yang boleh mencari uang dan kami tidak? Apakah menurut kamu pelayan Tuhan tidak mempunyai hak untuk bernikah?&#8221; Paulus berkata, &#8220;Aku juga mempunyai hak untuk bernikah. Apakah menurut kamu, hanya Barnabas dan aku yang entah mengapa dihukum untuk tetap tidak bernikah?&#8221; Ia melanjutkan, &#8220;Tetapi pada kenyataannya kami tidak menggunakan hak kami. Bukan karena kami tidak mempunyai hak. Faktanya adalah kami tidak menggunakan hak kami. Apakah aku sedang dikritik karena tidak menggunakan hak-ku?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Anda tahu, pelayan Tuhan berada di dalam posisi yang aneh, serba salah. Jika mereka menggunakan hak mereka, mereka dikritik; jika mereka tidak menggunakan hak mereka, mereka juga dikritik. Tadi malam, saya sharing dengan seorang saudara bahwa tampaknya apa yang dilakukan seorang pelayan Tuhan tidak pernah benar menurut penilaian orang. Jika anda menggunakan hak anda, anda juga dikritik. Tidak menggunakan hak anda, anda dikritik. Sebagai seorang pelayan Tuhan, apakah saya tidak punya hak untuk berlibur? Apakah hanya anda yang boleh pergi, sedangkan saya tidak? Kalau begitu, maka mengapa apabila saya pergi berlibur, saya dikritik? Haruskah saya bekerja sampai mati? Apakah saya tidak dizinkan untuk memulihkan keadaan fisik? Cara pikir apa ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Pelayan Tuhan mempunyai hak. Tetapi kalau saya tidak menggunakan hak itu, yang ada kalanya saya lakukan, orang berkata, &#8220;Kamu tidak memperhatikan kesehatanmu. Kamu merusak kesehatanmu. Kamu tidak bertanggungjawab terhadap kesehatanmu!&#8221;. Eh! Seorang pelayan Tuhan, tidak pernah benar dalam apa yang ia lakukan! Paulus &#8211; apakah ia tidak punya hak? Dia berkata, &#8220;Apakah aku tidak punya hak?&#8221; Ia berkata, &#8220;Tidakkah aku punya hak untuk bernikah?&#8221; Jika ia tidak menikah [orang bertanya], &#8220;Mengapa kamu tidak bernikah? Sangat tidak normal! Setiap orang harus bernikah!&#8221; Khususnya bagi orang Yahudi, seorang pria diharuskan menikah. Apakah anda tahu hal itu? Itulah sebabnya mengapa Paulus berada di bawah banyak tekanan karena ia tidak mau menikah. Mereka mengatakan, &#8220;Kamu tidak normal, kamu orang aneh&#8221;. Mereka berpikir, &#8220;Mungkin ada masalah seksual, mungkin harus pergi ke dokter untuk dites, mungkin ada kelenjarnya yang tidak dapat berfungsi dengan baik?&#8221; Paulus berkata, &#8220;Apakah kamu pikir, aku tidak punya hak untuk menikah atau apakah aku tidak punya hak untuk melajang?&#8221; Sepertinya tidak kira apa yang dilakukannya tidak ada yang benar!</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, Paulus menolak untuk mengambil uang dari jemaat Korintus. Jemaat Korintus kesal padanya, &#8220;Mengapa kamu tidak mau menerima uang dari kami? Malahan kamu keluar bekerja?&#8221; Paulus tidak mau menerima uang dari jemaat Korintus karena mereka sangat kedagingan, sangat bersifat duniawi. Paulus tahu bahwa pikiran mereka belum mencapai tahap yang seharusnya dimiliki oleh seorang murid. Ia tidak mau menerima uang mereka, sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk memegahkan diri. Tetapi mereka merasa terganggu dengan hal ini. &#8220;Kamu tidak mau menerima uang kami? Kamu lebih suka keluar kerja? Waktu yang kamu habiskan untuk bekerja di luar, kamu bisa mengajar kami! Tetapi engkau keluar dan mencari uang. Waktumu tidak bekerja, kamu tidak mengajar kami! Kamu hanya mencari nafkah untuk membiayai hidup&#8221;. Paulus tidak selalu mencari nafkah untuk membiayai hidup sendiri. Tidak dicatat bahwa Paulus menghabiskan seluruh waktunya untuk bekerja. Ia menerima persembahan dari jemaat Filipi, Makedonia, yaitu orang-orang Kristen yang sangat miskin. Ia menerima persembahan dari mereka, tetapi ia tidak mau menerima persembahan dari satu gereja, yaitu jemaat di Korintus. Ia menolak menerima apa pun dari mereka. Karena itu ia berkata, &#8220;Apakah menurutmu aku merampok gereja-gereja lain untuk melayanimu?&#8221; Mereka tidak senang mendengar hal ini. Tentu saja, kadang-kadang ada waktu di mana uang persembahan tidak sampai tepat waktu sehingga Paulus harus keluar mencari uang, mengumpulkan uangnya sementara menunggu uang kiriman datang. Tetapi orang-orang tidak senang dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika hari ini, saya pergi bekerja dan mencari uang, apakah saya tidak punya hak untuk melakukannya, saudara-saudara? Apakah saya melanggar hukum tertentu, jika saya pergi bekerja? Apakah saya harus dihukum untuk hidup berdasarkan jumlah apa saja yang gereja dalam kemurahannya berikan kepada saya? Apakah seorang pendeta harus dihukum dengan cara ini? Apakah pendeta tidak punya hak? Tidakkah anda lihat, poinnya di sini adalah manusia rohani melepaskan haknya. Inilah yang dikatakan Paulus dalam I Korintus 9, &#8220;Aku punya hak, tetapi aku tidak menggunakannya. Aku punya hak untuk melakukan hal-hal ini, tetapi aku tidak harus melakukannya!&#8221; Banyak pelayan Tuhan, melepaskan hak-hak mereka. Jika mereka tidak melepaskan haknya, mereka tidak akan melayani anda. Jika saudara W tidak melepaskan haknya untuk bekerja sebagai insinyur Listrik, ia tidak akan memberitakan Injil hari ini. Satu-satunya cara ia dapat melakukan ini adalah dengan melepaskan haknya. Ia juga dapat keluar dan mencari banyak uang. Ia juga dapat pergi dan menikmati hidup dan memberitakan Injil hanya di waktu luangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kita mempunyai hak untuk melakukan itu. &#8220;Apakah hanya kami &#8211; hanya aku dan Barnabas,&#8221; Paulus berkata &#8220;dihukum?&#8221; Tentu saja tidak! Alasan kami melayani karena kami telah melepaskan hak untuk kehidupan yang lebih baik, dan segala sesuatu yang lebih baik. Saya tinggal di rumah yang bukan milik saya. Itu rumah ibu saya. Jadi jika saya menjual rumah itu maka 99% dari hasil penjualannya menjadi milik ibu saya. Saya mengendarai mobil, itu bukan mobil saya. Apakah saya tidak punya hak untuk mengendarai mobil?</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi saya tinggal di rumah yang bukan milik saya. Apakah saya memiliki rumah? Dapat disebut demikian, walaupun di atas nama saya tetapi kenyataannya bukan milik saya. Apakah saya memiliki mobil? Dapat dikatakan demikian, tetapi pada dasarnya saya hanya menggunakannya. Apakah kita tidak mempunyai hak? Apakah kita bersungut-sungut? Apakah kita mengeluh akan hal ini? Tidak! &#8220;Kami ingin&#8221;, seperti yang Paulus katakan &#8220;semua orang paham bahwa aku juga punya hak, meski aku tidak menggunakanya&#8221;. Oleh karena itu, manusia rohani mempunyai hak tapi mereka memutuskan untuk tidak menuntut haknya. Apakah anda melihat itu? Anda juga mempunyai hak tetapi kerohanian anda akan dilihat dalam seberapa besar kerelaan anda untuk melepaskan hak anda.  Ketika seseorang pergi untuk memberitakan Injil, seringkali ini bukan hanya semata-mata persoalan panggilan, sebagaimana yang suka diklaim orang. Melayani Tuhan adalah persoalan apakah mereka mau menyerahkan hak mereka ke atas itu dan ini, hak untuk kehidupan yang lebih baik, untuk semua yang lebih itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh Henry Choy, seorang saudara terkasih yang ada di Negeri Cina. Ia banyak menolong saya dalan hal rohani. Ia dapat dikatakan sebagai bapak rohani bagi saya. Ia menolak untuk menikah. Apakah ia tidak boleh menikah? Tentu saja ia punya hak untuk itu. Tapi ia tidak mau, ia melepaskan haknya. Dalam artikata tertentu, bukannya ia tidak mau merasakan suasana rumahtangga yang nyaman, tetapi ia menyerahkan haknya, karena ia ingin melayani Tuhan dengan devosi yang tidak berbagi-bagi. Ia melepaskan haknya karena ia tahu Komunis akan dengan segera berkuasa di sana. Ini berarti akan ada banyak penderitaan yang harus dihadapi dan ia ingin menanggungnya sendiri. Ia tidak ingin menimpakan penderitaan ke atas istri dan anak-anaknya.  Itulah hal yang menganggu kita yang sudah bernikah ini, di mana kita harus menderita dan membuat orang lain menderita. Adalah lebih baik menderita sendiri. Tentu saja, pelayanan pastoral berbeda, dan Henry tidak terlibat dalam pelayanan pastoral. Lebih baik bagi seorang Evangelis jika ia hidup lajang, karena ia harus banyak berkeliling. Ia harus melakukan perjalanan. Jika ia punya keluarga, ia sangat sering pergi meninggalkan keluarganya. Itu tidak hanya menyebabkan penderitaan bagi keluarganya, tetapi ia pun ikut menderita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita memang punya hak, tetapi kita tidak harus mempertahankannya. Henry punya hak untuk menikah. Ia sangat atraktif, tampan, menyenangkan, pintar, tetapi ia memutuskan untuk hidup lajang demi Kristus. Ia punya hak; ia mengesampingkan haknya itu demi Injil. Tentu saja dalam pelayanan pastoral, ada kalanya, anda tidak dinasehatkan untuk hidup lajang, karena jika demikain akan menimbulkan banyak kesalahpahaman. Jika seorang pria lajang tampak sedang berbicara dengan seorang gadis, ini akan menimbulkan banyak pertanyaan serta menyebabkan kesalahpahaman. Dalam pelayanan pastoral, seringkali adalah kurang bagus untuk seorang pria tidak menikah. Sedangkan sebagai evangelis seringkali orang lebih suka hidup lajang.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya seorang manusia rohani melepaskan haknya. Jika Yesus tidak melepaskan hak-Nya atas kemuliaan surgawi, apa yang terjadi dengan kita? Orang seperti Henry Choy mempunyai hak untuk meninggalkan Negeri Cina sebelum kedatangan Komunis. Tidakkah ia mempunyai hak untuk meninggalkan Negeri Cina? Apakah hanya orang lain yang boleh melarikan diri demi menyelamatkan nyawa mereka? Ia juga punya hak untuk pergi. Ia melepaskan haknya untuk pergi; ia tetap tinggal di Negeri Cina. Dan seperti yang pernah saya sharingkan sebelumnya, betapa saya bersyukur karena ia tetap tinggal. Di manakah saya jika ia tidak tetap tinggal di Negeri Cina? Jadi kita bersyukur kepada Allah bagi mereka yang telah melepaskan hak-hak mereka, sebagaimana Yesus melepaskan hak-hakNya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Melepaskan Hak Merupakan Inti dari Pengampunan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pahamilah hal ini: Mengapa  kita melepaskan hak kita? Karena itu adalah seluruh inti dari pengampunan! Perhatikan! Jika kita tidak melepaskan hak kita, bagaimana mungkin kita dapat mengampuni? Jika seseorang menginjak sepatu saya, sehingga sepatu saya menjadi kotor, terkena lumpur, saya dapat berkata, &#8220;Lihat, anda telah mengotori sepatu saya, anda harus membersihkannya sekarang!&#8221; Bukankah itu hak saya untuk menyuruhnya membersihkan sepatu saya? Tetapi anda dapat melihat bahwa inti utama dari pengampunan adalah melepaskan hak. Itulah sebabnya mengapa manusia rohani melepaskan haknya. Seluruh maksud dan tujuan dari pengampunan adalah melepaskan hak. Saya berhak untuk menyuruhnya membersihkan sepatu saya yang dia injak itu. Tapi ketika saya berkata, &#8220;Aku memaafkanmu&#8221;, ini berarti saya tidak mempertahankan hak yang saya miliki. Saat saya mengatakan kepadanya &#8220;Lupakan saja! Tidak apa-apa.&#8221; Inilah seluruh intinya pengampunan. Manusia rohani belajar untuk mengampuni. Itulah alasan mengapa kita tidak mempertahankan hak kita. Jika anda menampar saya, saya punya hak untuk menuntut anda di pengadilan, dan menuntut supaya anda dihukum 400 zuz. Tapi saya melepaskan hak saya-saya mengampuni anda. Saya mengampuni demi Kristus. Jadi saya tidak mempertahankan hak saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kita mengampuni? Karena Allah telah mengampuni kita, itulah alasannya. Jika Allah mempertahankan haknya, apa yang terjadi dengan kita? Kita semua akan binasa.  Kita telah menghina kemuliaan ilahi-Nya, kita tidak hidup dalam kuasa-Nya, kita tidak menuruti kehendak-Nya setiap hari, kita tidak memuliakan Dia. Jika Ia mempertahankan hak-Nya, saudara-saudara, meskipun hanya atas satu poin, maka tidak satupun di antara kita yang tersisa. Kita semua tidak ada lagi. Tuhan tidak mempertahankan hak-Nya, seperti yang Yesus katakan, &#8220;Sebagaimana Bapa dan Aku mengampuni, begitu juga kamu juga harus mengampuni.&#8221; Kita harus mengikuti teladan Yesus. Bagaimana kita berani masih mempertahankan hak kita ketika dosa -hutang kita- telah dihapuskan? Dosa dalam Alkitab disebut dengan  hutang. Jadi apa poin pertama yang telah kita perhatikan? Dosa selalu mau memgambil dan memperoleh. Dan anehnya semakin banyak anda mengambil, semakin besar hutang anda secara spiritual. Apakah anda memperhatikannya? Yang kedua, pengampunan adalah penghapusan hutang-hutang itu. &#8220;Ampunilah hutang-hutang kami&#8221; &#8211; itulah yang dikatakan di Doa Bapa kami -&#8221;sebagaimana kami mengampuni orang yang berhutang kepada kami.&#8221; [Mat 6:12]. Manusia rohani belajar untuk berpikir secara rohani; ia melepaskan hak-haknya. Ia tidak mempertahankan hak-haknya karena hutangnya sendiri sudah diampuni, inilah alasannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>3. Manusia Rohani Terdorong untuk Mengasihi &#8211; Untuk Menyelamatkan Orang Lain</em></p>
<p style="text-align:justify;">Apa poin yang ketiga? Mengapa kita harus melakukan semuanya ini? Mengapa saya harus memberikan pipi kiri? Apa yang sebenarnya kita lakukan? Apakah anda memperhatikan bahwa yang kita lakukan adalah lebih dari hanya tidak membalas? Inilah yang disebut dengan mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Itulah yang sedang kita lakukan. Kita menggunakan senjata rohani paling ampuh yang kita miliki &#8211; yaitu kasih. Tahukah anda bahwa kasih dapat menghancurkan hati yang paling keras? Dengan kasih kita dapat merobohkan semua perlawanan yang keras terhadap Tuhan. Ia dapat melembutkan segala hal yang keras. Seperti yang dikatakan Paulus, &#8220;Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup meruntuhkan benteng-benteng.&#8221; [2 Korintus  10:4] Senjata apakah itu? Senjata kasih ilahi Allah-diberikan waktu ia akan menghancurkan hati yang paling keras.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Stefanus dibunuh, adakah yang salah dalam perkataannya? Adakah ia mengatakan sesuatu yang tidak Alkitabiah? Tidak ada perkataannya yang tidak Alkitabiah! Tidak ada apa-apa yang dikatakan oleh Stefanus yang tidak sesuai Kitab Suci! Tapi mengapa mereka membunuhnya? Itu satu tindakan yang ilegal, bertentangan dengan hukum. Stefanus dapat menyerukan haknya untuk melawan orang banyak itu &#8211; tapi ia tidak melakukan apa-apa. Ia dapat berkata, &#8220;Hai orang-orang, kutukan Allah turun atas kalian semua!&#8221; Itukah yang dikatakannya? Tidak sama sekali! Apa yang ia katakan? &#8220;Ampunilah mereka!&#8221; Ampunilah! Anda tahu bahwa saat perkataan ini keluar dari mulut anda, anda telah melepaskan hak anda. Orang Kristen tidak mempertahankan haknya karena pikirannya telah diubahkan. Diubahkan dalam hal apa? Ia tidak ingin mengambil karena ia peduli pada orang lain. Ia ingin agar orang lain diselamatkan, inilah alasannya. Seperti Tuhan telah mengampuni saya, maka demi Kristus saya mengampuni kamu. Saya ingin kamu juga diselamatkan. Saya ingin kamu menerima kasih Allah. Karena itu saya melepaskan hak yang saya miliki, saya mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, supaya kamu dapat dimenangkan. Kita tahu bahwa ini faktor yang penting &#8211; bahwa kamatian Stefanus merupakan faktor yang sangat penting dalam pertobatan Paulus. Faktor ini  sangat penting, karena, coba pikirkan jika Stefanus mempertahankan haknya, bagaimana ia dapat menjadi saksi bagi Paulus? Renungkan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saya mempertahankan hak yang saya miliki, bagaimana saya dapat menjadi saksi bagi orang lain? Apa yang saya lakukan tidak ada bedanya dengan yang dilakukan oleh orang non-Kristen. Mereka semua mempertahankan hak mereka dan saya juga melakukannya, jadi apa bedanya? Bagaimana kasih dapat dinyatakan? Wanita tersebut menabrak mobil saya, dan saya berkata, &#8220;Oke, ayo ke pengadilan, aku ingin semua uangku kembali.&#8221; Setiap orang non-Kristen akan melakukan hal itu. Jadi bagaimana saya dapat bersaksi kepada wanita itu? Apa kesaksian saya saat memberitahunya, &#8220;Tuhan mangasihimu&#8221;? Apa kesaksian saya? Kata-kata kosong yang tidak berarti! Saya harus membuktikan padanya, yaitu dengan melepaskan hak saya. Di mata dunia, yang saya lakukan merupakan suatu kebodohan, karena saya tidak menuntut ganti rugi apa pun atas kerusakan yang terjadi, tetapi saya sama sekali tidak tertarik dengan pandangan dunia. Saya hanya tertarik dengan pandangan Allah, saya hanya tertarik pada apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang murid Kristus. Saya melepaskan hak saya karena saya ingin memenangkan dia demi Kristus. Berapa pun jumlah uang itu &#8211; beberapa ratus pound sekalipun &#8211; apakah lebih berharga dari keselamatannya? Saya mempertimbangkan dan memutuskan bahwa keselamatannya lebih penting dari uang, jadi saya melepaskan hak saya. Jika seseorang menampar wajah saya dan saya punya hak untuk membawanya ke pengadilan, tetapi saya mempertimbangkannya sekali lagi mana yang lebih penting? Uang, ia membayar denda untuk pemulihan harga diri saya, atau keselamatannya? Mana yang lebih penting?</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian manusia rohani mempertimbangkan bagaimana dapat memenangkan orang lain-bukan bagaimana ia memperoleh gantirugi &#8211; tapi bagaimana ia dapat memenangkan orang lain bagi Kristus. Sekarang bukankah kita dapat melihat saudara-saudara, bahwa ajaran Tuhan Yesus ini sangat logis? Mengapa demikian? Dalam konteks nilai rohani, ajaran ini sangat masuk akal dan logis. Jika anda berpikir secara spiritual, anda harus berpikir tentang keselamatan dia. Tapi jika anda berpikir secara duniawi, anda akan berpikir cara yang lain-berdasarkan logika manusia. Adalah sangat logis untuk berkata, &#8220;Ia telah menabrak mobil saya, ia harus membayar kerusakkannya, agar lain kali ia lebih berhati-hati dalam mengendarai mobil.&#8221; Itu memang sangat logis, tapi logika saya berbeda jika  saya berpikir secara rohani. Saya berkata, &#8220;Biar ia diubahkan! Biarlah kasih Kristus mengubah dia dan ia tidak akan lagi melakukan hal itu, karena ia telah menjadi ciptaan yang baru&#8221;. Cara mana yang lebih baik? Jenis logika mana yang ada dalam pikiran anda? Ujilah pikiran anda. Saudara-saudara, apakah pikiran anda sudah diperbaharui? Apakah anda mempunyai pikiran yang baru? Sudahkah anda menjadi ciptaan yang baru dalam Kristus?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini ujian- perhatikan apakah anda ciptaan baru atau bukan. Apakah anda peduli terhadap keselamatan orang lain daripada mengenai hak yang menjadi milik anda? Mengapa anda menemukan ajaran ini mustahil untuk dituruti? Karena anda ingin mempertahankan hak anda. Jika anda peduli bahwa orang itu harus diselamatkan, supaya kasih Kristus mengubahkan orang itu, anda tidak akan begitu peduli apakah anda mendapat ganti rugi atau tidak. Bukan masalah jika anda menampar aku. Jika melalui kasih saya anda dapat diselamatkan, maka tamparlah saya sekali lagi. Sungguh indah! Jika Kristus dapat mati bagi dosa anda, jika Kristus dapat mati bagi dosa-dosa saya, tidak dapatkah saya menahan sedikit tamparan yang membawa keselamatan bagi seseorang? &#8220;Sebab kasih Kristus menguasai kami&#8221;, kata Paulus [2 Ko 5:14], &#8220;jadi aku ditampar, dipukul beberapa kali. Aku telah dipukul dan dipukul. Untuk apa aku bertahan terhadap semuanya ini? Supaya mereka akan berbalik pada Kristus, supaya mereka dimenangkan, supaya mereka juga menjadi ciptaan baru. Supaya mereka menjadi tipe manusia yang baru, supaya mereka tidak lagi berperilaku seperti ini&#8221;. Anda boleh mengurungnya; anda boleh memukulnya; anda boleh membalas, tetapi itu tidak akan mengubah dia. Kita mempunyai senjata yang paling ampuh, yang dapat digunakan untuk memenangkan orang. Apakah ini pemikiran anda?</p>
<p style="text-align:justify;">Yang saya bagikan di sini adalah kebenaran Firman Allah. Kita menyimpulkan dan kita telah melihat tiga poin: manusia rohani telah memahami ciri dosa, yaitu, dosa adalah menerima dan bukan memberi. Oleh karena itu, ia harus diubahkan. Perhatikan betapa berbedanya-memberi dan bukan memperoleh. Dan kita melihat bahwa manusia rohani juga tidak mempertahankan haknya karena ia telah memahami bahwa pengampunan, inti kepada pengampunan adalah pelepasan hak. Ketika tidak ada pelepasan hak, maka tidak ada pengampunan. Dan karena kita telah diampuni, maka kita akan mengampuni. Dan ketiga, kita melihat bahwa manusia rohani dimotivasikan oleh kasih Kristus; ia mempedulikan keselamatan orang lain. Dan inilah alasannya mengapa ia tidak menuntut hak-haknya, karena yang ia mempedulikan bukan hidupnya sendiri, tetapi orang lain. Ia tahu bahwa kasih merupakan senjata yang paling ampuh untuk memenangkan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan berbicara, berkhotbah dengan membanting-banting Alkitab anda di atas mimbar-semua orang dapat melakukan itu. Kehidupan anda dan perilaku anda yang menunjukkan orang Kristen yang bagaimana anda sesungguhnya. Jika anda ditampar dan anda menyeret orang ke pengadilan, setiap non-Kristen melakukan itu. Tetapi jika anda ditampar dan anda memberikan pipi yang satu lagi dalam kasih, di dalam sikap kasih, seolah-olah berkata, &#8220;Jika dengan tamparan ini dapat membantu keselamatan anda, maka tamparlah lagi. Jika dengan memberi jaketku dapat membantu anda diselamatkan, maka ambilkah jaket saya. Jika dengan berjalan mil yang kedua dapat membantu anda diselamatkan, aku akan berjalan mil yang kedua, bahkan jika dibutuhkan, mil yang ketiga.&#8221; Itulah sikap seorang manusia rohani, apakah anda melihatnya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dalam menyimpulkan, marilah setiap daripada kita menyelidiki hati dan hidup kita di hadapan Tuhan dan melihat apakah kita sesungguhnya telah diubahkan. Ajaran sedemikian mustahil dipraktikkan kecuali kita telah lahir baru dan kecuali kita telah dipenuhi oleh Roh Kudus; maka kita punya kekuatan untuk melakukannya. Jadi jangan keluar dan berkata kepada diri sendiri, &#8220;Oke, sekarang aku memahami ajaran Yesus.&#8221; Jika anda memahaminya, maka anda perlu melakukannya. Menjadi seorang Kristen bukan hanya memahaminya. Ada orang yang berkata, &#8220;Aku mengenal Alkitab.&#8221; Saya katakan itu tidak mengubah apa-apa. Anda mungkin tahu semuanya, tapi semakin anda tahu, semakin besar tanggungjawab anda. Pastikan supaya ia diterapkan dan dilakukan di dalam kuasa-Nya karena Ia tahu kita tidak dapat melakukannya dengan kekuatan kita sendiri. Ia tidak mengharapkan kita untuk melakukannya di dalam kekuatan kita sendiri. Ia memberikan Roh Kudus kepada kita justru supaya kita dapat menjalani kehidupan Kekristenan ini. Tetapi kehidupan Kekristenan yang dimiliki kebanyakan orang Kristen hari ini, tidak membutuhkan Roh Kudus untuk dijalani, karena tidak ada perbedaan apa-apa pun dari orang-orang non-Kristen. Itulah alasannya mengapa mereka tidak membutuhkan Roh Kudus. Tetapi setelah kita menyadari bahwa kehidupan Kekristenan yang dimaksudkan oleh Tuhan itu sangat berbeda dari kehidupan di dunia, maka kita akan bersinar seperti cahaya di tengah dunia karena kita begitu berbeda. Tetapi untuk hidup dengan cara itu, anda membutuhkan kuasa-kuasa dari Allah. Semoga Tuhan berbicara kepada setiap hati kita</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">From: <a href="http://www.cahayapengharapan.org" target="_blank">CahayaPengharapan.org</a></p>
Posted in KHOTBAH  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=172&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/memberikan-pipi-kirimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyatuan dengan Kristus</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/penyatuan-dengan-kristus/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/penyatuan-dengan-kristus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Pdt. Eric Chan
Hari ini kita akan mempelajari bersama-sama sedikit mengenai arti baptisan karena beberapa orang segera akan dibaptis. Kita memikirkan perkara ini dan merasa bahwa ada banyak orang Kristen yang sudah dibaptis tetapi sama sekali tidak mengerti arti baptisan. Selain itu ada beberapa orang bukan Kristen yang bertanya-tanya apa sesungguhnya arti baptisan itu. Beberapa dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=168&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#0000ff;"><strong>Pdt. Eric Chan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini kita akan mempelajari bersama-sama sedikit mengenai arti baptisan karena beberapa orang segera akan dibaptis. Kita memikirkan perkara ini dan merasa bahwa ada banyak orang Kristen yang sudah dibaptis tetapi sama sekali tidak mengerti arti baptisan. Selain itu ada beberapa orang bukan Kristen yang bertanya-tanya apa sesungguhnya arti baptisan itu. Beberapa dari Anda sudah mengalami pembaptisan beberapa bulan yang lalu. Saya merasa bahwa kali ini Anda akan dapat menyegarkan pikiran Anda dan merenungkan kembali-maksud saya Anda yang sudah dibaptis-apa yang sudah Anda lakukan sehubungan dengan Tuhan. Setiap orang Kristen harus memikirkan kembali apa yang terjadi padanya, yaitu apa yang dilakukannya pada hari ia dibaptis. Dan apa arti baptisan itu bagi kita pada saat ini, yaitu bagi kita yang sudah dibaptis? Apakah baptisan itu sesuatu yang terjadi di masa lalu ataukah masih ada artinya bagi kita sekarang?</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara mengenai baptisan, saya akan berusaha menghindari istilah-istilah yang sulit atau istilah teknis. Jika saya menggunakan istilah-istilah tersebut, saya akan berusaha untuk menjelaskannya. Saya ingin membahas hal ini secara sangat sederhana; dengan cara yang bisa dimengerti dengan mudah oleh setiap orang. Alasan lainnya kita perlu memikirkan hal ini secara bersama-sama adalah karena banyak orang Kristen dibaptis tanpa diberi penjelasan apa yang terjadi padanya. Ada orang-orang yang mencoba membaca buku-buku mengenai baptisan dan merasa sangat sulit memahaminya sehingga akhirnya mereka menyerah. Saya teringat ketika saya masih kuliah di Sekolah Tinggi Alkitab, seorang teman kuliah bertanya kepada saya, &#8220;Apa arti baptisan? Saya belum pernah dibaptis, tetapi apa artinya? Mengapa saya harus dibaptis?&#8221; Jadi orang ini telah menyerahkan dirinya pada pekerjaan Allah tetapi belum mengetahui arti baptisan, dan belum dibaptiskan. Tetapi setelah kami berdiskusi, ia akhirnya dibaptis, padahal ia telah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun. Selain itu timbul pertanyaan: Jika Anda tidak dibaptis, apakah Anda sesungguhnya orang Kristen atau bukan? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang akan kita lihat pada saat kita membahas arti baptisan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Baptisan Adalah Sakramen Persatuan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya akan memberikan definisi ini kepada Anda dalam satu kalimat, yang kemudian akan saya uraikan secara panjang lebar. Baptisan adalah sakramen persatuan. Anda berkata, &#8220;Tampaknya definisi itu tidak banyak menolong saya untuk mengerti.&#8221; Jika demikian pikirkanlah kata &#8216;persatuan&#8217;. Sakramen pada dasarnya adalah ekspresi lahiriah dari sesuatu yang sudah terjadi di dalam diri Anda. Dengan cara lain, kita dapat mengatakan bahwa baptisan adalah sebuah janji untuk bersatu atau mengikatkan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sekarang kita bertanya lagi: persatuan dengan siapa? Persatuan dengan Kristus. Bagaimana cara terbaik untuk mencoba memahami hal ini? Anda yang telah dibaptis pasti ingat bahwa saya menggunakan contoh pernikahan karena pernikahan juga adalah akad untuk bersatu. Jadi dalam gereja kita memiliki dua sakramen. Kita memiliki sakramen persatuan dan sakramen komuni. Jadi kalau begitu yang terjadi pada Anda dalam baptisan adalah: Ketika Anda dibaptis, Anda masuk dalam perjanjian persatuan dengan Kristus-seperti ketika dua orang menikah, mereka masuk dalam ikatan perjanjian satu dengan yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Baptisan dalam Kitab Suci Dibandingkan dengan Pernikahan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa landasan Kitab Suci dalam membandingkan antara baptisan dengan pernikahan? Jika saya memberikan semua bukti-bukti dari Kitab Suci sekarang, maka kita akan menghabiskan waktu satu jam ke depan hanya untuk membicarakan bukti-bukti dari Kitab Suci itu. Karena itu saya akan membatasinya hanya pada satu atau dua pokok. Di I Korintus 6:17 kita membaca, &#8220;Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.&#8221; &#8220;Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan&#8221;-renungkanlah kata-kata ini dengan teliti-menjadi satu-&#8221;satu roh dengan Dia.&#8221; Kapankah Anda bersatu dengan Tuhan jika Anda memang pernah bersatu dengan Tuhan? Anda bersatu dengan Tuhan dalam baptisan. Kata &#8220;mengikatkan diri&#8221; yang digunakan dalam ayat itu sama dengan yang digunakan di Matius 19:5 berdasarkan teks aslinya. Dalam pasal tersebut Anda akan membaca tentang suami istri yang dipersatukan dalam pernikahan. Kita yang sama itu digunakan di sini dalam I Korintus pasal 6 untuk membicarakan tentang persatuan antara murid-murid, yaitu orang Kristen, dengan Kristus.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita dapat melanjutkan dengan banyak bacaan semacam itu. Ada Efesus pasal 5 dan selanjutnya dan bacaan mengenai pernikahan di sana. Bacaan ini-yaitu Efesus 5:21 dan selanjutnya-biasanya dibacakan pada upacara pernikahan seseorang. Sekali lagi di tengah-tengah bacaan mengenai pernikahan ini kita membaca referensi terhadap baptisan. Di ayat 26 kita membaca &#8220;&#8230;<em>untuk menguduskannya</em>,&#8221;-yaitu gereja-&#8221;<em>sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman</em>.&#8221; Jadi tepat di tengah-tengah ayat itu, kita membaca referensi terhadap baptisan. Dan pada ayat 31, kita membaca ayat yang tepat sama dengan ayat yang terdapat dalam Matius 19:5. &#8220;Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.&#8221; Sekali lagi di Roma 6:5 kita dikatakan &#8220;telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya&#8221;. Ada sangat banyak lagi bacaan-bacaan dalam Alkitab yang menyatakan Yesus sebagai Mempelai gereja. Dalam kitab II Korintus ada bacaan lainnya (yang tidak perlu kita lihat sekarang, seperti telah saya katakan ada banyak bacaan mengenai hal ini) di mana Paulus ketika berbicara dengan jemaat di Korintus mengatakan, &#8220;Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.&#8221; (II Korintus 11:2). Jadi kita dapat melihat bahwa gambaran mengenai pernikahan ini, mengenai orang Kristen yang dipersatukan dengan Kristus, digunakan berulang kali.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa Arti Pernikahan?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa arti pernikahan? Apakah upacara pernikahan itu sangat penting? Dapatkah dua orang menjadi suami istri tanpa menikah? Jawaban yang universal terhadap pertanyaan ini adalah: tidak, Anda tidak dapat menjadi suami istri tanpa menikah. Baik dalam masyarakat yang paling primitif maupun di negara-negara yang paling maju, keadaannya selalu sama. Orang harus menikah sebelum mereka menjadi suami istri. Tidak di manapun di dunia dua orang akan dianggap sebagai suami istri apabila mereka belum menikah. Tetapi mengapa tidak? Mengapa kita tidak mengabaikan saja masalah pernikahan ini? Karena pernikahan bukan hanya sebuah upacara; pernikahan adalah sebuah perjanjian. Perjanjian itu barangkali dapat Anda katakan adalah seperti mengadakan persetujuan antara satu orang dengan orang lain; sebuah komitmen antara satu orang dengan orang lain. Jika tidak ada perjanjian semacam ini, tidak ada persetujuan antara kedua orang tersebut, maka cinta mereka belum konkrit, atau terwujud dalam sebuah transaksi yang jelas antara mereka. Jadi betapa pun besarnya cinta mereka satu terhadap yang lain, mereka bukanlah suami istri.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila kita berbicara tentang perjanjian dan persetujuan, yang kita maksudkan bukanlah dua orang yang terlibat di dalamnya harus pergi ke gereja. Karena bahkan orang tak percaya tahu bahwa kecuali ia memiliki kontrak dengan istrinya-sebuah perjanjian-mereka bukanlah suami dan istri. Jadi sekalipun mereka tidak pergi ke gereja, mereka pergi ke Kantor Catatan Sipil, atau tempat semacam itu, untuk menandatangani sebuah sertifikat yang menyatakan &#8220;Hari ini kita telah menjadi suami istri.&#8221; Dan yang menarik adalah sekalipun Anda pergi ke Kantor Catatan Sipil, Anda tetap diminta untuk menghadirkan dua atau tiga orang saksi. Dua atau tiga orang ini juga diminta untuk menandatangani akte pernikahan. Mengapa harus ada saksi? Karena mereka itu dimaksudkan untuk menyaksikan bahwa persetujuan tersebut telah dilakukan di hadapan mereka. Anda lihat bahwa dalam hubungan antar pribadi, hubungan tersebut belum menjadi konkrit atau terbentuk secara tetap sebelum ada perjanjian. Jadi seseorang bisa saja mengatakan bahwa ia percaya kepada Kristus, ia mengasihi Yesus, ia ingin mengikut Yesus, tetapi selama ia belum memiliki perjanjian dengan Kristus, ia bukanlah orang Kristen. Hal ini disebabkan dalam sebuah perjanjian, Anda menyerahkan diri satu kepada yang lain. Sebelum itu tidak ada komitmen yang nyata. Atau ada komitmen dalam hati, tetapi komitmen itu tidak dinyatakan di hadapan saksi-saksi sehingga menjadi konkrit dan nyata.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sekarang kita lihat bahwa baptisan bukan hanya semacam upacara, melainkan sebuah perjanjian. Dan kata &#8216;perjanjian&#8217; ini digunakan berulang kali dalam Alkitab. Itulah sebabnya kita memiliki Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dan saya akan ulangi sekali lagi pengertian ini sehingga tidak seorang pun merasa tidak yakin akan hal ini, apa yang terjadi dalam baptisan? Kita mengalami persatuan dengan-Nya, tetapi persatuan ini bukan hanya sebuah perasaan, melainkan sebuah komitmen yang pasti, sebuah persetujuan, sebuah perjanjian dengan Kristus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Perbandingan Antara Persatuan dalam Pernikahan dengan Persatuan dalam Baptisan?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang mari kita lihat hal ini sedikit lebih mendalam dan membandingkan persatuan dalam pernikahan dengan persatuan dengan Kristus dalam baptisan. Pertama, sama seperti dalam pernikahan, kedua orang tersebut menyerahkan diri satu kepada yang lain karena kasih mereka satu sama lain. Jadi dalam baptisan kita menyerahkan diri kita kepada Kristus karena kasih-Nya kepada kita dan karena kita ingin menyatakan kasih kita kepada-Nya. Kemudian, sama seperti dalam pernikahan, Anda tidak menikah dengan seseorang yang Anda secara kebetulan menyukainya. Anda harus benar-benar mengasihi orang tersebut dan siap untuk menjalani kehidupan Anda bersama orang itu. Demikian pula sebagai orang Kristen, kita tidak menikah dengan siapa saja yang secara kebetulan kita sukai. Paling tidak, pernikahan semacam itu sungguh tidak menguntungkan. Dan demikian pula orang Kristen, kita tidak begitu saja menyerahkan diri kepada Yesus karena kita secara kebetulan menyukai-Nya, tetapi karena kita ingin menyerahkan diri kepada-Nya sepenuhnya tanpa syarat dan menjalani kehidupan bersama-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, seperti pernikahan, baptisan adalah sebuah pernyataan, sebuah deklarasi. Dengan kata lain, saya menunjukkan kepada setiap orang melalui tindakan saya bahwa saya mencintai orang ini. Demikian pula dalam baptisan saya menyatakan hal tersebut di hadapan semua orang, dan di hadapan langit dan bumi, yang juga merupakan saksi. Ingat bahwa langit dan bumi bukan semata-mata benda mati, langit dan bumi memiliki kekuatan spiritual. Di hadapan semua ini, saya menyatakan hari ini bahwa saya mengasihi Yesus dan sudah menyerahkan diri saya kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi yang ketiga, hal ini juga berarti bahwa karena saya telah menyatakan komitmen saya kepada-Nya, maka saya siap untuk mematahkan ikatan cara hidup saya yang lama. Bahkan hal ini juga terjadi dalam pernikahan dengan seseorang. Ketika Anda menikah, hidup Anda tidak lagi sama seperti dulu. Sekarang Anda memasuki sebuah kehidupan yang baru, yaitu hidup berpasangan dengan seseorang lain. Kehidupan Anda bukan lagi kehidupan yang berpusat pada diri sendiri di mana Anda dapat melakukan apa saja yang Anda inginkan. Sekarang ada orang lain yang Anda pedulikan. Kehidupan Anda sekarang juga berubah total karena hal ini. Jadi ketika Anda dibaptiskan, Anda sebenarnya juga mengatakan, &#8220;Cara hidup lama yang penuh dosa telah saya tinggalkan sepenuhnya. Sekarang saya memasuki kehidupan baru yang bersatu dengan Kristus.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan juga seperti dalam pernikahan, jika ada cinta yang sejati antara dua orang, maka ketika Anda telah menikah Anda menempatkan kepentingan pasangan Anda di depan kepentingan Anda sendiri. Anda akan memikirkan tentang pasangan Anda, bukan diri Anda sendiri, jika ada cinta sejati. Itulah sebabnya ada istri-istri penuh pengabdian yang melepaskan karier mereka sendiri, mereka melepaskan kepentingan mereka sendiri untuk mengikuti tujuan suami mereka, untuk berada di tempat di mana suami mereka berada. Mereka berkata, demikian pula kita sebagai orang Kristen berkata ketika dibaptiskan, &#8220;Mulai saat ini kepentingan-Nya-yaitu kepentingan Yesus-lebih utama dari kepentingan saya, keinginan saya dalam masalah profesional dan sosial. Dialah yang kepentingan-Nya paling utama dalam diri saya.&#8221; Sementara saya mengatakan hal ini, saya berharap orang-orang Kristen akan menyelidiki hati mereka dan bertanya, &#8220;Apakah saya telah bersikap setia pada komitmen baptisan saya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Juga, seperti dalam pernikahan, karena kedua orang itu sekarang telah bersatu, maka suami tidak pergi ke satu tempat dan istri ke tempat lain. Tidak! Di mana yang satu berada, di sana juga yang lain berada. Mereka akan pergi bersama-sama. Di mana pun mereka berada mereka akan menjalaninya bersama-sama. Demikian pula orang Kristen yang bersama dengan Yesus. Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang selalu hidup dalam persekutuan dengan Yesus. Pernikahan macam apa yang terjadi jika sang suami tinggal di satu tempat dan istrinya di tempat lain? Mereka seharusnya ingin bersama-sama. Mereka ingin bersekutu satu dengan yang lainnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang Kristen yang tidak berdoa, yang tidak merasa senang bersekutu dengan Yesus, belum mengetahui apa artinya menjadi orang Kristen. Hal ini berarti bahwa kita juga mengatakan, &#8220;Pada saat-saat yang sulit sekalipun, dalam keadaan kaya atau pun miskin, Tuhan, aku akan bersama-Mu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam baptisan, ketika kita menerima baptisan dalam hati kita, kita juga mengatakan melalui tindakan itu bahwa Yesus menjadi Tuhan dari hidup kita. Sama seperti istri yang setia yang berkata kepada suaminya, &#8220;Saya ingin kau menjadi kepala rumah tangga ini.&#8221; Dalam setiap penatalaksanaan harus ada seorang kepala. Keluarga adalah sebuah kesatuan dan penatalaksanaan yang bersifat sosial, dan harus ada seseorang yang menjalankan keluarga itu. Harus ada seseorang yang mengambil tanggung jawab untuk menandatangani pernyataan dan dokumen. Tentu saja hal ini tidak berarti terjadi ketidakseimbangan antara suami dan istri; melainkan karena kasih mereka menghormati satu terhadap yang lain, mereka saling menghargai dan ingin memberikan tempat yang terhormat kepada pasangannya. Demikian pula orang Kristen ingin memberi Yesus tempat yang terhormat dalam hidupnya. Ia ingin memuliakan Yesus. Ia merasa gembira dan mengatakan, &#8220;Ya, Yesus adalah Tuhan dalam kehidupan saya, dan ini sungguh sebuah sukacita!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya, dalam sebuah pernikahan ada hadiah pernikahan kepada pasangan, atau di negara Barat biasanya adalah cincin kawin. Apa arti hal ini? Ini adalah sebuah janji. Demikian pula Yesus, ketika kita dibaptiskan Dia memberi kita sebuah hadiah. Dia memberikan Roh Kudus kepada kita. Roh Kudus adalah janji Tuhan kepada kita. Roh Kudus yang diberikan Tuhan kepada kita itu pertama-tama dan terutama berarti, &#8220;Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.&#8221; Demikian pula lambang yang berbentuk cincin itu. Lambang itu adalah sebuah janji, &#8220;Aku tidak akan meninggalkanmu. Kamu dapat menunjukkan cincin ini sebagai buktinya.&#8221; Kedua, hal ini juga berarti bahwa apa yang telah kujanjikan kepadamu akan kupenuhi. Jadi apa yang dijanjikan Yesus kepada kita adalah bahwa Dia akan menggenapi semua yang telah diberikan-Nya kepada kita. Dia akan memelihara kita. Dia akan melindungi kita. Dia akan membimbing kita dan Dia telah memberikan kehidupan kekal kepada kita. Hal inilah juga yang diharapkan seorang istri dari suaminya, yaitu agar suaminya melindunginya pada saat bahaya dan pada saat ia membutuhkan. Agar suaminya memenuhi kebutuhan hidupnya. Agar suaminya mengarahkan dia atau memberinya nasihat dan hikmat jika diperlukan. Dan semua ini Yesus juga berjanji untuk menggenapinya pada kita. Tentu saja Dia berbuat jauh lebih banyak dari itu. Dia memberikan kehidupan kekal kepada kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perbedaan Antara Pernikahan dan Baptisan</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya telah menggunakan perbandingan-perbandingan di atas dan menjelaskannya secara sangat singkat karena terbatasnya waktu. Kita telah membuat perbandingan antara baptisan dengan pernikahan, tetapi tentu saja kita tidak menyamakan baptisan dengan pernikahan, karena persamaannya hanya terletak dalam hal berikut: yaitu bahwa keduanya adalah janji untuk bersatu. Meskipun demikian, ada satu atau dua perbedaan yang secara singkat akan saya sebutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Anda menyaksikan suatu baptisan Anda akan perhatikan bahwa tandanya berbeda. Anda melihat seseorang dicelupkan dalam air dan kemudian diangkat lagi dari air. Lalu Anda bertanya pada diri Anda sendiri, &#8220;Apa yang terjadi? Apa artinya semua ini?&#8221; Anda lihat, persatuan antara Kristus dengan kita ini-dan inilah bedanya, meskipun keduanya adalah sakramen persatuan-jauh lebih rumit daripada persatuan antara dua orang. Hal ini lebih sulit karena adanya dosa. Dosa itu menjadi penghalang antara Allah dengan kita dan membuat persatuan ini menjadi sangat sulit. Bukan hanya sulit, melainkan tidak mungkin. Kesulitan semacam ini tidak ada di antara dua orang. Jika Anda dan pasangan Anda saling mencintai, kalian menikah. Itu saja. Yah, barangkali tidak sesederhana kedengarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Gambaran mengenai kesulitan ini dapat dilihat secara lebih jelas apabila dua orang yang akan menikah berasal dari keluarga yang saling bermusuhan. Anda dapat melihat masalah yang besar dalam persatuan ini. Dan dalam hal ini, dosa itu harus disingkirkan lebih dulu. Penghalang atau kesulitan yang ada di antara mereka harus disingkirkan lebih dulu. Inilah yang harus dilakukan Yesus di atas kayu salib. Karena Dia mengasihi kita, maka Dia ingin menyatukan kita dengan diri-Nya. Untuk dapat melakukan hal ini, Dia harus lebih dulu menyingkirkan penghalang yang ada. Dan penghalang itu harus disingkirkan-Nya melalui kematian-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dalam Baptisan, Kita Mati terhadap Dosa dan Bangkit Menuju Kehidupan Baru-Kehidupan Bersama Kristus!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Inti dari baptisan adalah: Ketika Anda dicelupkan ke dalam air, peristiwa itu adalah lambang bahwa Anda sudah siap untuk mati terhadap dosa, yaitu berpaling dari dosa, dan bahwa seluruh cara hidup Anda yang lama sudah berakhir; dan sekarang Anda keluar dari dalam air sebagai simbol dari kehidupan baru yang penuh dengan kebenaran. Jadi baptisan tidak berarti bahwa sekarang kita telah mengikuti agama tertentu. Bukan, bukan! Kita tidak mengikuti agama apa pun. Kita menyatakan bahwa kita telah berpaling dari dosa kepada kebenaran, dari kegelapan kepada terang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sekarang kita telah membicarakan arti baptisan secara sangat sederhana, tetapi saya harap artinya cukup jelas untuk dimengerti oleh setiap orang. Karena itu bagi orang-orang yang segera akan menjalani upacara pembaptisan pikirkanlah dengan teliti apa yang telah kita bicarakan siang ini. Ini adalah sebuah langkah yang besar, sama seperti persatuan dalam pernikahan adalah sebuah langkah yang besar. Tetapi bagi kita yang sekarang telah menjadi milik Kristus, yang telah dipersatukan dengan-Nya, marilah kita selalu mengingat apa arti hal ini, apa hak-hak dan tanggung jawab kita. Ketika Anda berada dalam kesulitan dan masalah, ingatlah selalu hal ini: Yesus mengasihi Anda dan Anda telah dipersatukan dengan-Nya. Dan Dia akan memelihara Anda. Anda dapat mempercayai hal ini. Jangan pernah merasa ragu-ragu akan hal ini. Dia melihat air mata Anda, Dia mengetahui beban hati Anda, penderitaan Anda, dan Dia sangat mempedulikan Anda. Karena itu bawalah persoalan Anda kepada-Nya. Anda akan mengetahui betapa dalam kasih-Nya kepada Anda. Juga, belajarlah untuk hidup dengan memuliakan Dia, supaya Dia sungguh-sungguh memiliki sukacita di dalam kita dan kita memiliki sukacita di dalam Dia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">From: <a href="http://www.cahayapengharapan.org" target="_blank">CahayaPengharapan.org</a></p>
Posted in RENUNGAN  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=168&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/penyatuan-dengan-kristus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingat Bebek Itu</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/ingat-bebek-itu/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/ingat-bebek-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[
Ada seorang anak laki-laki, Johny berlibur di rumah kakek dan neneknya di pertanian. Dan dia diberikan mainan ketapel untuk bermain di hutan. Dia berlatih di hutan,  tetapi dia tidak pernah dapat membidik suatu target. Dan karena kecapaian dia menjadi putus asa, dia kembali ke rumah untuk makan malam. Dalam perjalanannya kembali ke rumah dia melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=165&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ada seorang anak laki-laki, Johny berlibur di rumah kakek dan neneknya di pertanian. Dan dia diberikan mainan ketapel untuk bermain di hutan. Dia berlatih di hutan,  tetapi dia tidak pernah dapat membidik suatu target. Dan karena kecapaian dia menjadi putus asa, dia kembali ke rumah untuk makan malam. Dalam perjalanannya kembali ke rumah dia melihat bebek peliharaan neneknya. Dengan tiba-tiba dia membidikkan ketapelnya dan mengenai bebek itu tepat di kepalanya, dan langsung membunuhnya. Dia sangat kaget dan berduka. Karena panik dia menyembunyikan bebek yang telah meninggal di antara tumpukan kayu, kemudian dia melihat kakak perempuannya Sally yang telah melihat kejadian itu, tetapi Sally tidak berkata apa-apa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari itu setelah makan siang nenek berkata, &#8220;Sally, mari kita mencuci piring.&#8221; Tetapi Sally berkata, &#8220;Nek, Johny berkata kepada saya dia akan membantu di dapur hari ini, iyah-kan Johny?&#8221; dan kemudian dia berbisik kepadanya, &#8220;Ingat, bebek itu?&#8221; maka Johny mencuci piring-piring itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian kakek bertanya apakah anak-anak ingin pergi memancing, dan nenek berkata, &#8220;Maaf tapi saya ingin Sally membantu untuk mempersiapkan makan malam.&#8221; Tetapi Sally tersenyum dan berkata, &#8220;Oh, tidak apa-apa karena Johny berkata kepadaku dia ingin membantu.&#8221; Dan kemudian dia  berbisik lagi, &#8220;Ingat bebek itu?&#8221; Maka Sally pergi memancing dan Johny tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah beberapa hari Johny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas Sally. Dia akhirnya tidak tahan. Dia datang kepada neneknya dan mengakui dia telah membunuh bebek itu. Neneknya membungkuk dan memeluk Johny, dan berkata, &#8220;Sayang, nenek tahu. Nenek waktu itu berdiri di depan jendela dan melihat semua kejadian itu. Tetapi karena saya mengasihi-mu, saya memaafkan-mu. Tetapi nenek hanya berpikir berapa lama lagi kamu akan membiarkan Sally memperbudak kamu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak tahu apa masa lalu-mu. Saya tidak tahu dosa apa yang musuh terus dilemparkan ke wajah-mu dan menghantui hati nurani-mu. Tetapi apapun itu, saya ingin kamu mengetahui sesuatu. Yesus berdiri di jendela. Dan dia melihat seluruhnya. Tetapi karena dia mengasihimu,  Dia telah mengampuni-mu. Kemungkinan Dia juga berpikir berapa lama kamu akan membiarkan musuh memperbudak kamu. Sesuatu yang besar mengenai Tuhan adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga melupakan!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Yohanes 1.9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">From: <a href="http://www.cahayapengharapan.org/artikel/texts/ingat_bebek_itu.htm" target="_blank">CahayaPengharapan.org</a></p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in RENUNGAN  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=165&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/ingat-bebek-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Gubuk-mu Terbakar?</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/apakah-gubuk-mu-terbakar/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/apakah-gubuk-mu-terbakar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[
 
Seorang penumpang yang selamat dari kecelakaan kapal laut telah dihanyutkan ke satu pulau kecil yang tidak berpenghuni. Dia berdoa agar Tuhan datang untuk menyelamatkannya, dan setiap hari dia memandang jauh ke depan untuk mencari penyelamat, tetapi sepertinya tidak ada yang datang. Dengan kelelahan, pada akhirnya dia berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=163&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang penumpang yang selamat dari kecelakaan kapal laut telah dihanyutkan ke satu pulau kecil yang tidak berpenghuni. Dia berdoa agar Tuhan datang untuk menyelamatkannya, dan setiap hari dia memandang jauh ke depan untuk mencari penyelamat, tetapi sepertinya tidak ada yang datang. Dengan kelelahan, pada akhirnya dia berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu untuk melindungi dirinya dan menyimpan barang miliknya.</p>
<p>Tetapi suatu hari, ia keluar mencari makanan, setelah dia tiba di rumahnya dan ia menemukan rumahnya terbakar, asapnya sampai tinggi sekali. Hal yang terburuk telah terjadi. Semua yang dimilikinya telah habis terbakar. Dia tenggelam di dalam kesedihan dan batinnya memberontak kemarahan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tuhan, mengapa Engkau melakukan ini terhadap aku!&#8221; tangisnya.</p>
<p>Tetapi, keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal laut yang mendekati pulau tersebut. Mereka datang untuk menyelamatkan dia.</p>
<p>Bagaimana Anda tahu saya berada disini? Tanya pria yang kelelahan itu kepada penolongnya.</p>
<p>&#8220;Kami melihat tanda asapmu,&#8221; jawab mereka.</p>
<p>Sangat mudah untuk menjadi kecewa ketika masalah menjadi tidak baik. Tetapi seharusnya kita tidak berkecil hati, karena Tuhan sedang bekerja di dalam kehidupan kita, meskipun di tengah-tengah kesusahan dan penderitaan.</p>
<p>Ingatlah, di kemudian hari apabila rumah kecilmu terbakar habis, itu mungkin saja hanyalah tanda  yang akan memulai kasih karunia Allah dalam hidupmu.
</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk semua hal negatif yang terjadi pada kehidupan kita, Allah memiliki jawaban positif mengenai hal itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Engkau berkata, &#8220;Ini tidak mungkin.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Semua hal mungkin (Lukas 18:27).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Aku terlalu capek.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku akan memberi-mu tempat peristirahatan (Matius 11:28-20).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Tidak ada yang mengasihi aku.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku mengasihi mu (Yohanes 3:16 &amp; Yohanes 13:34).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Aku sudah tidak tahan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Kasih karunia-Ku sudah cukup (II Korintus 12:9 &amp; Mazmur 91:15).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Aku tidak dapat memecahkan masalah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku akan menuntun jalan mu (Amsal 3:5-6).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Aku tidak dapat melakukannya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Engkau dapat melakukan segala sesuatu (Filipi 4:13).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Aku tidak sanggup.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku sanggup (II Korintus 9:8).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Aku tidak dapat memaafkan diri-ku.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku memaafkan mu (I Yohanes 1:9 &amp; Roma 8:1).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Aku tidak berkecukupan.&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku akan menyediakan semua kebutuhanmu ( Filipi 4 :19).&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Engkau berkata, &#8220;Aku takut.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku tidak memberikan-mu roh ketakutan (II Timotius 1:7).&#8221;</p>
<p>Engkau berkata, &#8220;Aku selalu takut dan frustrasi.&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Serahkanlah segala kekuatiran-mu pada-Ku ( IPeter 5:7).&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Engkau berkata, &#8220;Aku tidak memiliki iman.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku telah mengaruniakan semua orang iman yang cukup ( Roma 12:3).&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Engkau berkata, &#8220;Aku tidak cukup pandai.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku memberikanmu kebijaksanaan (I Korintus 1:30).&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Engkau berkata, &#8220;Aku merasa sendirian.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berkata, &#8220;Aku tidak akan pernah membiarkanmu atau meninggalkan-mu (Ibrani 13:5).&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">From: <a href="http://www.cahayapengharapan.org/artikel/texts/apakah_gubukmu_terbakar.htm" target="_blank">CahayaPengharapan.org</a></p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in RENUNGAN  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=163&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/apakah-gubuk-mu-terbakar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Aku adalah Iblis</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/bila-aku-adalah-iblis/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/bila-aku-adalah-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:35:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Paul Harvey
Bila Aku seorang Iblis&#8230;.
Aku akan menguasai negara yang paling kuat di dunia.
Aku akan memperdaya pemikiran manusia agar mereka berpikir bahwa semuanya adalah dari kekuatan manusia, dan bukan berkat Tuhan.
Aku akan mempromosikan sikap mencintai barang-barang dan memperalatkan orang-orang, dan bukannya mencintai manusia dan memperalatkan barang-barang.
Aku akan meyakinkan orang-orang bahwa karakter bukanlah sesuatu yang penting dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=160&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Paul Harvey</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bila Aku seorang Iblis&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan menguasai negara yang paling kuat di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan memperdaya pemikiran manusia agar mereka berpikir bahwa semuanya adalah dari kekuatan manusia, dan bukan berkat Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan mempromosikan sikap mencintai barang-barang dan memperalatkan orang-orang, dan bukannya mencintai manusia dan memperalatkan barang-barang.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan meyakinkan orang-orang bahwa karakter bukanlah sesuatu yang penting dalam kepemimpinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan membuat sah pengaborsian bayi yang belum lahir.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan membuat mencabut nyawa diri sendiri (bunuh diri ataupun euthanasia &#8211; pembunuhan secara legal) sesuatu yang dapat diterima secara sosial, dan menciptakan mesin untuk dapat membuat hal itu lebih mudah dijalankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan mempermurah nyawa manusia sedemikian rupa sehingga nyawa binatang dianggap lebih mahal daripada manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan menyingkirkan nama Allah dari sekolah-sekolah, dimana hanya dengan menyebutkan nama-Nya akan menyebabkan penuntutan hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan menciptakan obat-obatan yang akan melumpuhkan otak dan menargetkan anak-anak muda, dan Aku akan membayar tokoh-tokoh olah raga untuk mengiklankannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan menguasai media, sehingga setiap malam aku dapat meracuni pemikiran setiap keluarga untuk kepentinganku.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan menyerang setiap keluarga, karena keluarga adalah tulang punggung setiap negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan membuat perceraian suatu yang mudah dan dapat diterima, bahkan keren. Bila keluarga hancur, maka negara juga hancur.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan mendorong orang-orang untuk mengekspresikan fantasi immoral mereka di dalam lukisan dan film-film, dan Aku akan menamai itu sebagai karya seni.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan meyakinkan dunia bahwa manusia dilahirkan sebagai homoseksual, dan gaya hidup mereka seharusnya diterima dan dikagumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan meyakinkan orang-orang bahwa betul dan salah ditentukan oleh beberapa orang yang menyebut dirinya penguasa dan menyebut rencana mereka yang benar secara politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan membujuk orang-orang bahwa gereja itu tidak masuk akal dan kuno, dan Alkitab itu hanya untuk orang-orang yang naif.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan menumpulkan otak orang-orang Kristen, dan membuat mereka percaya bahwa berdoa itu tidak penting, dan kesetiaan dan kepatuhan pada Tuhan itu tidak mutlak.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku kira aku akan meninggalkan semuanya apa adanya sekarang.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">From: <a href="http://www.cahayapengharapan.org/artikel/texts/bila_aku_adalah_iblis.htm" target="_blank">CahayaPengharapan.org</a></p>
Posted in RENUNGAN  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=160&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/bila-aku-adalah-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visi Tuhan bagi Gereja</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/visi-tuhan-bagi-gereja/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/visi-tuhan-bagi-gereja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[KHOTBAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Pdt. Eric Chang
Meneliti akar dari kekurangan kuasa
Banyak orang Kristen yang mendengar firman Allah. Mereka memahami tantangan dalam Firman Allah tetapi menemukan bahwa mereka tak dapat menjalani kehidupan seperti itu. Banyak yang telah berusaha dan gagal, mencoba lagi dan terus gagal lagi sampai nyaris mencapai titik putus asa, &#8220;Bagaimana saya bisa hidup sesuai dengan isi khotbah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=152&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Pdt. Eric Chang</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Meneliti akar dari kekurangan kuasa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang Kristen yang mendengar firman Allah. Mereka memahami tantangan dalam Firman Allah tetapi menemukan bahwa mereka tak dapat menjalani kehidupan seperti itu. Banyak yang telah berusaha dan gagal, mencoba lagi dan terus gagal lagi sampai nyaris mencapai titik putus asa, &#8220;Bagaimana saya bisa hidup sesuai dengan isi khotbah ini? Aku ingin menjadi manusia seperti yang dikehendaki oleh Tuhan tetapi aku gagal.&#8221; Melihat keputus-asaan dan frustrasi semacam ini, saya menemukan bahwa mungkin kita perlu kembali ke dasar kehidupan Kristen kita. Kita harus menguji lagi akar komitmen kita untuk melihat apakah ada sesuatu hal yang belum beres.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah persoalan dasar yang akan dibahas dalam seri kelima khotbah ini. Seri ini adalah untuk menguji apakah landasan kekristenan kita kokoh. Kita mau memastikan bahwa tidak ada hal yang terlewatkan di tingkat landasan. Jika ada yang tidak ditangani maka akibatnya adalah hidup kita menjadi tanpa kuasa; kita dapat melihat apa yang ideal, tetapi kita tidak dapat melakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi apakah kita sudah melihat ideal yang harus dicapai itu? Khotbah yang pertama ini adalah untuk membantu kita untuk menangkap apa visi Yesus bagi Gereja. Gereja macam apakah yang ditebus oleh Yesus lewat kematianNya? Kita ini diharapkan untuk menjadi Jemaat seperti apa? Secara lebih khusus, pertanyaan yang akan dibahas adalah: Yesus menginginkan <strong><span style="text-decoration:underline;">Anda</span></strong> menjadi apa? Atau, jika Anda masih belum sampai di sana, apa yang diinginkan oleh Yesus dari Anda? Apa yang Dia inginkan dari saya? Apa yang Dia inginkan dari kita? Ini adalah inti dari khotbah yang pertama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesudah kita memahami apa yang Yesus kehendaki dari kita, dan melihat seberapa jauh jarak antara kita dengan tujuan itu, maka kita akan siap untuk masuk ke dalam empat khotbah selanjutnya, yang akan menangani dasar-dasar pemuridan. Landasan macam apakah yang Yesus inginkan di dalam hidup kita? Jika kita telah melewatkan sesuatu di tingkat landasan, maka seluruh masa depan kita menjadi tidak menentu. Hal yang terabaikan di tingkat dasar saat kita membuat komitmen akan datang menghantui kita setiap saat dan melumpuhkan kehidupan Kristen kita selanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Harapan saya setelah seri khotbah ini tidak ada lagi yang akan ragu tentang bagaimana menjalani hidup yang berkemenangan. Kita tentu sudah lelah menjalani kehidupan Kristen yang selalu kalah. Kita juga lelah melihat orang lain menjalani kehidupan Kristen yang selalu diisi oleh kekalahan. Sudah saatnya bagi gereja untuk bangkit, dan hidup dalam kepenuhan yang sudah menjadi panggilan Allah kepada kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Visi Tuhan bagi Gereja, Perjanjian Baru, Ciptaan Baru</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tugas saya bukanlah untuk memberi Anda pendapat pribadi saya, atau ide-ide saya, melainkan untuk menjelaskan dengan sejujurnya apa ajaran Yesus, dan saya harap setiap dari Anda akan dengan teliti menguji apakah ini memang ajaran Yesus. Tertulis di dalam Matius 11:11-15,</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan jika kamu mau menerimanya ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dari ajaran Yesus kita melihat bahwa yang terkecil adalah yang terbesar. Barangsiapa merendahkan dirinya sampai ke kedudukan yang terendah akan menjadi yang terbesar di dalam kerajaan Allah. Yesus, pada kenyataannya, telah merendahkan dirinya sampai ke titik nol. Seperti yang kita lihat di dalam Filipi 2, sekalipun dia sejajar dengan Allah, namun dia telah merendahkan dirinya dan mengambil rupa seorang hamba. Bahkan lebih dari itu, Dia rela mati di kayu salib. Dia telah merendahkan dirinya untuk mati dengan cara yang paling aib, mengalami bentuk kematian yang paling hina dan yang paling menyakitkan. Dia telah merendahkan dirinya bukan saja untuk menjadi seorang hamba dan mati tetapi dalam bentuk kematian yang dikhususkan untuk seorang penjahat; tidak ada tempat yang lebih rendah daripada itu. Karena Yesus telah mengambil tempat yang paling rendah &#8211; maka Allah meninggikannya, dan memberinya, seperti yang disebutkan dalam Filipi 2, &#8220;Nama di atas segala nama.&#8221; Yesus, dengan rela hati menjadi yang terendah di dalam kerajaan. Setelah menjadi yang terendah, ia juga adalah yang terbesar di dalam kerajaan, sehingga menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Semuanya ini merupakan sebagian dari kekayaan ayat-ayat ini, tetapi masih ada kekayaan penting yang lain dari ayat-ayat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa saya berkata bahwa masih ada hal-hal lain selain dari yang telah dirangkum di perikop sebelumnya? Nah mari kita perhatikan penjelasan berikut ini.</p>
<p style="text-align:justify;">i. Pertama-tama, jika yang ingin disampaikan Yesus hanya itu, yaitu bahwa dia lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, maka cara hal itu sampaikan sangatlah berbelit-belit. Demikian berbelit-belitnya cara penyampaian itu sehingga diragukan apakah hanya poin itu saja yang ingin dia sampaikan. Poin bahwa Yesus adalah lebih besar dari Yohanes Pembaptis sangatlah sulit untuk dilihat tanpa eksegese yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah jika Anda sedang menyatakan suatu maksud, sangatlah penting bagi Anda untuk memastikan bahwa orang lain bisa memahami maksud Anda, jika tidak maka tidak ada gunanya menyatakannya, karena Anda masih belum menyatakan maksud apapun jika orang tidak mengerti apa yang sedang Anda katakan. Nah apakah orang-orang Yahudi memahami bahwa inilah yang sedang Yesus katakan? Sepertinya tidak. Apakah para murid memahaminya? Kemungkinan besar tidak juga. Namun yang lebih penting lagi adalah bahwa hal itu bertolak belakang dengan gaya penyampaian Yesus. Dia biasanya menyampaikan pernyataannya secara jelas. Dia tidak berbelit-belit.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, Dia memang menyatakan bahwa kesaksiannya lebih besar dari kesaksian Yohanes Pembaptis, yaitu, kesaksiannya berasal dari Bapanya. Hal ini disampaikan dengan terus terang. Mari kita simak hal itu di dalam Yoh. 5:36. Poin ini disampaikan dengan sangat jelas, tanpa memakai ucapan yang berbelit-belit yang menimbulkan pengertian yang salah. Yoh. 5:26,</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku</em></p>
<p style="text-align:justify;">Lihat, dia menyatakan poinnya dengan jelas. &#8220;<em>Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes.</em>&#8221; Ucapan yang sangat terus terang; tak ada kekaburan di dalamnya. Kesaksiannya lebih penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini karakteristik yang menyolok dari gaya penyampaian Yesus. Yesus menyatakan maksudnya dengan sangat jelas. Jika kita tidak bisa menangkap poinnya, bukanlah karena hal itu tidak disampaikan dengan jelas. Tetapi karena ketumpulan pemahaman rohani kita. Yesus membuat pernyataan yang hampir sama di dalam Lukas 11:32 &#8211; dia berkata bahwa pelayanannya lebih penting daripada pelayanan Yunus. Dia tidak berbelit-belit. Orang yang lebih besar daripada nabi Yunus ada di depan mata! Jika penduduk Niniwe bertobat mendengar khotbah Yunus, seharusnya Anda bertobat secara jauh lebih mendalam lagi saat mendengar pemberitaan yang disampaikan oleh Yesus. Jika saat Anda mendengarkan pemberitaan Yesus, Anda tidak bertobat, maka kesalahan Anda menjadi lebih besar daripada para penduduk Niniwe yang segera bertobat mendengarkan pemberitaan dari nabi Yunus. Jadi kita bisa melihat bahwa gaya penyampaian Yesus sangatlah berterus terang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika maksud dari pernyataan &#8211; &#8220;Yohanes adalah yang terbesar dari antara semua orang yang dilahirkan oleh perempuan tetapi yang terkecil sekalipun di dalam kerajaan Allah lebih besar daripada dia&#8221; &#8211; hanyalah sekadar berarti &#8220;Aku lebih besar daripadanya&#8221;, saya kira poin tersebut sangat sulit untuk diterima.</p>
<p style="text-align:justify;">ii. Lebih dari itu, kita juga melihat hal berikut, bahwa Yesus di dalam ajarannya posisi yang terbesar dan yang terkecil itu <strong>tidak</strong> ditetapkan; Dia membiarkan posisi itu tetap terbuka bagi <strong>siapa saja</strong>. Kita dapat menemukan hal tersebut berulang kali di dalam Mat 18:4 atau Mat 20:27 dan ayat 28. Mungkin kita cukup melihat ayat yang belakangan ini. &#8220;<em>Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu</em>&#8230;&#8221; Perhatikanlah bahwa Dia <strong>tidak</strong> berkata, &#8220;Barangsiapa ingin menjadi yang nomor dua di antara kamu&#8230;, karena Aku sudah menjadi yang terutama, maka menjadi yang nomor dua adalah pilihan yang tersedia buatmu.&#8221; Jika Yesus bermaksud untuk berkata bahwa dia sudah menjadi yang terutama, maka tidak perlu dipersoalkan lagi siapa yang akan menjadi yang terutama di antara Anda karena Yesus tentu selalu menjadi yang terutama. Paling Anda hanya dapat menjadi yang kedua setelah dia.</p>
<p style="text-align:justify;">Mat 20.27-28</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang</em>.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Anda bisa lihat di sini, &#8216;Barangsiapa ingin menjadi terkemuka&#8230;&#8217; Dia membiarkan posisi ini terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, semua ini menunjukkan bahwa Yesus membuat pernyataan di dalam Mat. 11:11 ini dalam pengertian yang lebih luas. Dia menggunakan ungkapan yang serupa di sini. Orang yang menjadi yang terkemuka adalah barangsiapa yang menjadi yang terkecil, tetapi bahkan yang paling kecil sekalipun, yang terhina, masih lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.</p>
<p style="text-align:justify;">iii. Poin ketiga yang kita lihat adalah bahwa Yesus selalu mengidentifikasikan dirinya sebagai yang terkecil di dalam kerajaan. Dia tidak sekadar berkata, &#8220;Akulah yang terkecil.&#8221; Dia juga menyebutkan orang-orang lain sebagai yang terkecil dan dia menyamakan dirinya dengan mereka yang menjadi yang terkecil di dalam kerajaan. Kita melihat hal itu, sebagai contoh, di dalam Luk. 9:48. Saya akan membacanya secara singkat saja kepada Anda. &#8220;<em>Barangsiapa</em>&#8230;,&#8221; katanya kepada mereka, yaitu para murid, &#8220;<em>Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar</em>.&#8221; Di sini dia jelas tidak sedang merujuk kepada dirinya sendiri ketika berkata, &#8220;Barangsiapa&#8230;&#8221; Dia tidak sekadar berkata, &#8220;<strong>Aku</strong>lah yang terkecil, jadi Akulah yang terbesar.&#8221; Dia berkata, &#8220;Barangsiapa&#8230;,&#8221; jadi kita tidak perlu, dan kita mestinya tidak boleh, mempersempit pengertian ini hanya kepada satu orang saja, yaitu hanya merujuk kepada Yesus saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang sama menyangkut identifikasi dirinya dengan yang terkecil, dapat Anda lihat di dalam Mat. 25:40, di saat penghakiman yang terkenal itu, di mana dia berkata, &#8220;Semua yang telah kamu perbuat atas sadudaraKu yang paling hina, telah kamu perbuat padaKu.&#8221; Dia menyamakan dirinya dengan yang paling hina; walaupun &#8216;yang paling hina&#8217; itu bukan diri-Nya. Apakah Anda memahaminya? Hal yang sama terlihat juga di dalam Mat. 25:45.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi di dalam semua pernyataan itu kita mulai melihat bahwa Yesus memiliki tujuan yang jauh lebih luas serta tidak mempersempit makna ungkapan itu kepada dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">iv. Nah hal apa lagi yang dapat kita lihat dari ini? Mari kita susun pertanyaan ini dengan cara lain. Yesus berkata bahwa yang terkecil dari kerajaan Allah lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Lalu siapakah yang terkecil itu? Jika kita berkata bahwa tidak ada orang lain yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis selain Yesus, maka pernyataan itu adalah salah jika dicocokkan dengan Perjanjian Baru. Mari pikirkan hal ini: Siapakah yang lebih besar &#8211; berdasarkan pengamatan atas fakta-fakta yang ada &#8211; rasul Paulus atau Yohanes Pembaptis? Saya pikir hanya beberapa orang yang akan meragukan bahwa Paulus lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Ini berarti pernyataan bahwa <strong>hanya</strong> Yesus yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis tentunya tidak benar. Rasul Paulus juga lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Penilaian akan fakta ini dapat dibenarkan dari segala aspek, entah dinilai dari kuasa pemberitaan Paulus, jangkauan pelayanannya, tanda-tanda yang dinyatakan melalui dia &#8211; dalam semua hal itu Paulus lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Jika saya bertanya, &#8220;Siapakah yang lebih besar &#8211; rasul Petrus atau Yohanes Pembaptis?&#8221; Saya pikir Anda tentu akan berkata rasul Petrus lebih besar, dari segi jangkauan pelayanan, dari kuasa Allah yang bekerja melalui dia, baik dari perbuatan mau pun perkataannya. Inilah pokok pentingnya, kita mulai melihat bahwa sekalipun pernyataan itu secara mendasar adalah benar, bahwa Yesus tentulah lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun pernyataan itu <strong>tidak dapat </strong>dipersempit hanya mengacu pada diri Yesus saja. Lalu bagaimana kita memahami persoalan ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dilahirkan dari rahim perempuan vs dilahirkan dari Roh</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita dengan teliti mencermati penelaahan eksegese kita. Apa yang sedang Yesus sampaikan di sini? Poin apa yang sedang Dia ungkapkan? Dia berkata bahwa kitab Taurat dan semua nabi, semuanya itu bernubuat sampai dengan tampilnya Yohanes. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Yang terjadi selanjutnya adalah bahwa kerajaan Allah tampil di dalam pemberitaan Firman Allah. Dan sejak saat itu kerajaan Allah telah mengalami kekerasan. Kemudian Dia melanjutkan, dalam konteks ini, bahwa mereka yang terkecil di dalam kerajaan Allah, bahkan yang paling hina dari antara mereka, adalah lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dapatkah Anda melihat arah pembicaraan kita ini? Saya tadi mengatakan bahwa kita perlu menangkap visi Yesus bagi gerejaNya. Visi Yesus bagi gereja adalah: Di dalam kerajaan Allah, dengan kuasa Roh Kudus melalui ciptaan baru, <strong><span style="text-decoration:underline;">setiap orang Kristen, setiap murid adalah lebih besar daripada Yohanes Pembaptis</span></strong>. Renungkan hal ini sejenak dan cobalah untuk menyerap makna penting dari ucapan Yesus ini. Mungkin Anda mengira bahwa Anda sekarang ini adalah yang terkecil di dalam kerajaan Allah; mungkin Anda bukan siapa-siapa di dalam kerajaan Allah; tidak masalah. Yesus berkata, &#8220;Aku menghendaki agar kamu menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.&#8221; Itulah hal yang diharapkanNya, tingkat pengharapan yang Yesus tetapkan bagi <strong><em>setiap</em></strong> murid. Menakutkan, bukankah begitu? Memang menakutkan! Saat pemahaman ini mulai masuk ke dalam benak saya, saya benar-benar terkejut. Semakin saya pelajari ayat ini, semakin saya terperangah serta berusaha memastikan bahwa saya tidak salah memahami apa yang diucapkan oleh Yesus.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi bukankah maknanya sangat jelas? Kita tidak perlu berputar-putar dengan segala macam penelaahan yang rumit. Maknanya sudah sejelas ucapannya. Yang terkecil di dalam kerajaan Allah lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Itulah tepatnya hal yang Dia sampaikan. Bagaimana kita bisa sampai mengabaikan hal ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Nah mari kita bereskan beberapa poin lagi sebelum kita lanjutkan. Apa tepatnya hal yang disampaikan oleh Yesus? &#8220;<em>Sesungguhnya <strong>di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan </strong>tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis</em>.&#8221; Apa artinya itu? &#8220;Dilahirkan oleh perempuan&#8221; adalah cara lain atau ungkapan lain untuk menunjuk kepada manusia. Tak ada manusia yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, tak seorangpun dari mereka yang dilahirkan perempuan yang lebih dari  Yohanes Pembaptis. Namun bukan berarti bahwa Yesus sedang menyatakan bahwa tak ada makhluk rohani yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis; Dia hanya menyatakan bahwa tak ada <em>manusia </em>yang lebih besar daripada Yohanes Pambaptis. Ada makhluk-makhluk roh yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, tak perlu diragukan lagi. Ada malaikat dan penghulu malaikat, ada penghulu dan penguasa roh. Bahkan mungkin di dalam pengertian secara rohani, ada penguasa-penguasa rohani yang baik yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan juga hal yang lainnya. Yesus <strong>tidak</strong> berkata bahwa Yohanes lebih besar daripada Abraham, atau bahwa Yohanes lebih besar daripada Daud, atau bahwa Yohanes lebih besar daripada Yesaya. Dia tidak berkata bahwa Yohanes lebih besar daripada mereka tetapi yang dikatakan adalah bahwa mereka tidak lebih besar daripada Yohanes. Artinya hanya satu, yaitu, setinggi-tingginya mereka, mereka hanyalah setara dengan Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis sejajar dengan Abraham, atau Daud, atau Yesaya atau nabi-nabi besar lainnya. Mereka tidak lebih besar daripadanya; mereka mungkin sebanding dengannya tetapi tidak lebih besar. Itulah pokok yang perlu kita pahami. Maksudnya, Yohanes Pembaptis telah mencapai kemungkinan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang yang dilahirkan oleh perempuan; lebih besar dari itu, tidak akan bisa Anda capai. Anda mungkin bisa mencapai tingkatannya &#8211; Abraham mungkin bisa mencapai tingkatannya, Daud mungkin bisa menjangkau tingkatannya, namun mereka tidak bisa lebih besar lagi dari itu. Dia telah ada di puncaknya. Mungkin masih ada tingkat-tingkat lagi di atas itu namun tidak ada manusia yang dapat melampauinya, Yohanes Pembaptis telah mencapai titik tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah pertanyaan selanjutnya yang perlu kita ajukan adalah: kebesaran macam apa yang sedang dibahas ketika dikatakan bahwa di antara semua orang yang dilahirkan oleh perempuan, di antara semua manusia, tak ada yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis? Apa maksudnya? Apakah itu berarti bahwa di antara semua politikus, tak ada orang yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis di bidang politik? Yaitu, jika Yohanes Pembaptis menjadi presiden, maka tak akan ada presiden yang bisa lebih baik daripadanya? Akankah dia menjadi presiden terbaik yang dapat kita bayangkan? Hal itukah yang sedang dibicarakan oleh Yesus? Jika bukan hal itu yang Dia maksudkan, lalu apa yang menjadi maksudNya? Apakah Dia bermaksud bahwa di antara para pengusaha, tak akan ada pengusaha yang lebih hebat daripada Yohanes. Maksud saya, bahkan sekalipun Rockefeller tak akan mampu bersaing dengannya di bidang bisnis. Apakah Yohanes pasti akan membangun kerajaan bisnis terbesar di dunia ini? Yah mungkin saja Yohanes akan membangun kerajaan bisnis terbesar di dunia ini jika ia mencurahkan segenap tenaganya ke arah itu, tetapi ini bukanlah hal yang ingin disampaikan oleh Yesus. Lalu apa yang sedang dibicarakan oleh Yesus? Mungkin di bidang olah raga, sekiranya dia naik ring dan bertinju melawan Mohammad Ali, Yohanes akan merobohkan Ali di ronde pertama, karena, maksud saya, &#8220;Melebihi kebesaran Yohanes Pembaptis, tak akan bisa Anda lakukan.&#8221; Oleh karena itu, jika Anda naik ring tinju untuk melawan Yohanes Pembaptis, tak ada peluang bagi Anda untuk menang. Bahkan juara dunia sekalipun tidak berpeluang untuk menang! Yah, saya tidak tahu apakah Yohanes Pembaptis seorng petinju yang hebat. Mungkin di masa mudanya, ia pernah berlatih tinju akan tetapi ini pun bukanlah hal yang dimaksudkan oleh Yesus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kebesaran rohani &#8211; kualitas rohani</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, poin apa yang sedang disampaikan oleh Yesus? Kebesaran macam apa yang sedang dibicarakanNya? Nah sudah pasti kebesaran yang sedang dibicarakan oleh Yesus merupakan satu-satunya kebesaran yang berarti. Kebesaran dalam hal apakah yang penting, sehubungan dengan Allah? Apakah menurut Anda Dia peduli entah Anda ini seorang petinju besar atau bukan? Apakah kehebatan Anda bermain tenis akan mempengaruhi nilai Anda di mata Tuhan? Apakah Anda pikir bahwa di dalam kerajaan Allah, kemampuan Anda untuk menghasilkan uang akan menarik minat Allah? Tentu tidak, kebesaran semacam ini tidak ada gunanya; tidak ada nilai kekalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu-satunya kebesaran yang mempunyai nilai kekal adalah kebesaran rohani. Itulah satu-satunya kebesaran yang terhitung di dalam kekekalan. Dan kebesaran semacam inilah yang sedang dibicarakan oleh Yesus, bahwa di dalam hal kebesaran rohani, tak pernah ada orang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah jika kita mengacu pada kebesaran rohani, hal apakah sebenarnya yang sedang kita bicarakan? Kita harus menegaskan semua detail. Saat kita berkata bahwa Abraham adalah seorang manusia Allah yang besar, apa maksudnya? Apakah itu berarti bahwa Abraham adalah seorang pengkhotbah besar? Tidak ada petunjuk bahwa Abraham banyak berkhotbah. Atau apakah karena Abraham pernah mengerjakan banyak mukjizat? Tapi ternyata Abraham tidak mengerjakan mukjizat. Lantas, di mana letak kebesaran rohani Abraham? Yah, kebesarannya terwujud (dalam apa?) Dalam komitmen totalnya kepada Allah, bukankah demikian? Yaitu ketika Allah menyuruhnya mempersembahkan anak satu-satunya, dia bahkan tidak mempertahankan anaknya sendiri. Adalah lebih mudah bagi seorang ayah untuk mengorbankan nyawanya sendiri ketimbang mengorbankan nyawa anaknya. Allah di sini sedang meminta hal yang paling berharga baginya. Dan kebesaran Abraham, sejauh yang bisa kita lihat dari dalam sejarah Perjanjian Lama, terletak tepat di sini: kebesarannya terwujud dari ketaatan mutlaknya kepada Allah. Ketika Allah berkata, &#8220;Tinggalkan Haran,&#8221; ditinggalkannya Haran. Dan ketika Allah berkata, &#8220;Pergilah ke tanah Kanaan,&#8221; dia segera berangkat ke Kanaan. Dia mentaati Allah dengan penuh sukacita dan tanpa syarat. Bukankah itu isi dari kebesaran Abraham?</p>
<p style="text-align:justify;">Atau ketika kita berkata bahwa Daud adalah manusia Allah yang besar, apa yang kita maksudkan? Daud bukan orang yang tanpa dosa. Di manakah letak kebesarannya? Bukankah kebesarannya terletak pada pengabdian totalnya kepada Allah, yang bahkan di dalam kekhilafannya dia tetap berusaha memuliakan nama Allah. Bahkan di dalam kegagalannya, dia memuliakan Allah dengan pengakuan jujurnya, penolakannya untuk membenarkan diri sendiri, kesediaannya untuk menerima semua konsekuensi yang menurut Allah layak untuk diterapkan ke atasnya. Apakah yang telah Daud lakukan? Apakah Daud berbuat mukjizat? Dia tidak mengerjakan mukjizat. Atau apakah dia memberitakan Injil kepada bangsa Israel? Dia juga tidak berkhotbah. Lantas apa yang telah dia kerjakan? Di manakah letak kebesarannya? Bukankah hal itu terungkap di dalam Mazmur? Pengabdian totalnya kepada Allah! Daud adalah seorang yang sangat besar kemampuannya, demikian pula Abraham. Tetapi kebesaran mereka tidak terletak pada kemampuan mereka. Daud adalah seorang jenderal yang hebat. Dia adalah seorang panglima yang sangat hebat akan tetapi Alkitab tidak pernah memujinya atas kehebatannya di bidang ini. Alkitab tidak berminat pada urusan seperti itu. Kebesarannya terletak pada kualitas kerohaniannya &#8211; kualitas kehidupannya. Di sanalah letaknya kebesaran rohani.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, mari kita pelajari Yesaya. Mukjizat apa yang telah dikerjakan oleh Yesaya? Tidak banyak yang bisa kita lihat mengenai mukjizat dalam hubungan dengan Yesaya. &#8220;Ahh, tetapi&#8230;&#8221; Anda mungkin berkata, &#8220;dia adalah seorang nabi.&#8221; Benar! Dia adalah seorang nabi besar akan tetapi ada banyak nabi di Israel dan mereka tidak disebut sebagai nabi besar. Lalu mengapakah Yesaya disebut besar? Apakah karena kefasihannya berbicara? Saya tidak tahu apakah dia memang orang yang fasih berbicara. Kita tidak pernah mendengar khotbahnya akan tetapi pastilah kebesaran Yesaya tidak disebabkan oleh hal itu! Kebesarannya disebabkan oleh kesetiaannya dalam menerapkan Hukum Allah dalam kehidupan bangsa Israel. Dia memakai Hukum Allah dan menerapkannya ke dalam setiap situasi kehidupan bangsa Israel, dengan penuh setia tanpa memedulikan apa tanggapan orang-orang Israel terhadapnya. Kita diberitahu bahwa pada akhir hayatnya, menurut penuturan tradisi, ia dibunuh dengan dibelah menjadi dua. Dia dipotong dengan kejam karena pemberitaannya yang setia. Dia memberitakan firman di dalam berbagai masa pemerintahan raja-raja. Dia tidak pernah takut menentang dosa para raja. Dia tidak pernah takut menyatakan kepada bangsa Israel tentang dosa mereka, tak peduli apakah mereka akan membencinya atau tidak. Demikian pula halnya dengan Yeremia. Di manakah letak kebesaran mereka? Bukankah hal itu terletak pada kualitas kehidupan mereka? Kebesaran macam inilah yang sedang kita bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Yesus di sini berkata bahwa kualitas kehidupan Yohanes, sekalipun dia tidak pernah mengerjakan mukjizat, tetapi kualitas kehidupan Yohanes Pembaptis sedemikian tingginya sehingga dia sejajar dengan orang-orang terbesar di sepanjang masa. Tak ada orang yang mampu melampauinya. Sedemikian tinggi kualitas kehidupannya. Kemudian Dia melanjutkan dengan pernyataan yang mengagetkan ini, &#8220;Tetapi Aku berkata padamu, yang Kuharapkan dari semua orang di dalam kerajaan ini, di dalam Jemaat Allah, di masa ini, adalah bahwa setiap orang menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.&#8221; Itulah pernyataan yang membuat kita terkejut. &#8220;Kualitas kehidupan Yohanes memang tak terlampaui, tetapi Aku ingin agar kalian melampaui apa yang tak terlampaui itu.&#8221; Pikirkanlah hal itu. Jika Anda berani menjalani hidup yang diisi hanya oleh kekalahan, maka itu berarti Anda tidak sedang menjalani kehidupan yang menjadi panggilan Yesus bagi kita. Itulah hal yang disampaikanNya. Jika Anda punya penjelasan yang lebih baik tentang hal ini, bicaralah; saya bersedia untuk mendengarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah pikirkanlah hal ini baik-baik. Apa yang dikatakan oleh Yesus adalah: VisiKu bagi gereja, alasan mengapa Aku mati bagi kalian, bukan sekadar untuk mengangkat kalian ke level Yohanes Pembaptis melainkan untuk mengangkat kalian <strong><em>melampaui</em></strong> level tersebut. Anda berkata, &#8220;Tuhan, aku ini sudah sangat kesulitan untuk mencapai seperempat dari level Yohanes Pembaptis dan Engkau ingin agar aku melampaui Yohanes Pembaptis? Mencapai level Yohanes Pembaptis saja sudah tidak mungkin bagiku. Tidak, mengejar separuh levelnya saja sudah tak mungkin bagiku; mungkin aku bahkan tidak bisa mengejar seperempat levelnya, dan Engkau berbicara mengenai melampauinya&#8230; Ini keterlaluan, Tuhan! Tak dapat kubayangkan.&#8221; Benar sekali. Apakah ini bukan ajaran Yesus? Apakah saya telah keliru dalam penelaahan saya? Jika demikian, saya bersedia untuk dikoreksi. Saya bersedia untuk mempelajari di mana letak kesalahan saya. Yang terkecil di dalam kerajaan Allah lebih besar daripada dia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kerajaan Allah itu Tidak Kelihatan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nah mari kita coba untuk menyerap poin ini. Saya ingin agar Anda memperhatikan satu hal dari sudut pandang eksegese. Yesus membicarakan tentang kerajaan Allah dalam kondisinya yang sekarang ini, pada tahap sekarang. Ada banyak bagian di mana Yesus membahas tentang kerajaan Allah dalam keadaannya di masa mendatang, namun tak diragukan lagi bahwa di dalam bagian yang ini Dia membicarakan tentang kerajaan Allah pada keadaannya yang sekarang. Bagaimana kita bisa melihat hal ini? Cukup sederhana, kita melihatnya dari ayat 12. &#8220;<em>Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga diserong</em>.&#8221; Nah bagaimana mungkin kerajaan Allah itu diserongkan jika ia masih belum datang? Jika yang dimaksudkan adalah kerajaan di masa mendatang, bagaimana mungkin sesuatu di masa yang akan datang dapat diserong sekarang? Kerajaan Allah ada sekarang ini. Hanya sesuatu hal yang ada di masa sekarang inilah yang bisa diserong. Anda tidak akan bisa menyerongkannya jika kerajaan itu masih belum ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Kerajaan Allah sudah ada sekarang ini di dalam keadaan tidak kelihatan. Dia akan hadir di masa mendatang dalam pewujudan sepenuhnya, yaitu, di dalam keadaan di mana setiap orang bisa melihat kerajaan Allah. Akan tetapi dia sudah ada sekarang ini di dalam keadaan yang tidak kelihatan, di mana Anda tidak bisa melihatnya secara kasat mata. Artinya, kerajaan Allah sekarang ini hadir secara rohani. Dia akan tampil secara lahiriah seiring dengan kedatangan kembali Yesus. Kerajaan Allah sekarang ini hadir dalam keadaan yang tidak kelihatan, seperti mutiara. Yesus sudah menegaskan dengan gamblang di dalam perumpamaan-perumpamaanNya. Mutiara itu tersembunyi, mutiara bukanlah suatu benda yang bisa dinilai oleh sembarang orang. Akan tetapi pedagang yang mencari mutiara yang sangat berharga itu tahu nilainya. Ketika dia sudah melihat apa yang tersembunyi, ketika misteri itu diungkapkan padanya, ketika dia menemukan mutiara yang sangat berharga, dia bisa mengetahui nilainya sementara orang lain tidak bisa. Dan dijualnya segala yang ia miliki untuk bisa membeli mutiara itu. Kerajaan Allah ada sekarang ini tetapi tidak semua orang melihatnya. Saya tidak tahu apakah Anda melihatnya. Jika Anda melihatnya, dan Anda bisa mengetahui harganya, maka Anda akan menyadari bahwa tidak ada hal yang terlalu berharga untuk dipertahankan, atau dikorbankan untuk bisa memperolehnya. Itulah isi perumpamaan tersebut, bukankah demikian? Orang ini, pedagang ini menemukan mutiara ini, dia mengetahui nilainya dan dia menyadari bahwa mutiara itu jauh lebih berharga ketimbang segala yang ia miliki. Dan dia bersedia untuk mengorbankan segala yang ia miliki untuk bisa mendapatkan mutiara yang tak ternilai ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun ada suatu ketersembunyian &#8211; yaitu ketersembunyian kerajaan itu di masa sekarang ini. Kerajaan Allah sekarang ini <strong><em>hadir dalam Pribadi Roh Kudus yang bekerja melalui pemberitaan Firman kerajaan. Kerajaan itu hadir dalam Roh melalui Firman</em></strong>. Dan dengan demikian, saat Anda menemukannya, Anda mengetahui nilai dari kerajaan itu. Anda menerima kabar kerajaan ketika Anda mendengarkan Firman. Itulah hal yang disampaikan oleh perumpamaan tentang seorang penabur. Ketika seseorang menerimanya, dia menerimanya dengan sukacita, dia menaruhnya di dalam hati. Dia mengambil firman itu &#8211; yaitu kerajaan itu. Ingatkah Anda bagaimana perumpamaan tentang seorang penabur itu diawali? <em>Hal kerajaan Surga itu seumpama</em>&#8230; dan kemudian masuk ke dalam perumpamaan itu, berbicara tentang kerajaan. Kerajaan Allah dibandingkan dengan Firman yang disebarkan, yang di sini digambarkan sebagai benih. Ada yang menerimanya dan ada yang menolaknya. Dengan begini kita bisa melihat gambarannya lebih jelas lagi, kerajaan itu hadir di masa kini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kerajaan Allah Menderita Kekerasan &#8211; Kekerasan!?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nah ada hal lain yang perlu diperhatikan. Kerajaan Allah, ketika diberitakan dengan kuasa Roh, menimbulkan reaksi yang sangat radikal. Inilah maksudnya. Kerajaan Allah mengalami kekerasan (yang diterjemahkan ITB sebagai diserongkan), atau diambil alih secara paksa atau diperlakukan sewenang-wenang. Apa artinya? Ayat ini, tentu saja, telah menjadi bahan penelitian begitu banyak pakar, kita tidak akan membahasnya sekarang. Banyak artikel dan jurnal yang telah membuka ruang pembahasan bagi ayat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Makna ayat itu pada dasarnya cukup sederhana: Bahwa kerajaan Allah menimbulkan reaksi yang sangat radikal dalam diri para pendengar ketika ia diberitakan dengan kuasa Allah lewat Roh. Pemberitaan tentang Kerajaan Allah menimbulkan reaksi yang sangat radikal; Anda entah mendukung atau menentangnya, tak ada reaksi yang netral. Yesus memahami ketiadaan posisi netral ini. Yesus berkata, &#8220;Kamu akan bersamaKu, atau menentang Aku. Kamu akan menentangKu, atau bersamaKu.&#8221; Itulah keputusan yang harus Anda buat. Suatu keputusan yang sangat radikal, hasil yang radikal, tanggapan yang radikal kepada panggilan dari kerajaan. Ini sebabnya mengapa Yesus berkata bahwa sejak saat tampilnya Yohanes Pembaptis, kerajaan Allah telah menderita kekerasan. Artinya, orang-orang telah memberikan reaksi, entah di dalam kasih atau di dalam kebencian. Ini selalu terjadi di saat Injil diberitakan sebagaimana mestinya. Orang akan mengasihi atau membencinya, sangatlah sulit untuk bersikap netral jika Anda mendengarkan pemberitaan tentang Yesus. Pemberitaan tentang Dia tidak memberi Anda landasan untuk bersikap netral &#8211; itulah penjelasan dari pernyataan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mendapatkan reaksi yang sama terhadap khotbah saya. Saya menguraikan ajaran Yesus; saya mendapatkan reaksi yang sama. Beberapa orang jadi bersemangat; mereka menerima Firman Allah dengan sukacita. Beberapa orang merasa sangat tidak nyaman; mereka bereaksi dan sangat menentang. Namun begitulah adanya jika Anda memberitakan Firman Allah. Saya tidak dengan sengaja mencari-cari reaksi semacam itu, itu adalah suatu reaksi yang tak terhindarkan terhadap ajaran Yesus karena Yesus memang tidak menyediakan tempat bagi Anda untuk berdiri netral. Dia tidak mengijinkan Anda untuk berkata, &#8220;Ya, ya, kedengarannya cukup bagus.&#8221; Oh, tidak, tidak, tidak, Anda harus memberi tanggapan entah yang positif atau yang negatif. &#8220;Kerajaan Surga menderita kekerasan dan pelaku-pelaku kekerasan itu berusaha untuk menguasainya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Baru &#8211; Lebih baik daripada yang lama</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nah di dalam pembahasan kita tentang bagian ini kita juga harus sangat berhati-hati akan satu hal. Kita tidak boleh menyimpulkan bahwa berdasarkan ayat ini maka Yohanes Pembaptis tidak berada di dalam kerajaan. Itu adalah pokok yang harus kita perhatikan. &#8220;<em>Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya</em>.&#8221; Apa artinya? Apakah itu berarti bahwa Yohanes Pembaptis tidak termasuk di dalam kerajaan? Pemahaman semacam ini, tentu saja salah total. Yohanes Pembaptis termasuk di dalam kerajaan. Bagaimana kita tahu? Karena kita melihat bahwa Abraham juga masuk, dan juga nabi-nabi Perjanjian Lama. Yesus telah menyebutkan bahwa mereka juga ada di dalam kerajaan Surga. Kita bisa lihat, sebagai contoh di dalam Mat. 8:11, hanya beberapa pasal sebelum bagian yang sedang kita bahas. Mat. 8:11 menyatakan hal berikut, &#8220;<em>Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga</em>.&#8221; Abraham, Ishak dan Yakub semuanya ada di dalam kerajaan Surga. Para hamba Allah dari Perjanjian Lama juga ada di dalam kerajaan Surga. Dan kalau Abraham tidak lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, lantas bagaimana mungkin Abraham bisa berada dalam kerajaan dan Yohanes Pembaptis tidak? Jadi tentu saja, pemahaman semacam itu salah total; tentu saja Yohanes Pembaptis termasuk di dalam Kerajaan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal inilah eksegesis kita harus dilakukan dengan hati-hati, dan itulah sebabnya mengapa saya menekankan poin bahwa yang kita bicarakan adalah tentang kerajaan Allah di masa kini, bukan di masa mendatang. Yang kita bicarakan adalah saat <strong><span style="text-decoration:underline;">sekarang</span></strong>, di dalam periode perjanjian yang baru. Mereka yang berada di bawah perjanjian yang baru di masa sekarang: itulah orang-orang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Sangatlah penting untuk memahami hal ini. Di masa depan, Yohanes juga ada di dalam kerajaan Surga. Dia akan berada di dalam kerajaan, akan tetapi dia tidak berada di bawah Perjanjian yang Baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Di ayat 13 dari bagian pembahasan kita tertulis, &#8220;<em>Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes</em>.&#8221; Yohanes adalah muaranya; dia menjadi bagian dari Perjanjian Lama. Perjanjian Baru dimulai dengan Yesus Kristus. Yesus menegakkan Perjanjian Baru. Yohanes adalah nabi besar yang terakhir dari perjanjian Lama; dia masih berada di bawah Perjanjian Lama. Itu sebabnya mereka yang menerima baptisan Yohanes, seperti yang Anda lihat di dalam Kisah 19:2-3 sebagai contoh, mereka masih belum menerima Roh Kudus. Mereka masih harus menerima Roh Kudus melalui Paulus. Mereka masih menjadi bagian dari Perjanjian Lama. Roh Kudus adalah anugerah dari Perjanjian Baru. Lewat beberapa poin selanjutnya, kita akan melihat beberapa hal yang penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah ijinkanlah saya kembali ke poin tentang kekinian dari kerajaan. Perhatikan dengan baik sekali lagi apa yang sedang Yesus katakan. &#8220;<em>Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya</em>.&#8221; Perhatikan, Dia tidak berkata, &#8220;Suatu hari nanti kamu akan menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.&#8221; Tentu saja, suatu hari nanti kita akan menjadi lebih besar, mungkin&#8230; Mengapa Dia tidak mengatakan seperti itu? Jika diartikan seperti itu, maka itu berarti bahwa suatu hari nanti, saat saya masuk ke dalam bumi dan langit yang baru, saya akan diubah sedemikian rupa, saya akan menjadi seorang manusia yang baru, saya akan diubah secara total, saya akan menjadi serupa dengan Kristus sepenuhnya. Seperti yang dikatakan oleh rasul Yohanes, &#8220;Saat kita bertemu denganNya, kita akan menjadi serupa dengan Dia karena kita akan bertemu dengan Dia seperti apa adanya.&#8221; Kita akan bertemu dengan Dia seperti apa adanya. Selanjutnya tentu saja, di saat saya bertemu dengan Dia, tentu saja, saya akan lebih besar daripada Yohanes Pembaptis karena Yesus lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Akan tetapi apakah itu yang dimaksudkan oleh Yesus? Tidak, tidak. Perhatikan baik-baik apa yang dikatakan oleh Yesus. Dia tidak berkata bahwa Dia akan menjadi lebih besar nanti, di dalam bumi dan langit yang baru ketika kerajaan Allah terwujud secara jasmani berikut kuasanya. Yang dikatakan oleh Yesus adalah, sebaliknya, bahwa Dia lebih besar <strong><span style="text-decoration:underline;">di saat ini juga</span></strong>. Ini adalah bagian yang sangat mencengangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah sudah tentu kita sudah melihat satu aspek dari kebesaran ini. Dan satu aspek itu adalah, seperti yang sering ditekankan di dalam surat Ibrani, yaitu fakta bahwa Perjanjian Baru jauh lebih besar daripada Perjanjian Lama. Dan dengan demikian karena Yohanes termasuk sebagai bagian dari Perjanjian Lama dan kita bagian dari Perjanjian Baru, dengan demikian inilah letak kebesaran kita. Namun di sini kita tidak boleh melakukan kesalahan yang berbahaya. Perhatikan bahwa perbandingan ini berdasarkan kerohanian, bukannya berdasarkan status. Apa yang saya maksudkan? Saya mengatakan semua ini karena saya prihatin dengan adanya orang-orang yang menyatakan, &#8220;Oh, ya baik, sangatlah mudah memahami ayat ini. Yang dinyatakan oleh ayat ini adalah bahwa kita semua lebih besar daripada Yohanes Pembaptis karena bagaimanapun juga kita adalah anak-anak Allah. Dan karena kita sudah menjadi anak-anak Allah, melalui Kristus, anak-anak, tentu saja, lebih besar daripada para hamba. Yohanes hanyalah hamba; kita semua adalah anak.&#8221; Pernyataan ini salah karena dua hal.</p>
<p style="text-align:justify;">i. Itu jelas merupakan kesalahan, karena istilah &#8216;anak Allah&#8217; tidak dikhususkan bagi orang-orang Kristen, dan banyak orang Kristen yang tampaknya tidak tahu akan fakta ini. Kita adalah anak-anak Allah, ya, tetapi Israel juga. Israel juga disebut &#8216;anak Allah&#8217;; mereka juga disebut sebagai &#8216;anak&#8217;. Pada kenyataannya, bukan hanya Israel saja; bahkan para malaikat disebut &#8216;anak-anak Allah&#8217;. Malahan, bukan hanya para malaikat. Sebagai contoh, kita melihat &#8216;anak-anak Allah&#8217; di dalam Kejadian pasal 6, di mana anak-anak Allah mengawini anak-anak, perempuan-perempuan dari manusia &#8211; umat manusia, istilah anak-anak Allah di sini mengacu pada para malaikat, dan di dalam hal ini merujuk pada para malaikat yang memberontak. Berarti bahkan para malaikat yang telah jatuh pun disebut sebagai &#8216;anak-anak Allah.&#8217; Istilah &#8216;anak-anak Allah&#8217; bukanlah suatu istilah yang secara khusus mengacu kepada orang-orang Kristen. Saya harap Anda bisa memahami poin ini dengan baik. Kita memang memiliki hak istimewa untuk memanggil Allah dengan sebutan &#8220;Abba Bapa&#8221; melalui Yesus Kristus, tetapi kita tidak boleh membayangkan bahwa hal ini adalah hak khusus yang <strong><span style="text-decoration:underline;">hanya</span></strong> diberikan kepada Gereja saja.</p>
<p style="text-align:justify;">ii. Hal yang kedua adalah bahwa perbandingan ini mengatakan bahwa kita adalah anak dan mereka adalah hamba, suatu hal yang tidak benar bahkan berdasarkan isi Perjanjian Lama. Kesalahan tersebut bisa kita tinjau dari sisi penjelasan yang lain. Kita sedang melakukan perbandingan status. Yesus tidak sedang berbicara tentang status; Yang Dia bicarakan, seperti yang sudah kita lihat, adalah tentang kualitas kerohanian, kebesaran rohani. Kita tidak boleh membuat pemahaman yang keliru bahwa kita bisa membandingkan status, seolah-olah kita boleh berkata, &#8220;Aku adalah anak dan sebesar apapun kerohanian kamu, aku tetap lebih besar daripadamu.&#8221; Perbandingan macam apa ini?? Itu bukanlah perbandingan yang alkitabiah. Tak seorangpun di dalam catatan Alkitab yang menjadi besar atas dasar status. Anda harus memahami pengajaran Alkitab yang satu ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Daud tidak menjadi besar karena kedudukannya sebagai raja. Daud adalah seorang raja, namun tak seorangpun di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa dia besar karena dia adalah raja. Israel memiliki banyak raja, dan kebanyakan dari antara mereka bukanlah raja yang baik. Mereka dipandang tidak berarti di mata Allah sekalipun mereka adalah raja. Padahal mereka adalah raja-raja dari umat Allah, bukan raja sekuler &#8211; melainkan raja dalam pemerintahan teokrasi, raja bangsa Israel, umat Allah. Akan tetapi fakta bahwa mereka adalah raja dari bangsa Israel tidak berarti apa-apa di mata Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak menjadi besar berdasarkan kedudukan saya sebagai seorang pendeta di antara umat Allah. Hal itu tidak membuat saya menjadi besar. Ada banyak pendeta dan saya bisa mengatakan bahwa tak satupun dari mereka yang terlalu besar. Jika kita menjadi besar hanya karena status, mungkin lebih baik Anda cepat-cepat saja ditahbiskan menjadi pendeta, karena di dalam kerajaan Allah Anda mungkin punya masa depan yang cerah, karena para pendeta akan menempati kedudukan yang tinggi, dan Anda yang bukan pendeta akan berada di tempat yang rendah karena di dalam kerajaan Allah, siapa lagi yang menjadi orang penting kalau bukan para pendeta? Jadi Anda tentu berambisi untuk segera saja ditahbiskan supaya nanti di dalam kerajaan Allah Anda bisa duduk bersama para petinggi, mungkin berdampingan dengan Abraham, Ishak dan Yakub! Jika status adalah hal yang penting menurut Alkitab maka yang perlu kita lakukan hanyalah mengejar status; Anda tidak sekadar menjadi anak Allah saja tetapi Anda juga perlu menjadi seorang pendeta! Pemahaman seperti ini tentunya sangat menggelikan; orang yang sudah memahami Alkitab tak satupun yang mau menolerir omong kosong semacam ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian pernyataan bahwa karena kita adalah anak, sehingga kita otomatis lebih besar daripada Yohanes Pembaptis adalah pernyataan yang jelas-jelas salah, seolah-olah status lebih bernilai ketimbang kualitas kerohanian. Omong kosong yang sangat keterlaluan! Padahal, sebagaimana yang sudah sering saya katakan: mereka yang memiliki status lebih tinggi akan dihakimi sesuai dengan status mereka yaitu secara jauh lebih keras. Para pendeta, orang-orang seperti kami ini, akan menghadapi penghakiman yang lebih ketat. Kadang-kadang kami merasa lebih baik jika kami merangkak turun dari mimbar, dan menjauh dari pusat perhatian karena beratnya penghakiman itu. Itu sebabnya mengapa Yakobus mengatakan, janganlah kamu berhasrat untuk menjadi guru karena tuntutan terhadap guru akan jauh lebih berat ketimbang terhadap murid. Kami akan dihakimi dengan lebih berat &#8211; hal itu saja sudah cukup untuk membuat saya gemetar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian omongan bahwa kita bisa lolos dengan eksegese yang mengatakan, &#8220;Sudah tentu, setiap orang di dalam kerajaan Allah lebih besar daripada Yohanes karena kita semua adalah anak,&#8221; adalah suatu omong kosong yang keterlaluan. Jangan pernah percaya barang sekejap pun pada bualan semacam ini. Yang diperbandingkan adalah kualitas dengan kualitas, bukannya dengan status.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kristus &#8211; Pengantara dari Perjanjian Baru</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini berarti bahwa kita tinggal punya satu pilihan. Yesus berkata: Di dalam kerajaan Allah bahkan kualitas kerohanian dari orang yang terkecil (dengan mengasumsikan bahwa Anda berada di dalam kerajaan, tentunya) lebih besar daripada kualitas kerohanian milik Yohanes Pembaptis.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah di mana posisi Anda dalam hal visi Yesus bagi gerejaNya? Yesus telah mati untuk menebus kita, untuk membebaskan kita dari kuasa dosa dengan persembahan korban yang lebih baik daripada yang pernah dimiliki oleh orang-orang dalam Perjanjian Lama, dengan janji-janji yang lebih baik, dengan perjanjian yang lebih baik. Segala sesuatunya lebih baik, Dia telah memberikan semua itu agar kita memiliki peluang untuk bisa hidup dalam kualitas kerohanian yang jauh lebih baik. Itulah keseluruhan isi surat Ibrani; Apakah Anda mengira bahwa kita diberikan perjanjian yang lebih baik tanpa alasan yang jelas? Tidak, semua itu direncanakan buat kita supaya Dia bisa menghasilkan orang-orang yang mencerminkan kemuliaan Penciptanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Ciptaan yang baru melalui Perjanjian Baru</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita dijadikan ciptaan yang baru. Apakah Anda hidup sebagai suatu ciptaan yang baru? Apakah Anda terlihat seperti ciptaan yang baru? Kita dijadikan ciptaan yang baru yang berada di dalam gambaran Dia yang menciptakan kita. Gambaran siapa? Gambaran Yesus Sang Pencipta atau Sang Pencipta-Ulang kita secara rohaniah.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu mudahnya para penginjil melontarkan istilah &#8216;kelahiran kembali&#8217;! Apa artinya &#8216;kelahiran kembali&#8217; melainkan bahwa Anda menjadi seorang manusia baru? Sudahkah Anda dilahirkan kembali? Jangan terburu-buru menjawab pertanyaan itu. Perhatikan kehidupan Anda. Apakah sudah terlihat seperti kehidupan yang dilahirkan kembali? Apakah Anda seperti manusia baru atau Anda masih berperilaku seperti sebelumnya? Bagaimana mungkin Anda merupakan manusia baru, menjadi orang yang dilahirkan kembali jika Anda masih berperilaku sama dengan yang dulu, jika Anda masih juga pemarah seperti yang dulu? Apa arti &#8216;dilahirkan kembali&#8217;? Di manakah manusia baru itu? Di mana? Seorang yang dilahirkan kembali adalah seseorang yang dilahirkan di dalam gambaran bapanya, yaitu, Yesus. Ia dilengkapi dengan kuasa dari Roh Kudus. Yesus [secara praktis] berkata, &#8220;Di dalam kerajaanKu, di masa yang sekarang ini, setiap murid, bahkan yang terkecil dari antara mereka, akan memiliki kualitas kerohanian yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.&#8221; Wow, bukankah sudah saya katakan bahwa ini adalah suatu pernyataan yang mengagetkan? Itulah visi Yesus bagi gerejaNya! Pikirkanlah hal itu baik-baik. Selidiki apakah Anda sudah mencapai kebesaran rohani yang dimaksudkan oleh Yesus ini. Sudah seberapa miripkah saya dengan gambaran tersebut? Bisakah kita mencapainya?</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kita tidak melihat kebesaran rohani semacam ini di gereja? Di manakah Yohanes Pembaptis, tanya kita. Kita bahkan tidak menemukan orang yang satu level dengan Yohanes Pembaptis, apalagi yang lebih besar daripada dia. Di manakah orang-orang semacam itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Ajaran ini ditemukan di sepanjang pengajaran Yesus. Ini adalah ciri dari ajaranNya. Mari saya kutipkan fakta-faktanya dan saya sajikan bukti-bukti eksegetik untuk menunjukkan bahwa ini adalah apa yang dimaksudkan oleh Yesus Kristus. Semua ini tidak saya dasarkan pada satu ayat saja. Apa yang ingin dikatakanNya kepada kita, kepada setiap murid, bahwa [setiap orang di dalam Perjanjian Baru] lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, dapat dibuktikan tidak hanya dari ayat ini saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Rencana Allah bagi Ciptaan BaruNya &#8211; Kebesaran Rohani</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita buka, sebagai contoh, Yoh. 14:12. Di sini kita dapati pembahasan tentang kebesaran juga. Dan di sini kita juga mendapati pernyataan yang sangat mencengangkan. Apa yang dikatakan dalam Yoh 14:12? &#8220;<em>Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya</em>&#8230; (Perhatikan bagaimana ayat di Mat. 11:11 juga diawali dengan kata &#8217;sesungguhnya&#8217;. Di ayat ini kita menemukan kata itu lagi)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. </em><em>Sebab Aku pergi kepada Bapa</em></p>
<p style="text-align:justify;">Lebih besar. Itu dia. <em>Lebih besar</em>. Kepada siapakah Yesus berbicara di dalam ayat ini? Apakah hanya kepada para rasul? Para rasul akan lebih besar daripada Yohanes Pembaptis? Tentu saja, Paulus akan lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Tentu saja Petrus dan rasul-rasul yang lain akan lebih besar. Perhatikan baik-baik apa yang dikatakan di sini. Dia sedang berbicara kepada Anda! Jika Anda <em>percaya </em>kepadaNya, apa yang akan terjadi? &#8220;<em>Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan&#8230;</em>&#8221; Sekarang Anda lihat. Bukankah ucapan tersebut sama saja dengan yang di dalam Mat. 11:11? Bukankah ia menyatakan hal yang sama? &#8220;<em>Pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan</em>&#8230;&#8221; Jika Yesus lebih besar daripada Yohanes Pembaptis dan kita mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan, apakah kita tidak menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis? Kita tidak butuh seorang pakar logika untuk bisa memahami hal itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi Yesus masih belum selesai dengan itu! Bagian yang itu saja sudah terasa terlalu sulit ditelan, sulit untuk dipahami. Kita akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama dengan Yesus Kristus?! Bahkan melakukan pekerjaan-pekerjaan Yohanes Pembaptis saja kita tidak mampu! Dan Yesus berkata, &#8220;<em>Kamu akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan</em>&#8230;&#8221; Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan? Wah ini sudah terlalu susah untuk diterima. Akan tetapi Dia masih belum selesai! &#8220;&#8230;<em>bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu&#8230;</em>&#8221; Kita berkata, Tuhan, aku bahkan tidak sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaanMu dan Engkau menginginkan agar aku melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi?!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya merasa sangat tersentuh dengan kata-kata tersebut. Saya sangat tersentuh dengan ucapan Yesus. Pada dasarnya Dia berkata, &#8220;Aku akan membuatmu menjadi lebih besar daripada Aku. Melalui engkau Aku akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang pernah Aku lakukan sendiri. Engkau akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang Aku lakukan.&#8221; Anda tahu bahwa Yesus mestinya bisa saja melakukan semua itu sendirian. Dia bisa saja melakukan semua pekerjaan yang paling besar dan meninggalkan pekerjaan yang remeh buat Anda. Anda tidak akan punya peluang untuk menandingi Dia; Dia sudah melakukan semuanya sendirian. Akan tetapi inilah kebaikan Tuhan; Dia telah mengerjakan hal-hal yang luar biasa namun Dia ingin melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi <strong><em>melalui</em></strong> Anda. Dia ingin agar Anda melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang Dia kerjakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan macam apakah ini?? Sungguh luar biasa! Dia tidak mengkhususkan tempat utama bagi diriNya sendiri. Sekarang Anda tentu bisa memahami poin yang saya tekankan pada awal pembahasan. Dia ingin agar Anda menjadi lebih besar. Tuhan seperti apakah ini? Sungguh luar biasa! Dia bahkan merendahkan diriNya sampai ke titik ini. Dia cukup puas melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih kecil dari Anda, &#8220;Kamu akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar. Aku akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar <strong><em>melalui</em></strong> engkau sehingga sesuai dengan apa yang tertulis &#8216;Kamu akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang Aku lakukan.&#8217;&#8221; Pikirkanlah baik-baik hal ini. Yesus itu sangat luar biasa&#8230; Dia tidak ingin mematok tempat pertama bagi diriNya sendiri. Dia berkata, &#8220;Kamu bisa menjadi lebih besar daripada Aku. Ayo, majulah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang Anda bisa memahami mengapa kadang kala saya mengutip poin ini. Pernah ada beberapa orang di tim pelatihan saya yang bertanya ke saya, &#8220;Bagaimana jika pada suatu saat kami bisa berkhotbah lebih baik daripada Anda? Bagaimana jika kami menjadi lebih besar daripada Anda nantinya?&#8221; Mereka mengira bahwa saya mungkin akan cemburu, bahwa saya mungkin akan khawatir jika orang-orang yang pernah saya latih ternyata menjadi lebih besar daripada saya. Saya katakan pada mereka, &#8220;Tak ada yang bisa memberi saya sukacita melebihi itu. Jika kalian menjadi lebih besar daripada saya, tak ada sukacita yang bisa melebihi itu. Mengapa tidak kalian mengejar untuk maju dengan lebih cepat? Dipercepat sajalah, segera saja berusaha menjadi lebih besar daripada saya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, Yesus yang luar biasa. Dia tidak berkata, &#8220;Lihat, Aku sudah melakukan semua pekerjaan yang terbesar, jadi mulai sekarang, kalian harus berusaha untuk menjadi yang nomor 2 saja? Mungkin jika kalian tidak bisa menjadi yang nomor 2, cobalah untuk menjadi yang nomor 3.&#8221; Dia tidak pernah berbuat seperti itu. &#8220;Aku ingin agar kalian menjadi lebih besar.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Visi seperti apa yang dalam kenyataannya Dia saksikan tentang kita? Kita hidup di dalam keadaan yang kalah, bergumul sekadar untuk menjaga agar kepala kita tetap timbul di atas air. Saya melihat banyak orang Kristen bergumul, sekadar berusaha untuk tetap bisa bernafas. Tampaknya seperti Dia sedang berkata, &#8220;Aku ingin agar kalian bisa berenang untuk jarak 100 meter dalam waktu 14 detik,&#8221; dan kita berkata, &#8220;Untuk bisa terapung saja sudah susah. Sekarang Engkau ingin agar aku memenangkan kejuaraan dunia? Apakah Engkau bercanda? Aku tak bisa melakukannya!&#8221; Tetapi itulah visi yang Yesus miliki bagi gerejaNya! Saya mohon agar Anda bisa menangkap gambaran tersebut. Amati dengan teliti. Bukankah itu yang sedang Dia sampaikan?</p>
<p style="text-align:justify;">Jika buktinya masih belum cukup, mari kita simak satu ayat yang cukup terkenal. Ayat di Yoh. 7:38. Ayat ini juga tidak membahas tentang para rasul, tidak sedang membahas tentang orang-orang perkasa di masa lalu. Tetapi ayat ini membahas tentang &#8220;barangsiapa&#8221; yang percaya. Hal apa yang dikatakan di dalam Yoh. 7:38?</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin tahu apakah di hati Anda ada mengalir satu aliran yang kecil, tidak usahlah berbicara tentang aliran-aliran air hidup. Mungkin ada beberapa tetes air yang berhasil keluar dari dalam hati Anda dan menghasilkan sedikit embun bagi orang lain, akan tetapi apakah ada aliran-aliran air hidup? Saya tidak yakin tentang hal ini. Aliran seukuran kali kecil mungkin. Akan tetapi yang Yesus bicarakan adalah <strong><em>sungai</em></strong> &#8211; aliran-aliran air hidup yang besar!</p>
<p style="text-align:justify;">Saat kami berada di Israel, kami mengunjungi Kaesarea Filipi. Kami sempat berdiri di tempat Petrus menyampaikan pengakuan imannya yang luar biasa, &#8220;Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup.&#8221; Di sana kami menyaksikan air yang mengalir dengan derasnya. Aliran itu meluncur deras di air terjun dan turun dengan suara yang menggemuruh dan membasahi kami dengan cipratannya saat kami berdiri di pinggiran bawahnya. Di saat saya menatap ke arah air terjun ini saya teringat pada ucapan berikut, &#8220;Dari dalam hatimu akan mengalir aliran-aliran air hidup.&#8221; Apakah Yesus mengucapkan hal itu pada saat sedang berdiri di tepian air terjun Kaesarea Filipi, di saat para murid sedang mengamati air yang tercurah dari tebing? Apakah pada saat mengucapkan hal ini Dia bersama para murid sedang mengamati air terjun itu? Dan Dia berkata kepada para muridNya, &#8220;Kalian lihat air terjun di Kaesarea Filipi ini? Apakah kalian melihat aliran deras air yang bergerak menuju danau Galilea? Dari dalam hatimu, akan mengalir aliran-aliran air hidup untuk memberi makan, mengairi tanah Israel, umat Allah, dan kepada seluruh dunia melalui umat Allah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nah perhatikanlah kata-kata yang ditujukan kepada &#8220;barangsiapa yang percaya kepadaKu&#8221;. Setiap orang yang percaya kepadaNya! Apakah Anda percaya kepadaNya? Jika benar demikian, apakah aliran-aliran air hidup itu mengalir dari dalam hati Anda?</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita tutup dengan poin yang terakhir ini. Kita dapati bahwa rasul Paulus juga mengucapkan hal yang sama, hal yang persis sama. Ajaran ini tidak secara khusus terdapat di dalam Mat 11:11 ataupun di dalam beberapa ayat yang kita lihat di dalam Yohanes. Rasul Paulus juga mengucapkan hal yang persis sama. Pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan, akan Anda lakukan juga. Mari segera kita lihat di dalam Kol 1:19 sebelum kita tutup khotbah ini. Kol 1:19 &#8211; di sini kita membaca tentang hal kepenuhan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ayat ini mengacu kepada Yesus. Tapi di dalam pasal berikutnya, perhatikanlah apa yang dia ucapkan di dalam Kol 2:9. Dia berkata, sekali lagi:</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sebab dalam Dialah</em> (yaitu di dalam Kristus)<em> berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan </em>(seluruh keilahian Allah)</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dilanjutkannya di dalam Efe 3:19, dan di sini dia juga memakai ungkapan yang sama. Dia berkata bahwa kebesaran Yesus didasarkan pada&#8230;Apa? Seluruh kepenuhan keallahan ada di dalam Dia, itu sebabnya mengapa Yesus memiliki kebesaran ini. Tetapi perhatikanlah apa yang dia katakan mengenai orang-orang Kristen. Efe 3:19</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. </em><em>Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah</em></p>
<p style="text-align:justify;">Paulus menyatakan hal yang persis seperti itu mengenai Yesus, bahwa Yesus dipenuhi oleh seluruh kepenuhan Allah! Dan di ayat ini dia juga berkata &#8220;supaya <em>kamu </em>dipenuhi&#8230;&#8221; Kata-kata yang persis sama dengan yang diucapkan oleh Yesus. &#8220;Pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, akan kamu lakukan juga. KebesaranKu akan ada di dalam dirimu; seluruh kepenuhan Allah ada di dalam Kristus, seluruh kepenuhan Allah ada di dalam kamu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam pasal yang berikutnya, yaitu di dalam Efe 4:13 dia melanjutkan</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus</em></p>
<p style="text-align:justify;">Di situ kembali dinyatakan, bahwa kita semua harus mencapai tingkatan tersebut &#8211; pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Apa artinya? Yah, jika Anda mencapai kepenuhan Kristus, Anda akan menjadi apa? Anda akan memiliki kepenuhan, kebesaran Kristus di dalam hidup Anda! Tingkatan itulah yang harus kita capai. Dan dikatakannya di dalam Kol 1:28 bahwa karena hal inilah dia, rasul Paulus, memperjuangkan dengan segenap kekuatannya untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan (atau <em>maturity</em>, kedewasaan, di dalam terjemahan bahasa Inggris; kata aslinya di dalam bahasa Yunani bermakna &#8220;sempurna&#8221;) dalam Kristus &#8211; kepenuhan Kristus. Visi Paulus sama persis dengan visi Yesus, bahwa setiap orang akan memiliki kebesaran Kristus dan dengan demikian, tentu saja, menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. &#8220;Itulah,&#8221; kata Paulus, &#8220;yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.&#8221; (Kol 1:29)</p>
<p style="text-align:justify;">Jelas ini berarti, tentunya, bahwa tingkatan ini harus dicapai oleh setiap orang Kristen. Berarti kita harus, seperti Paulus, mencurahkan hidup kita sepenuhnya untuk mencapai rencana Allah yang ingin memenuhi kita dengan seluruh kepenuhanNya, supaya kita dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Nah tentu saja butuh waktu untuk mencapai tingkatan ini. Memang dibutuhkan beberapa waktu untuk mencapai ini, beberapa bulan, beberapa tahun, saya tidak tahu, namun hal ini tetap harus dicapai. Tingkatan itu harus dicapai di sini dan di masa sekarang juga karena untuk inilah Yesus mati, agar setiap orang menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kita membahas perkara menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis? Mengapa kita ingin menjadi lebih besar daripada Yohanes Pembaptis? Mengapa Yohanes Pembaptis bisa besar? Jika kita membicarakan tentang kebesaran rohani apakah karena hal ini akan memuliakan dan meninggikan diri kita sendiri? Tidak sama sekali! Mengapa Allah ingin agar kita menjadi besar? Kebesaran kuasa itu dibutuhkan untuk bisa menyalurkan keselamatan kepada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa Yohanes Pembaptis bisa besar? Karena dia membawa Israel pada pertobatan. Lewat kualitas kehidupannya, Israel berpaling kepada Allah. Banyak orang bertobat atas dosa-dosa mereka dan mereka mengalami perubahan; mereka dipersiapkan untuk menerima kedatangan kerajaan. Kita harus memiliki kebesaran ini, mengapa? Supaya bisa mendapatkan kemuliaan? Tidak sama sekali! Melainkan supaya kita bisa menunaikan tugas yang diserahkan kepada kita, yaitu, menyalurkan keselamatan Allah kepada orang-orang yang sedang binasa di dalam kegelapan dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kiranya visi Allah akan digenapi di dalam diri kita. Mengapa kita tidak dapat mencapai kebesaran itu sekarang juga? Bagaimana kita dapat memperoleh kebesaran itu? Kita akan membahas hal-hal ini di khotbah-khotbah berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Catatan kaki: Khotbah ini merupakan Khotbah pertama dari Seri 5 Khotbah berjudul, &#8220;Pemuridan dan harganya (<em>The Cost of Discipleship</em>)&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">From: <a href="http://www.cahayapengharapan.org" target="_blank">CahayaPengharapan.org</a></p>
Posted in KHOTBAH  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=152&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/24/visi-tuhan-bagi-gereja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Alkitab</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/23/download-alkitab/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/23/download-alkitab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 01:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/23/download-alkitab/</guid>
		<description><![CDATA[
Bible Topics The Scroll 3.0
IPAQ/
PALM/
PROGRAM ALKITAB 2.7/
ALKITAB UNTUK HANDPHONE/
Arabic Bible
BIBLE PLANNER/
Bible Quiz For Kids
BIBLE READING PLAN/
Bible Seeker
BIBLE STUDY/
Bible Word At Startup 150
CHINESE BIBLE STUDY TOOLS/
DICTIONARY/
Know Your Bible 2001
DLL/
OLIVE TREE/
Reader For Palm Pilot
SABDA3/
SOFTWARE/
Spiritual SnackTray
Verses For Life

Source&#8217;s: KristenOnline.com
Posted in DOWNLOAD       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=103&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><ul>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/BibleTopicsTheScroll3.0.zip" target="_blank">Bible Topics The Scroll 3.0</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/Ipaq/" target="_blank">IPAQ/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/Palm/" target="_blank">PALM/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/Program%20Alkitab%202.7/" target="_blank">PROGRAM ALKITAB 2.7/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/alkitab%20untuk%20handphone/" target="_blank">ALKITAB UNTUK HANDPHONE/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/arabicbible.zip" target="_blank">Arabic Bible</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/bible%20planner/" target="_blank">BIBLE PLANNER/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/biblequizforkids.ZIP" target="_blank">Bible Quiz For Kids</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/biblereadingplan/" target="_blank">BIBLE READING PLAN/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/bibleseeker.exe" target="_blank">Bible Seeker</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/biblestudy/" target="_blank">BIBLE STUDY/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/biblewordatstartup150.zip" target="_blank">Bible Word At Startup 150</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/chinesebiblestudytools/" target="_blank">CHINESE BIBLE STUDY TOOLS/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/dictionary/" target="_blank">DICTIONARY/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/knowyourbible2001.zip" target="_blank">Know Your Bible 2001</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/lain/" target="_blank">DLL/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/olivetree/" target="_blank">OLIVE TREE/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/readerforpalmpilot.zip" target="_blank">Reader For Palm Pilot</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/sabda3/" target="_blank">SABDA3/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/software/" target="_blank">SOFTWARE/</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/spiritualsnacktray.zip" target="_blank">Spiritual SnackTray</a></li>
<li><a href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/versesforlife.ZIP" target="_blank">Verses For Life</a></li>
</ul>
<p>Source&#8217;s: <a title="KristenOnline.com" href="http://www.kristenonline.com/download/alkitab/" target="_self">KristenOnline.com</a></p>
Posted in DOWNLOAD  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=103&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2009/03/23/download-alkitab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Artinya Allah Adalah kasih?</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/07/apa-artinya-allah-adalah-kasih/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/07/apa-artinya-allah-adalah-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 20:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[QUESTION & ANSWER]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Apa artinya Allah adalah kasih?
Jawaban: Apa artinya Allah adalah kasih? Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=73&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://i284.photobucket.com/albums/ll27/jcgenerations/question_icon.gif" alt="JcGenerations" width="66" height="66" /><strong>Pertanyaan: </strong>Apa artinya Allah adalah kasih?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban: </strong>Apa artinya Allah adalah kasih? Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah cara Allah menggambarkan kasih. Allah adalah seperti yang digambarkan itu, dan orang Kristen perlu menjadikan ini sebagai tujuan mereka (walaupun selalu dalam proses). Ekspresi yang paling utama dari kasih Allah dikomunikasikan kepada kita dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Dari ayat-ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sangat menginginkan kita bersama-sama dengan Dia dalam rumahNya yang kekal, Surga. Dia telah membuka jalan dengan membayar harga dosa-dosa kita. Dia mengasihi kita karena Dia memilih untuk melalukan hal itu. ”Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8). Kasih mengampuni. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).</p>
<p style="text-align:justify;">Kasih (Allah) tidak memaksakan diri pada orang lain. Orang-orang yang datang kepadaNya, datang kepadaNya sebagai respons terhadap kasihNya. Kasih (Allah) menyatakan kemurahan pada semua orang. Kasih (Yesus) berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang bulu. Kasih (Yesus) tidak cemburu pada apa yang orang lain miliki, hidup sederhana tanpa mengeluh. Kasih (Yesus) tidak membesar-besarkan diri sekalipun Dia dapat mengalahkan semua orang lain. Kasih (Allah) tidak menuntut ketaatan. Allah tidak menuntut ketaatan dari sang Anak, namun sang Anak secara sukarela menaati BapaNya di surga. ”Dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 14:31). Kasih (Yesus) selalu memperhatikan kepentingan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Gambaran singkat mengenai kasih ini mengungkapkan hidup yang tidak mementingkan diri sendiri, sesuatu yang bertentangan dengan hidup mementingkan sendiri dari dunia ini. Yang luar biasa, Tuhan telah memberikan kepada mereka yang menerima AnakNya, Yesus, sebagai Juruselamat mereka dari dosa, kemampuan untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi. Dia memberikan ini melalui kuasa Roh Kudus (lihat Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1, 23, 24). Suatu tantangan dan hak istimewa yang luarbiasa!</p>
<p style="text-align:justify;">From: <a title="GotQuestions.org" href="http://gotquestions.org" target="_blank">GotQuestions.org</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jcgenerations.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jcgenerations.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=73&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/07/apa-artinya-allah-adalah-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i284.photobucket.com/albums/ll27/jcgenerations/question_icon.gif" medium="image">
			<media:title type="html">JcGenerations</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hujan Lebat Telah Turun, Siapkan Wadah!</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/03/hujan-lebat-telah-turun-siapkan-wadah/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/03/hujan-lebat-telah-turun-siapkan-wadah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 23:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[KHOTBAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Pdt. R. Bambang Jonan

&#8220;Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkanNya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.&#8221; (Yoel 2:23)

Tahun 2001 ini tuntunan Tuhan sangat jelas bagi kita yaitu suatu masa dimana hujan awal dan hujan akhir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=71&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Pdt. R. Bambang Jonan</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-133" title="logo_gbi3" src="http://jcgenerations.files.wordpress.com/2008/05/logo_gbi3.jpg?w=100&#038;h=100" alt="logo_gbi3" width="100" height="100" />&#8220;Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkanNya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.&#8221;</em> (Yoel 2:23)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tahun 2001 ini tuntunan Tuhan sangat jelas bagi kita yaitu suatu masa dimana hujan awal dan hujan akhir telah turun dengan lebatnya. Hari-hari ini adalah masa dimana Tuhan sedang mencurahkan pengurapan dan berkatNya yang berlimpah-limpah. Banyak orang menanti-nantikan hujan itu, namun bagi kita gerejaNya, tuntunan Tuhan jelas yaitu sekaranglah waktunya hujan awal dan hujan akhir itu sedang dicurahkan dengan deras.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Masalahnya adalah ketika hujan yang lebat telah turun, apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasinya? Sebab kalau kehilangan momentum lawatan Allah, kita tidak tahu kapan hal itu akan terjadi lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saudara yang mengikuti Retreat Pengerja di Berastagi atau Doa Pengerja di Jakarta bulan Desember 2000 lalu telah mengetahui bahwa tahun ini Tuhan memberikan prioritas kepada kita untuk menoleh dan melayani ke bangsa-bangsa. Sebelumnya pada Retreat Pengerja bulan Desember 1999 Tuhan memberitahukan bahwa kita harus mengotonomkan cabang-cabang yang ada. Dan itu sudah dilakukan sepanjang tahun 2000 yang lalu sampai sekarang. Otonomisasi tersebut dilakukan karena mulai tahun 2001 dan seterusnya kita akan melihat penuaian besar-besaran yang akan terjadi dalam pelayanan ini. Saudara akan lihat tahun 2001 Rayon IV yang meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akan mengalami hujan yang sangat besar. Nubuatan ini sudah lama saya dapat namun baru disampaikan sekarang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada akhir tahun 2000 lalu saya mendapatkan nubuatan untuk melangkah ke bangsa-bangsa, melayani dari satu benua ke benua lain. Oleh sebab itu saya merasakan perlu untuk mengangkat deputi gembala di rayon IV yang akan menangani operasional pelayanan sehari-hari. Karena tahun 2001 ini tugas saya akan lebih banyak dalam hal berdoa berpuasa mencari wajah Tuhan dan melangkah ke bangsa-bangsa untuk menyampaikan pesan Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk melangkah ke bangsa-bangsa tentunya ada urutan yang harus dilalui. Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">JawabNya: <em>&#8220;Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, setelah itu baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi. Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil apabila daerah Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik. Yudea dan Samaria berbicara tentang jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. Kalau ini tidak dikelola dengan baik, saya percaya pelayanan ke bangsa-bangsa itu tidak akan ada artinya. Karena Tuhan akan mempercaya-kan perkara yang kecil terlebih dahulu. Kalau kita lulus dalam perkara yang kecil baru Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yudea dan Samaria adalah langkah yang harus kita lewati untuk sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu saya melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi tanggungjawab Saudara. Saudara yang akan melayani di wilayah Yudea dan Samaria, baru nanti pelayanan daripada Saudara akan menentukan keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa. Dan sebaliknya, pada waktu saya memberkati bangsa-bangsa, maka berkat bangsa-bangsa akan memberkati kita. Siapa yang akan mendapat berkat bangsa-bangsa? Tentunya Saudara. Namun keber-hasilan saya sangat tergantung kepada Saudara juga yang melayani di wilayah Yudea dan Samaria.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh sebab itu tahun 2001 ini kita tidak bisa melayani sendiri-sendiri. Tahun 2001 ini kita harus bersama-sama dalam satu program yang terpadu. Satu program yang betul-betul terpola dengan baik. Pada waktu saya mulai mengotonomkan masing-masing cabang, otomatis tanpa perlu disuruh lagi, Yesaya 54:2-3 menjadi beban Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>&#8220;Lapangkanlah tempat kemahku, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah meng-hematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah tali-tali kemahmu dan pancang-kanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apakah saudara mau mendukung pelayanan di bangsa-bangsa? Saudara dapat melakukan itu dengan melayani sebaik-baiknya di Yudea dan Samaria. Jangan tinggalkan wilayah Yudea dan Samaria. Jangan puas hanya punya satu gereja. Hujan awal hujan akhir, hujan yang lebat telah turun. Berkat yang berlimpah-limpah bagi umat Nya. Banyak sekali manfaat daripada hujan sehingga ia identik dengan berkat yang berlimpah-limpah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalau Saudara mau menerima lawatan dan berkat yang seperti hujan, maka Tuhan akan berkata, &#8220;Mana wadahnya?&#8221; Siapkan wadah, tempat untuk menampung air hujan itu. Kalau Anda tidak siapkan wadahnya, hujan akan terbuang dengan sia-sia. Namun kalau Saudara siapkan wadah sebanyak-banyaknya, tempat itu bisa menampung air hujan dalam volume yang besar. Sehingga hujan awal dan hujan akhir ini Saudara bisa simpan baik-baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Coba perhatikan kegerakan / lawatan Tuhan yang secara besar-besaran di seluruh dunia. Lawatan ini biasanya berlangsung tidak lama, singkat, hanya beberapa tahun. Wales tahun 1904 -1905 hanya sekitar dua tahun. Kupang, Ambon, Menado, lawatan Tuhan berlangsung tidak lama. Di Menado api pernah turun dari langit sampai pemadam kebakaran datang. Namun itu juga tidak lama. Saya percaya hujan itu juga tidak lama. Jadi kalau Saudara tidak siap ketika hujan turun, akan sangat rugi besar. Lihat Wales, dari 1904 sekarang tahun 2001, hampir seratus tahun lawatan yang sama itu belum kembali juga. Oleh sebab itu hari-hari ini saya mulai ingatkan lagi Yesaya 54:2-3.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Peter Wagner, pengarang banyak buku tentang pertumbuhan gereja menuliskan dalam bukunya bahwa, &#8220;Penginjilan paling efektif di muka bumi ini adalah dengan membuka gereja baru&#8221;. Anda bisa punya menara doa yang luarbiasa di gereja dan berdoa minta hujan turun namun ketika itu terjadi dan Saudara tidak punya wadahnya, air hujan akan ter-curah begitu saja tanpa dapat di-tampung. Atau kalaupun di-tampung namun hanya punya satu wadah yang kecil, air hujan itu hanya dapat ditampung sebatas tempat yang engkau sediakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tuhan mengatakan bahwa, &#8220;Hujan mengakibatkan tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak&#8221; (Yoel 2:23-24). Namun yang menjadi pertanyaan adalah, kalau Anda tidak punya tempat pengirikan, apakah Tuhan akan mengirimkan gandumnya? Kalau anda tidak punya tempat pemerasan, apakah anggur dan minyaknya dikirim oleh Tuhan? Jawabannya pasti tidak sebab hal itu akan mengakibatkan gandum dan anggur serta minyak akan terbuang dengan sia-sia. Kalau hari-hari ini anda mempersiapkan diri untuk membuka wadah yang baru, untuk terus membuka cabang-cabang yang baru, dan terus membuka tempat sebanyak-banyaknya, maka saya percaya hujan akan turun dengan sangat lebatnya dalam kehidupan Saudara. Amin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>PEMBANGUNAN BAIT SUCI MENDATANGKAN BERKAT</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hagai pasal 2 ayat 16, 19 dan 20 dengan jelas menyebutkan bahwa pembangunan Bait Suci men-datangkan berkat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>&#8220;Maka sekarang, perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya. Sebelum ditaruh orang batu demi batu untuk pembangunan bait TUHAN. Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya &#8211; mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Firman tersebut menggetarkan iblis sebab ia tidak suka bila kita diberkati. Namun pesan saya, jangan takut untuk membuka gereja dan cabang baru. Mungkin Saudara akan menghadapi goncangan yang makin besar karena hal itu. Namun makin besar goncangannya, makin besar berkat yang akan Saudara terima dari Tuhan. Jangan takut Anda kekurangan akibat usaha membuka banyak gereja dan cabang tersebut. Saya sangat yakin akan berkat dari hujan awal dan hujan akhir itu. Saya percaya kalau Saudara berjalan benar dengan Tuhan, berkat pasti tidak akan habis-habisnya. Saya percaya pasti Tuhan siapkan berkat untuk membiayai semua itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekarang hujan telah turun bagi kita. Lakukan ketiga hal ini dalam kehidupan dan pelayanan Saudara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Pertama, siapkan wadah sebanyak-banyaknya</em></strong>. Jangan ditahan-tahan, nanti Saudara akan sangat rugi. Mulai perhatikan kalau ada gedung-gedung atau tempat-tempat yang kosong. Mulai membuka ibadah di tempat itu. Hujan telah turun, Tuhan akan memberkati Anda dengan sangat luarbiasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Kedua, unity</em></strong>. Dua tahun yang lalu Tuhan pernah berbicara pada kita tentang Penuaian Besar seperti apa yang dilukiskan dalam kitab Yohanes pasal 21. Satu waktu Yesus mendatangi murid-muridNya di pantai Danau Tiberias dan bertanya, &#8220;Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?&#8221; Jawab mereka, &#8220;Tidak ada.&#8221; Maka kata Yesus kepada mereka, &#8220;Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.&#8221; Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Seratus lima puluh tiga ekor ikan besar-besar namun jala mereka tidak koyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya beli satu buku di Inggris yang menceritakan mengenai tradisi Yahudi pada waktu Tuhan Yesus hidup. Ketika Kisah 20 saya buka di buku itu ternyata buku itu menceritakan dua perahu berjalan seiring bersama-sama dan ditengah-tengahnya jala berjalan seperti pukat harimau. Dalam Yohanes 21 dikatakan bahwa jalanya tidak robek dan semua ikan yang didapat itu dapat ditampung. Mereka semua bersatu (unity) untuk membawa ikan itu ke darat. Ini adalah kunci penuaian. Penuaian 2001 tidak lagi bisa dilakukan sendirian karena lebatnya hujan yang akan turun. Harus bekerjasama dengan gereja yang lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini adalah penting karena Tuhan mulai berbicara kepada saya dari tahun lalu bahwa kita ini adalah gembala kota. Saya akan bertanya berapa banyak penduduk kotamu, dan berapa persen dari antaranya ada di gerejamu? Kita harus bekerjasama dengan yang lainnya supaya bisa memenangkan kota. Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan para pemimpin gereja untuk berdoa bersama. Dalam pertemuan itu saya diminta untuk memimpin dalam doa peperangan. Beberapa hari kemudian, sebelas bom tersebar di Medan. Seharusnya bom ini diledakkan pada jam ibadah sedang berlangsung. Tapi aneh bin ajaib, bom yang ada di Medan semuanya disetel untuk meledak pada pukul 24.00 wib. Sangat tidak masuk akal. Saya percaya mereka sebenarnya berencana menyetel jam 19.00 wib namun dibutakan oleh Tuhan sehingga disetel jam 24.00 wib. Allah kita dahsyat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kenapa Tuhan melindungi kota Medan dari serangkaian teror bom di malam Natal lalu? Karena gereja-gereja yang ada di Medan bersatu (unity). Sekarang ini bukan masanya lagi membanggakan gereja sendiri. Yang top itu Tuhan Yesus, kita ini hanya hamba. Begitu kita mau unity, kita percaya Tuhan akan memberkati berlimpah-limpah. Haheluya!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Ketiga, serius dengan Tuhan</em></strong>. Hari-hari ini jangan main-main, seriuslah dengan Tuhan. Lakukan segala sesuatu dalam pelayanan seperti untuk Tuhan dan bukannya manusia. Jangan anggap enteng kehadiran Tuhan. Karena lawatan Tuhan sekarang ini tergantung dari kesiapan kita menerimanya. Terhadap orang yang setia Tuhan berlaku setia. Terhadap orang yang tidak bercela, Tuhan berlaku tidak bercela. Terhadap orang yang menganggap enteng, Tuhan juga berlaku seperti itu. Ada hukum tabur tuai, apa yang kita tabur itu juga yang akan dituai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mataNya. Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang-orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.” (2 Samuel 22:26-27).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!”</em> (Yeremia 48:10)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jangan lalai melaksanakan pekerjaan Tuhan. Kalau Tuhan yang suruh, ikuti saja tanpa perlu membantah. Saya ingat pengalaman sewaktu mulai membuka ibadah di Medan Plaza. Waktu itu tidak ada uang sama sekali namun begitu mulai melangkah seketika itu juga Tuhan menyediakan segala yang diperlukan. Roma 1:17 berkata, &#8220;Orang benar akan hidup oleh iman.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seriuslah dengan Tuhan. Kalau kita setia pada perkara yang kecil maka Tuhan memberikan perkara yang lebih besar. Kalau perkara kecil sudah tidak setia bagaimana Tuhan sediakan hal yang lebih besar lagi. Tahun 2001 ini beberapa kontrak gedung tempat ibadah kita sudah habis masa kontraknya. Hati-hati. Mungkin kelihatannya kecil namun kalau tidak diperhatikan, bisa menghambat terselenggaranya ibadah di tempat tersebut. Saya ingat Januari 2000 tahun lalu sempat hampir tidak bisa ibadah di HDTI karena lalai memperhatikan masa kontrak gedung tersebut. Waktu kita perhatikan perkara-perkara yang kecil Tuhan akan mempercayakan perkara yang lebih besar lagi sehingga DIA membawa kita dari satu kemuliaan kepada kemuliaan berikutnya. Amin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">From: <a href="http://bethanyr4.or.id/pengajaran/Hujan%20Lebat.htm" target="_blank">Bethanyr4.or.id</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jcgenerations.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jcgenerations.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=71&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/03/hujan-lebat-telah-turun-siapkan-wadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jcgenerations.files.wordpress.com/2008/05/logo_gbi3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo_gbi3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Kunci Membuka Pintu Surga</title>
		<link>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/03/7-kunci-membuka-pintu-surga/</link>
		<comments>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/03/7-kunci-membuka-pintu-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 23:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jcgenerations</dc:creator>
				<category><![CDATA[KHOTBAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jcgenerations.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Pdt. R. Bambang Jonan

Berawal dari Perjumpaan Pribadi dengan Tuhan

“Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau &#8211; entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=70&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">Pdt. R. Bambang Jonan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Berawal dari Perjumpaan Pribadi dengan Tuhan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><img class="alignleft size-full wp-image-130" title="logo_gbi1" src="http://jcgenerations.files.wordpress.com/2008/05/logo_gbi1.jpg?w=100&#038;h=100" alt="logo_gbi1" width="100" height="100" />“Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau &#8211; entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya &#8211; orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu tentang orang itu &#8211; entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya &#8211; ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh di ucapkan manusia.” </em>(2 Korintus 12:1-4)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ayat diatas menuliskan tentang pengalaman Paulus ketika bertemu dengan Tuhan. Ia melihat surga tingkat ketiga dan Tuhan membawanya ke suatu taman yang disebut Firdaus. Dan di situ Paulus juga mendengar perkataan-perkataan malaikat yaitu kata-kata yang tak terkatakan oleh manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Betapa indahnya bertemu dengan Tuhan di Surga yang mulia. Pertumbuhan GBI Kemah Daud Medan pada awalnya mulai tahun 1993 berjalan biasa saja. Namun sejak tahun 1997 Tuhan mengadakan pelipatgandaan bagi gereja ini. Dari 2000 jemaat tiba-tiba meningkat menjadi 4000, lalu 6000 dan seterusnya sampai hari ini Tuhan percayakan sekitar 17.000 jiwa yang beribadah setiap minggunya. Namun dalam doa puasa kami akhir tahun 2000, saya tidak lagi berdoa untuk pelipatgandaan. Terserah Tuhan mau mempercayakan berapa jiwa kepada kami. Doa saya hanya, agar Tuhan mengijinkan saya untuk bertemu Tuhan dengan cara seperti Musa. Umat Israel hanya melihat Tuhan dalam bentuk tiang awan dan tiang api. Tetapi Musa adalah orang kepada siapa Tuhan berbicara layaknya seorang sahabat. Saya sangat iri kepada Hamba Tuhan yang bernama Musa ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Terbakar oleh Api Cinta kepada Tuhan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Billy Graham dalam bukunya “Angel” menuliskan tentang begitu banyaknya malaikat yang Tuhan sediakan untuk melayani kita. Saya sangat tertarik dengan malaikat Serafim yang memiliki tiga pasang sayap. Sepasang sayap dipakai untuk menutupi muka, sepasang sayap menutupi kaki, dan sepasang lagi dipakai untuk terbang. Serafim adalah malaikat yang diutus Tuhan untuk bertemu dengan nabi Yesaya. Allah memakai malaikat ini untuk menguduskan bibir dan lidah nabi Yesaya sehingga ia mulai diutus Tuhan mengucapkan kata-kata yang dipesankan olehNya (Yesaya 6).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Serafim adalah malaikat yang melayani di sekeliling tahta Tuhan (Yesaya 6:2-3, Wahyu 4:8). Serafim mempunyai dua arti yaitu terbakar dan cinta. Sehingga Serafim berarti malaikat yang seluruh kehidupannya terbakar oleh api cinta kepada Tuhan. Tuhan berkata, “Ketika seluruh kehidupanmu terbakar oleh api cinta kepadaKu, pada waktu itulah engkau akan bertemu dengan Aku”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Begitu mendapat pengertian ini, tiba-tiba pengurapan turun atas saya dan kami semakin mengerti bahwa pusat seluruh pelayanan hanya satu yaitu Tuhan Yesus Kristus. Saya mulai mengajar kepada jemaat, mari datang beribadah kepada Tuhan hanya karena kita mengasihi Dia. Pujian penyembahan di gereja kami mulai berubah menjadi lebih banyak mencurahkan air mata tanda cinta kepada Tuhan. Air mata yang lahir dari hati yang sangat mengasihi Dia. Ini yang saya sebutkan dengan “Pujian Penyembahan plus Hati yang Mengasihi”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Mengalami Seluruh Kepenuhan Allah (Trance, Ekstasis)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pujian penyembahan plus hati yang mengasihi ini, ternyata membawa kami kepada pengalaman dan pengertian yang lebih dalam lagi mengenai apa yang terjadi pada Paulus dalam 2 Korintus 12:1-4 diatas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Para theolog mulai menyelidiki kapan Tuhan membawa Paulus untuk naik ke tingkat ketiga dari surga. Lalu kemudian mereka mendapati kenyataan bahwa Paulus mengalami hal itu ketika sedang berdoa di Yerusalem.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi”. </em>(Kisah Rasul 22:17)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika Paulus sedang berdoa di Yerusalem, tiba-tiba dia dikuasai dan diliputi oleh kuasa Allah. Kata ‘diliputi oleh kuasa ilahi’ dalam bahasa Inggris adalah ‘trance’. Dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata &#8216;ekstasis&#8217;. Pada waktu Paulus berdoa tiba-tiba dia dikuasai oleh kuasa ilahi, dimana dia mengalami keadaan yang namanya trance. Trance di sini bukan kesurupan tapi satu kondisi dimana pada waktu itu Paulus dipenuhi, diliputi, dibanjiri oleh seluruh kuasa ilahi. Ketika Paulus sedang trance itulah, tiba-tiba Tuhan memberikan suatu kepekaan kepada telinga dan matanya untuk mendengar dan melihat. Paulus mulai melihat surga tingkat yang ketiga dan mendengar perkataan-perkataan malaikat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Beberapa Pribadi Lain yang Mengalami Trance</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Petrus adalah contoh lain dari orang yang mengalami trance (ekstasis) dalam Perjanjian Baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.” </em>(Kisah Rasul 10:10)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apa yang terjadi pada waktu kuasa Allah meliputi (memenuhi) Petrus? Petrus mengalami trance dan melihat kain turun dari surga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.”</em> (Kisah Rasul 11:5)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yehezkiel berkata, tiba-tiba kuasa ilahi mulai memenuhi aku. Dan apa yang terjadi? Di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan ia mendapat penglihatan-penglihatan serta petunjuk Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.” </em>(Yehezkiel 1:1)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Habakuk pada waktu diliputi oleh kuasa Tuhan, dia katakan, “Aku berdiri di tempat yang tinggi dan mulai menanti-nantikan Firman yang mau Dia sampaikan kepadaku.” Dia mulai mencatat dan menyampaikan apa yang dia lihat serta dengarkan dari Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> “Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankanNya kepadaku, dan apa yang akan dijawabNya atas pengaduanku.” </em>(Habakuk 2:1)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yohanes pada waktu di Pulau Patmos, tiba-tiba dikuasai oleh Roh Tuhan dan ia mulai mendapat penglihatan-penglihatan tentang apa yang akan terjadi pada hari-hari terakhir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.” (Wahyu 1:10-11)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Memiliki Mata yang Melihat dan Telinga yang Mendengar</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Orang yang dibanjiri oleh kuasa Allah, trance, dimana kepenuhan ilahi memenuhi seluruh kehidupannya, dia akan memiliki mata yang melihat dan telinga yang mendengar. Saya berdoa agar seluruh Hamba Tuhan mengalami kedua pengalaman ini. Kedua Hamba Tuhan ini baik Paulus maupun Petrus, keduanya mengalami trance, ekstasis ketika sedang berdoa. Saya percaya banyak yang mengalami hal ini ketika doa, pujian dan penyembahan, membawa ukupan yang menyenangkan hati Tuhan. Saya percaya kalau Tuhan hadir maka kehadiranNya akan memenuhi seluruh kehidupan Saudara. Saudara akan mengalami pengalaman-pengalaman yang pernah dialami oleh para nabi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya percaya ketika mengalami hal ini, maka doa-doa kita akan menjadi sangat menyenangkan. Karena Tuhan mulai perlihatkan kepada kita, apa yang harus kita lakukan. Apa yang harus kita kerjakan. Tuhan memberikan petunjuk-petunjuknya dengan jelas kepada kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Petunjuk yang Jelas Menjadikan Gereja Efektif</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengapa Tuhan Yesus dalam waktu yang sangat singkat, tiga setengah tahun, seluruh pelayanannya selesai? Dikatakan begini, pagi-pagi benar maka Yesus naik ke atas gunung dan mulai berdoa. Dia berkata, <em>“Segala sesuatu yang Aku kerjakan, Aku lihat bagaimana Bapa mengerjakannya sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh Bapa. Maka Aku mulai mengerjakan persis seperti apa yang Kulihat.” </em>(Yohanes 8:38)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya percaya gereja akan menjadi sangat efektif, kalau mengerti dan mengalami pengalaman-pengalaman ini. Kita tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Tapi kalau kita melihat Bapa, apa yang sedang Bapa lakukan, Saudara lakukan persis seperti yang Bapa lakukan, saya percaya semuanya itu akan berjalan dengan baik karena kita mulai mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang Bapa kita kerjakan. Dan saya percaya hari-hari ini yang Bapa kerjakan cuma satu, hari-hari ini Bapa sedang sibuk mengumpulkan orang-orang pilihan, bangsa-bangsa untuk datang kepadaNya. Bapa sibuk mengirimkan malaikat-malaikatNya sehingga pertobatan bukan hanya muncul secara sporadis tetapi pertobatan pada hari-hari terakhir dikatakan, bangsa-bangsa, suku-suku bangsa, kaum dan bahasa akan berbalik kepada Tuhan Yesus Kristus (Yesaya 45:23).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita tidak tahu bagaimana caranya memenangkan negeri ini. Tetapi kalau kita melihat apa yang Bapa sedang kerjakan, saya percaya Saudara pasti tahu apa yang harus dilakukan untuk memenangkan negeri ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Pengalaman Pindah Tempat (Metatitheni)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya mencatat bukan hanya Paulus yang mengalami trance sehingga dapat melihat dan mendengar perkara-perkara ilahi dengan jelas. Henokh adalah seorang yang berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Sekian tahun Henokh berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Apa yang terjadi? Henokh hilang terangkat hidup-hidup sampai hari ini tidak kembali. Henokh mengalami pengalaman Metatitheni / pindah tempat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.”</em> (Ibrani 11:5)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Begitu juga dengan Filipus. Ketika sedang melayani sida-sida, tiba-tiba Tuhan pindah tempatkan lebih cepat dari sida-sida.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.”</em> (Kisah Rasul 8:39-40)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Demikian juga dengan Elia. Pada waktu Ahab akan pulang, tiba-tiba Roh Tuhan memenuhi Elia. Dan dia dipindah tempatkan lebih cepat dari Ahab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Tetapi kuasa Tuhan berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.” </em>(1 Raja-raja 18:46)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mereka mengalami pengalaman-pengalaman trance, dilingkupi, dipenuhi, dikuasai oleh Roh sehingga mendapati kejadian-kejadian yang supranatural.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Musa adalah contoh lain lagi, yang bertemu secara pribadi (muka dengan muka) dengan Tuhan. Dan apa yang terjadi. Alkitab berkata, wajah Musa menyinarkan kemuliaan Tuhan sehingga orang tidak tahan melihat kemuliaan Allah yang bersinar di dalam dia (Keluaran 34:29-30)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Bayar Harga untuk Bertemu Tuhan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya sering menyaksikan film tentang “Sepuluh Perintah Tuhan”. Film tersebut menceritakan ketika Musa melarikan diri ke Midian (Keluaran 2:15). Di situ dia bertemu dengan Zipora yang sedang menggembalakan kambing domba di kaki gunung Sinai. Ayah Zipora berkata kepada Musa, mereka nanti akan beribadah kepada Tuhan di atas gunung Sinai. Dan kemudian Musa melihat ada awan yang menggulung hitam di atas gunung Sinai. Zipora berkata begini kepada Musa, “Musa kalau Allah sedang hadir maka ada bunyi gemuruh yang kuat di atas gunung. Tapi kalau Allah tidak hadir maka gunung itu sunyi senyap.” Dan pada waktu mereka mulai melihat ada bunyi gemuruh yang kuat di atas gunung Sinai, Musa bertanya kepada Zipora, “Apakah sekarang Tuhan hadir?”. Zipora katakan, “Ya.” Musa katakan aku mau bertemu dengan Tuhan. Zipora berkata begini, “Ketika bertemu dengan Tuhan pada waktu itu kamu akan mati.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Lagi firmanNya: “Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” </em>(Keluaran 33:20)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Harga yang harus kita bayar untuk perjumpaan dengan Tuhan adalah kematian. Dalam bahasa aslinya dikatakan “hanya orang mati yang bisa lihat Tuhan” Apakah Saudara bersedia mati hanya untuk satu kali perjumpaan dengan Tuhan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Musa tidak perduli dengan nyawanya. Ia mau mengambil resiko apapun yang akan terjadi akibat keputusannya itu. Karena baginya, lebih baik satu orang mati daripada ribuan orang Israel mati karena Tuhan memalingkan mukaNya dari bangsa ini (Keluaran 34:9). Dia melihat seluruh orang Israel berada dalam perhambaan Mesir selama 400 tahun. Dan Musa tidak tahan melihat bagaimana Mesir menganggap mereka bukan manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Miliki Tujuan yang Jelas Untuk Bertemu Tuhan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Musa punya purpose (tujuan) waktu bertemu dengan Tuhan. Jangan datang bertemu Tuhan hanya untuk menjadi penonton. Pada waktu tabut perjanjian Allah pulang kembali kepada orang Israel, dikatakan di Kiryat Yearim dalam 1 Samuel 6:19, ‘maka kemudian orang Israel penasaran untuk melihat apa yang ada di dalam tabut itu.’ Alkitab mencatat pada waktu orang Israel mencoba untuk melihat-lihat, tidak punya tujuan dan beban apa-apa, seketika itu mereka mati terkena murka Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Miliki tujuan yang jelas untuk bertemu dengan Tuhan. Jangan hanya sekedar melihat-lihat. Lama saya merenungkan konsekuensi dari perjumpaan dengan Tuhan ini. Saya ingat keluarga, jemaat dan orang-orang yang saya kasihi. Sampai satu waktu saya dapat berkata, “Tuhan, saya datang dengan satu tujuan. Supaya pengetahuan saya tentang sorga membawa bangsa ini kembali kepada Tuhan. Biarlah setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku, bahwa Yesus adalah Tuhan”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terlalu banyak orang hari-hari ini yang ingin melakukan suatu perjalanan perjumpaan dengan Tuhan tetapi hanya ditujukan bagi dirinya sendiri. Saya percaya Tuhan tidak menyukai yang seperti ini. Tetapi kalau perjumpaan dengan Tuhan, punya satu tujuan yang jelas, Ia akan memberikan jalan keluar bagi kita semuanya. Mari setiap kita berdiri di hadapan Tuhan untuk membela negeri ini sampai kemuliaanNya turun atas Indonesia. Kalau Saudara katakan, “Aku mau berdiri membela negeri ku”, perjumpaan Anda dengan Tuhan akan membawa berkat yang besar. Karena begitu Saudara bertemu dengan Tuhan, Saudara akan berkata, “Tuhan, kapan Indonesia. Kapan bangsa-bangsa Tuhan?” Dan saya percaya kalau Saudara punya beban itu, Tuhan akan memberikan hikmat dan jalan keluarNya bagi kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>7 Kunci Membuka Pintu Surga</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada tujuh kunci (otoritas) untuk membuka pintu Kerajaan Sorga dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>1. Kuasa Darah Yesus</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri.”</em> (Ibrani 10:19-20)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tuhan memanggil Musa dan memberikan blueprint tentang Kerajaan Sorga. Musa diberikan satu petunjuk untuk membangun kemah suci (tabernakel) yang dipisah menjadi tiga ruangan. Halaman, ruang kudus dan ruang maha kudus. Di pelataran ada beberapa benda. Ada mezbah bakaran, kolam pembasuhan. Dalam ruang kudus ada tiga perkakas. Ada meja roti pertunjukan, ada kaki dian lambang dari karunia-karunia Roh Kudus dan kemudian ada mezbah ukupan (mezbah dupa). Namun dalam ruang maha kudus ada tabut perjanjian Allah yaitu lambang kehadiran Allah, dimana Allah akan berbicara kepada manusia di situ. Itu adalah tempat kediaman Tuhan. Di catat dalam peraturan umat Israel tidak boleh ada orang masuk dalam ruang maha kudus kecuali Imam Besar dan itu pun hanya boleh satu tahun sekali pada waktu hari raya Yom Kippur. Imam Besar pada waktu perayaan itu masuk menghadap Tuhan di ruang maha kudus. Ada peraturan kalau Imam Besar masuk ke ruang maha kudus dalam keadaan tidak kudus, dia akan mati. Tetapi kalau kudus, masuk ruang maha kudus, maka dia harus membawa doa permohonan bangsa Israel kehadapan Tuhan. Imam besar agung masuk dengan satu tujuan yakni dia membawa doa dan permohonan dari negerinya dihadapan Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Betapa susahnya pada waktu itu orang untuk bertemu dengan Tuhan. Tetapi pada waktu Yesus menyerahkan dirinya di kayu salib, dan Ia berkata, “Sudah genap”, tirai bait suci yang membatasi Allah dengan manusia, tiba-tiba robek dari atas ke bawah sehingga apa yang tidak boleh dilihat dahulu, kini terbuka. Jalan menuju ke ruang maha kudus terbuka. Kalau dulu hanya imam besar yang boleh masuk ke tempat maha kudus tapi sejak kematian Yesus di kayu salib, jalan jadi terbuka. Dalam ayat 20 dikatakan, ‘Kristus telah membuat jalan yang baru dan yang hidup bagi kita sehingga dengan penuh keberanian kita dapat menghampiri Bapa di tempat maha kudus.’</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apa yang terjadi waktu bertemu Tuhan di tempat kudusNya? Saudara akan bertemu dengan kedahsyatan dan kuasaNya. Anda akan bertemu dengan anugerahnya yang akan mengubahkan seluruh kehidupan kita. Kita khususnya dan gereja umumnya belum sempurna. Tetapi kalau gereja ini mempunyai keberanian masuk dan bertemu dengan Dia di tempat kudusNya, maka Tuhan akan menyempurnakan gerejaNya dari hari ke sehari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Baptisan adalah cara menerima kematian Yesus di kayu salib yang membuka jalan untuk kita. Baptisan itu artinya kematian, kuburan. Barangsiapa dibaptis, dia ikut dikuburkan, dipersatukan dalam kematian Kristus dan dibangkitkan dengan kuasa Kristus. Mau ketemu dengan Tuhan yang maha kuasa, ketemu dengan Dia di tempat kudusNya, harus dibaptis. Apa yang terjadi waktu Yesus dibaptis? Langit terbuka dan Roh Kudus turun atas Dia. Syarat baptisan, bertobat dan memberi diri dibaptis. Setelah dibaptis, baru diajar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>2. Manusia Baru</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”</em> (Efesus 2:14-16)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dosa membuat manusia terpisah dari Allah dan sesama. Dosa mengakibatkan Adam dan Hawa saling mempersalahkan satu dengan yang lainnya. Begitu umat Tuhan saling mempersalahkan dan saling tuding, itu menunjukkan ada dosa diantara kita yang menyebabkan manusia kehilangan persekutuan dengan manusia. Hari-hari ini roh yang menguasai dunia adalah disunity / roh perpecahan. Ini bukan waktunya lagi untuk saling menuding, melainkan waktu untuk saling mengulurkan tangan karena Kristus mati supaya kita unity dan tidak bertengkar. Kita mulai buka tangan yang selebar-lebarnya, pintu maaf yang sebesar-besarnya. Inilah karakter manusia baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan setelah Tuhan memper-satukan sesama manusia, tidak ada kulit, ras, dan golongan lagi, maka manusia kemudian dipersatukan dengan Allah. Manusia beroleh perdamaian dengan Tuhan. Pertanyaannya, mungkinkah manusia bisa bersekutu dengan Tuhan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Seperti ada tertulis:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Manusia pertama, Adam menjadi mahluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama</em> <em>berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.”</em> (1 Korintus 15:44-47)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada Adam pertama, dan ada Adam kedua yaitu Kristus. Adam pertama diciptakan dari debu tanah. Adam kedua bukan diciptakan dari debu tanah tapi disebut ‘Man From Heaven’. Adam kedua adalah Kristus yang adalah Allah itu sendiri. Kalau orang belum menerima Kristus sebagai Tuhan dalam kehidupan-nya ia hanya Adam yang pertama yaitu manusia yang diciptakan dari debu tanah. Ada hukum debu kembali kepada debu (Kej 3:19). Mati kembali menjadi debu. Dari kesia-siaan kembali kepada ke sia-siaan. Tetapi Adam yang kedua, Adam yang rohani datang. Adam yang kedua membangkitkan, melahirkan kita dari air dan roh. Ada benih ilahi dalam kehidupan kita yang mengakibatkan kita tidak bisa mati tetapi akan hidup kekal bersama-sama dengan Dia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Manusia baru tidak berbuat dosa lagi karena kuasa dosa mati di dalam Dia. Manusia baru lepas dari kuasa dosa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”</em> (2 Korintus 5:17-18)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Manusia jasmani kita yang terbuat dari debu, manusia alamiah kita mati bersama dengan Kristus dan bangkit dalam kemuliaanNya. Dosa tidak berkuasa atas kita, seisi keluarga dan gereja. Gereja akan tampil suci, kudus dan penuh kemuliaan Tuhan. Manusia baru yang akan bertemu dengan Tuhan karena darah dan daging tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Selama tubuh alamiah kita belum mati, kita tidak bisa bangkit. Yang dibangkitkan itu adalah tubuh kemuliaan kita. Manusia rohani kita akan dibangkitkan dan itu terjadi pada waktu kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>3. Kasih</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” </em>(1 Korintus 14:1)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalau kita tidak mempunyai kasih, apapun yang dimiliki semuanya tidak berguna. Segala pengetahuan, iman, bahkan berbahasa roh sekalipun tanpa kasih, akan sia-sia. Bukannya orang yang berseru, “Tuhan, Tuhan” akan masuk dalam Kerajaan Sorga tapi dia yang mengeluarkan buah yang baik, melayani dengan penuh kasih. Kasih itu adalah dasar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.”</em> (1Korintus 8:3)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tuhan mengenal orang yang mengasihi Dia karena kita mempelaiNya. Jangan sampai Tuhan berkata, “Enyahlah engkau pembuat kejahatan, Aku tidak kenal engkau” karena kehidupan yang tanpa kasih ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>4. Persembahan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”</em> (Matius 19:21)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lebih berbahagia memberi daripada menerima, mengasihi daripada dikasihi. Mengasihi identik dengan memberi. Gereja yang sempurna adalah gereja yang memberi, bukan meminta. Alkitab berkata,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Hendaklah kamu sempurna sama seperti Bapamu sempurna.” </em>(Matius 5:48).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Orang yang berbahagia adalah orang yang memberi. Waktu kita memberi akan berbahagia. Makin banyak memberi makin berbahagia. Matius 19:21 diatas berkata, “Pergi, juallah seluruh hartamu maka engkau akan memperoleh kebahagiaan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” </em>(Maleakhi 3:10)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini adalah rahasia dalam memberi yaitu pemberian itu membukakan tingkap-tingkap langit. Windows of heaven / floodgates of heaven yang artinya adalah pintu atau jendela surga. Persepuluhan bukan hanya berbicara uang. Waktu memberi perpuluhan, Tuhan membukakan pintu surga dan mencurahkan berkat berkelimpahan atas kita. Perpuluhan kunci membuka pintu surga. Kalau surga isinya hanya uang, orang kaya tidak tertarik sebab mereka memiliki banyak uang. Tetapi surga berbicara mengenai damai sejahtera, kebenaran dan sukacita oleh Roh Kudus serta kuasa (Roma 14:17). Damai tidak bisa dibeli. Hati yang gembira adalah obat. Kesembuhan terus mengalir. Salomo mempunyai segalanya tetapi tidak mempunyai damai. Kalau Saudara mempunyai damai, Saudara akan puas dan tidak akan terpengaruh dengan godaan dunia ini. Bawalah persepuluhan, maka damai Tuhan akan memenuhi hidup kita. Jika kita tidak bayar perpuluhan maka kita akan rugi besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>5. Unity</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga.”</em> (Matius 18:19)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dua orang ‘in one accord’ / sepakat / unity, minta apa saja doa akan dikabulkan. Suami istri jangan bertengkar (1Petrus 3:7-8). Kalau bertengkar, doanya tidak akan dijawab. Kalau suami istri mengasihi Tuhan rumah tangga pun akan damai sejahtera.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>6. Aniaya</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”</em> (Kisah Rasul 1:8)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kata saksi berasal dari kata martir. Yesus menjadi martir, dianggap penjahat nomor satu pada masanya, sehingga orang lebih memilih Barabas daripada membebaskanNya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Stefanus dianiaya, dilempar dengan batu sampai mati (Kisah Rasul 7:55-56). Tetapi ia melihat surga terbuka dan terlihat Yesus berdiri menyambut . Bagi martir, berbahagialah karena Tuhan akan memberikan penghormatan yang seperti ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>7. Doa, Pujian dan Penyembahan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umatKu, dan umatKu, yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”</em> (2 Tawarikh 7:13-14)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam bahasa aslinya ‘surga’ adalah ‘HASHAAMAYIM’, yaitu Surga tempat kediaman Tuhan. “&#8230;dan umatKu yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa mereka.” Waktu pintu surga tertutup, langit menutup berkatnya dan kesusahan melanda negeri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di dalam Surga terdapat air, dan hujan (Ayub 38:29, Yesaya 55:10, Mazmur 147:16-17). Air melambangkan berkat Tuhan. Dalam Yesaya 55:10 dikatakan seperti hujan yang turun ke atas bumi yang tidak pernah kembali. Air, hujan masuk ke dalam tanah dan memberikan pertumbuhan kepada setiap benih yang ada, air tidak pernah kembali dengan sia-sia. Ketika pintu surga terbuka, maka hujan awal dan hujan akhir turun atas negeri ini. Hujan awal dan hujan akhir turun. Hujan awal dan hujan akhir berbicara tentang lawatan Allah dan berkat Tuhan. Waktu pintu surga dibuka, gereja mau berdoa memuji dan menyembah Tuhan, perkara dari surga turun atas negeri kita dan kutuk akan berhenti. Keterpurukan akan berhenti. Karena kalau Tuhan melawat, ada berkat yang berkelimpahan di situ. Padang gurun Tuhan ubahkan menjadi taman yang permai. Selama 40 tahun Tuhan memelihara umatNya dipadang gurun, gua singa adalah akhir dari orang-orang yang hidup di jaman Daniel. Tetapi gua singa menjadi tempat yang sangat indah bagi Daniel karena Tuhan ubahkan yang tidak baik menjadi baik. Lembah air mata adalah suatu tempat yang bagi setiap orang ingin dihindari. Pemazmur masuk lembah air mata, mengubahkan-nya menjadi mata air, karena ada Tuhan disitu. Sekalipun kita masuk dalam lembah bayang-bayang air mata tidak akan takut karena tongkat dan gadanya menyertai kita. Tuhan menyediakan hidangan dihadapan lawan kita dan piala kita akan penuh melimpah. Dimanapun kita berada kalau pintu surga terbuka, kita akan merasa aman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pakai setiap kunci untuk membuka dan mendatangkan berkat Tuhan. Surga tidak hanya punya satu pintu tetapi dikatakan windows of heaven. Masuk dan buka. Kita punya tujuan datang pada Tuhan, kita mulai membawakan negeri ini dihadapan Tuhan. Kapan Engkau akan memulihkan negeri ini? Kapan kami melihat setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku? Kapan kita bisa melihat kerajaanMu ditegakkan di Indonesia? KemuliaanMu seperti air menutupi lautan. Kita berdoa, “Tuhan Engkau berjanji akan membukakan pintu surga dan mencurahkan berkatMu berlimpah-limpah kepada setiap orang tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan. Kita berdoa semuanya dipenuhi Roh Kudus. Kita berdoa mengangkat beban negeri ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">From: <a href="http://bethanyr4.or.id/pengajaran/7%20Kunci%20Membuka%20Pintu%20Surga.htm" target="_blank">Bethanyr4.or.id</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jcgenerations.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jcgenerations.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jcgenerations.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jcgenerations.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jcgenerations.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jcgenerations.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jcgenerations.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jcgenerations.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jcgenerations.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jcgenerations.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jcgenerations.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jcgenerations.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jcgenerations.wordpress.com&blog=3463031&post=70&subd=jcgenerations&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jcgenerations.wordpress.com/2008/05/03/7-kunci-membuka-pintu-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00d193082754a7ad4240a9462d721215?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jcgenerationers</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jcgenerations.files.wordpress.com/2008/05/logo_gbi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo_gbi1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>